FOLLOW US:


Gol-gol Indah Dari Laga-laga Pembuka Piala Dunia

21-05-2018 10:00
Gol-gol Indah Dari Laga-laga Pembuka Piala Dunia
Oscar © AFP

Bola.net - Laga pembuka Piala Dunia adalah laga yang dinanti-nantikan oleh para pecinta sepakbola. Pasalnya, ini adalah tanda bahwa turnamen paling akbar sejagat resmi digelar.

Piala Dunia 2018 akan dibuka dengan laga Grup A antara tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi di Moskow pada 14 Juni mendatang.

Sebelum itu, mari nikmati kembali gol-gol indah dari laga-laga pembuka Piala Dunia beberapa edisi sebelumnya.

ERWIN VANDENBERGH (BELGIA) VS ARGENTINA, 1982
Belgia turun di Piala Dunia 1982 Spanyol dengan status kuda hitam turnamen setelah finis sebagai runner-up Piala Eropa dua tahun sebelumnya.

Di laga pembuka, Belgia mengalahkan Argentina 1-0. Gol tunggal diciptakan oleh striker Erwin Vandenbergh, yang merupakan top scorer bersama Lierse berkat 39 gol dalam 34 penampilannya, pada menit 62.

Menyambut crossing dari sektor kiri, Vandenbergh lalu mengontrol bola dengan dada dan finishing tenangnya sanggup menaklukkan kiper Argentina.



ALESSANDRO ALTOBELLI (ITALIA) VS BULGARIA, 1986
Juara bertahan Italia hanya sanggup bermain imbang 1-1 melawan Bulgaria di laga pembuka Meksiko 1986. Padahal, Italia sempat unggul terlebih dahulu melalui gol menawan Alessandro Altobelli.

Diawali tendangan bebas menyilang dari luar kotak penalti ke tiang jauh, sang striker Inter Milan langsung menceploskan bola ke gawang dengan sebuah sepakan first-time volley yang akurat dan tak terhentikan.

Italia sendiri gagal mempertahankan gelarnya setelah langkah mereka kandas di babak 16 besar.



PHILIPP LAHM (JERMAN) VS KOSTA RIKA, 2006
Tuan rumah Jerman mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia edisi ini dengan gol spektakuler yang diciptakan Philipp Lahm ketika laga pembuka melawan Kosta Rika baru berjalan lima menit.

Lahm menguasai bola di sayap kiri, lalu melakukan cut-in dan memindahkan bola ke kaki kanannya. Tiga rekan sudah menunggu di mulut gawang, jadi crossing sepertinya skenario yang paling ideal. Namun, Lahm punya ide berbeda. Bek sayap Bayern Munchen itu melepaskan tendangan melengkung nan akurat dari ujung kotak penalti yang sukses bersarang di sudut gawang Kosta Rika.

Jerman akhirnya menang 4-2.



TORSTEN FRINGS (JERMAN) VS KOSTA RIKA, 2006
Gol ini juga tercipta dalam laga Jerman vs Kosta Rika di pembukaan Piala Dunia 2006.

Lahm membuka keunggulan Jerman dengan gol spektakulernya di menit ke-6. Setelah itu, Paulo Wanchope menyamakan kedudukan pada menit 12. Miroslav Klose membawa Jerman kembali unggul dengan dua gol di menit 17 dan 61 sebelum Wanchope mecetak gol keduanya menit 73 untuk mengubah skor jadi 2-3. Kemenangan Jerman ditegaskan oleh thunderbolt gelandang Werder Bremen Torsten Frings di menit 87.

Menerima bola sodoran Bastian Schweinsteiger dari titik tendangan bebas jauh di luar kotak penalti Kosta Rika, Frings lalu melepas drive keras yang sanggup menaklukkan kiper Kosta Rika.



SIPHIWE TSHABALALA (AFRIKA SELATAN) VS MEKSIKO, 2010
Tuan rumah Afrika Selatan (Afsel) membuka turnamen Piala Dunia edisi 2010 dengan laga melawan Meksiko. Skor akhir 1-1.

Bafana Bafana unggul terlebih dahulu melalui gol apik gelandang klub Kaizer Chiefs Siphiwe Tshabalala di menit 55 sebelum disamakan oleh Rafael Marquez pada menit 79.

Diawali serangan balik cepat lewat tiga operan pendek dan satu through pass brilian ke jalur larinya, Tshabalala menyelesaikannya dengan tendangan keras kaki kiri yang tak bisa dinetralisir oleh kiper Meksiko.



OSCAR (BRASIL) VS KROASIA, 2014
Tuan rumah Brasil mendapatkan lawan berat di laga pembuka, yakni Kroasia. Brasil bahkan mengawali laga ini dengan cara yang salah.

Baru 11 menit laga berjalan, Marcelo sudah mencetak gol pertama di Piala Dunia 2014. Namun sayang, bek Brasil itu menceploskannya ke gawang sendiri. Brasil 0, Kroasia 1.

Meski begitu, Brasil mampu bangkit dan berbalik menang 3-1.

Brasil berbalik memimpin lewat dua gol Neymar di menit 29 dan 71 (penalti). Saat injury time, Oscar menutupnya dengan sebuah gol indah. Gol penegas kemenangan Brasil itu dicetaknya dari ujung kotak penalti, dengan kaki luar. Kiper Stipe Pletikosa tak menduganya, telat bereaksi, dan berakhirlah perlawanan Kroasia di Sao Paulo.





(bola/gia)