Kisah Inspiratif Pesepakbola yang Meretas Jalan Tanpa Bantuan Akademi

Kisah Inspiratif Pesepakbola yang Meretas Jalan Tanpa Bantuan Akademi

Bola.net - Bola.net - Cara paling umum untuk menjadi pesepakbola sukses adalah dengan mengikuti akademi sebuah klub. Dari jalur tersebut para pemain muda akan meniti karirnya hingga menjadi bintang seperti saat ini. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah contoh nyata pesepakbola hebat yang meretas jalan melalui akademi klub.

Kendati demikian, pengecualian harus dibuat untuk nama-nama di dalam daftar ini. Tanpa ada pengakuan dari akademi mereka mampu meretas jalan melalui cara mereka sendiri.

Miroslav Klose

Miroslav Klose

Saat berusia 20 tahun, Miroslav Klose merupakan pemain klub FC 08 Homburg yang berlaga di kasta ke-5 liga Jerman. Selain menjadi pesepakbola, saat itu Klose juga merupakan seorang kuli bangunan. Peruntungannya mulai berubah saat ia terpilih mewaliki Jerman di Piala Dunia 2002. Karirnya terus melejit sejak saat itu, hingga kini dirinya menjadi top skorer sepanjang masa Piala Dunia.

Jay DeMerit

Jay DeMerit

Jay DeMerit hanya bermain sepak bola di liga mahasiswa Amerika tanpa pernah sekalipun membela klub MLS. Demi mengejar mimpinya, ia nekat pergi ke Inggris untuk bermain di kasta ke-9 liga Inggris pada usia 23 tahun dengan bayaran hanya 40 Pounds per pekan.

Namun setelah DeMerit bergabung ke Watford pada musim 2004/05, pelan tapi pasti karirnya semakin menanjak. Akhirnya pada tahun 2010 ia berhasil masuk dalam daftar nama pemain Amerika Serikat yang berlaga di Piala Dunia. Perjalanan karir DeMerit bahkan diadaptasi ke layar lebar dengan judul Rise and Shine: The Jay DeMerit Story

Dado Prso

Dado Prso

Pesepakbola asal Kroasia, Dado Prso hijrah ke Prancis pada tahun 1993 untuk bermain bersama klub divisi bawah, FC Rouen. Pada tahun 1995 ia hijrah ke klub amatir Saint Raphael sembari bekerja sebagai montir.

Saat usianya masuk 25 tahun, manajer AS Monaco saat itu, Tigana melihat sesuatu yang spesial dalam dirinya dan menyodorkan kontrak profesional. Aksi Prso yang paling terkenal adalah saat dirinya menceploskan 4 gol dalam kemenangan 8-3 AS Monaco atas Deportivo La Coruna di ajang Liga Champions. Prso juga merupakan anggota AS Monaco yang berlaga di final Liga Champions 2004 kontra FC Porto.

Luca Toni

Luca Toni

Sebelum seterkenal saat ini, Luca Toni hanyalah pengembara di Serie C dan Serie B. Nama Toni mulai melambung usai dirinya membantu Palermo promosi ke Serie A pada tahun 2004.

Setelah itu karir Toni terus menanjak bersama Fiorentina dan Bayern Munich. Puncak karir Toni adalah pada saat dirinya terpilih dalam skuat Timnas Italia yang berlaga di Piala Dunia 2006 dan keluar sebagai juara.

Milivoje Novakovic

Milivoje Novakovic

Pria asal Slovenia ini tidak pernah mendapat kesempatan untuk merumput di liga utama negaranya. Ia bahkan pernah dilabeli sebagai pemain yang tak berbakat. Karena itulah Milivoje Novakovic nekat merantau ke Austria pada usia 20 tahun untuk bermain di divisi terbawah liga Austria.

Novakovic baru mendapat pengakuan pada saat usianya memasuki 25 tahun yang mana dirinya berhasil bermain di liga utama Austria. Tak lama kemudian ia memutuskan untuk hijrah ke klub Bundesliga, FC Koln. Ia bahkan mampu menjadi top skorer 2.Bundesliga yang menghadiahkan titel serta promosi ke Bundesliga bagi FC Koln.

Lee Tuck

Lee Tuck

Gagal membuat lompatan besar selama berkarir di Inggris, Lee Tuck kemudian memutuskan untuk bermain bagi klub Thailand Nakhon Pathom FC pada tahun 2010. Pada tahun 2011 Tuck memutuskan untuk hijrah ke klub Bangkok FC yang mana dirinya mampu keluar sebagai pencetak gol terbanyak dan berhak atas sepatu emas.

Ian Wright

Ian Wright

Semasa muda, Ian Wright sangat kesulitan untuk bergabung dengan tim-tim mapan. Ia hanya menghabiskan waktunya untuk bermain di klub-klub amatir di luar liga. Karirnya berubah 180 derajat saat scout Crystal Palace melihatnya bermain dan mengundangnya untuk menjalani trial.

Wright pun menerima kontrak profesional bersama Palace pada tahun 1985. Berkat performa nya yang gemilang, Wright kemudian ditarik oleh Arsenal yang mana dirinya kemudian menjadi pencetak gol terbanyak kedua di sepanjang sejarah klub.