Kisah Kegagalan Messi Bersama Argentina di Turnamen Besar

Kisah Kegagalan Messi Bersama Argentina di Turnamen Besar
Lionel Messi (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Kisah tragis masih menghantui Lionel Messi bersama timnas Argentina. Kekalahan atas Chile di final Copa America Centenario (27/06), menambah catatan hitam Messi kala memperkuat Tim Tango.

Setelah memenangkan medali emas Olimpiade pada tahun 2008, Messi tak pernah sukses mengantarkan Argentina menjuarai turnamen besar. Padahal La Pulga sudah memenangkan segalanya bersama Barcelona.

Messi sendiri sering dianggap sebagai titisan Diego Maradona yang bisa meneruskan kesuksesan Argentina. Namun apa daya bintang berusia 29 tahun itu seperti terkena kutukan untuk meraih sukses ketika membela negaranya.

Berikut ini kisah-kisah kegagalan Lionel Messi ketika membela Argentina di turnamen besar.

Piala Dunia 2006

Piala Dunia 2006

Setelah melakukan debutnya bersama Argentina pada tahun 2005, Messi dibawa pelatih Jose Pekerman ke Piala Dunia 2006. Di sana Messi menjadi pemain termuda Argentina yang bermain di Piala Dunia.

Messi membuat tiga penampilan di Jerman, satu starter dan dua sebagai pemain pengganti serta mencetak satu gol ke gawang Serbia Montenegro yang membuatnya menjadi pencetak gol termuda di turnamen dan pencetak gol termuda keenam dalam sejarah Piala Dunia.

Namun, perjalanan Messi bersama Argentina saat itu hanya sampai babak perempat final setelah disingkirkan Jerman lewat adu penalti.

Copa America 2007

Copa America 2007

Messi pertama kali mengikuti Copa America pada tahun 2007. Bintang Barcelona itu menjadi pilihan utama pelatih Alfio Basile untuk mengisi starting eleven Argentina.

La Pulga mencetak dua gol di turnamen tersebut dan mengantarkan Argentina mencapai babak final. Tapi Argentina gagal menjadi juara setelah ditaklukkan Brasil dan ini menjadi kekalahan pertama Messi di final sebuah turnamen besar.

Piala Dunia 2010

Piala Dunia 2010

Argentina dibawah pelatih Diego Maradona sempat kesulitan menembus putaran final Piala Dunia 2010. Maradona juga banyak mendapatkan kritik lantaran memainkan Lionel Messi di luar posisinya.

Dalam turnamen yang digelar di Afrika Selatan ini, Messi sama sekali tak berhasil mencetak gol. Ia bahkan tak mampu mengantarkan Albiceleste ke final setelah takluk dari Jerman di babak perempat final.

Copa America 2011

Copa America 2011

Pergantian pelatih dari Diego Maradona ke Sergio Batista tak membuat posisi Lionel Messi tergusur. Messi kembali menjadi andalan Argentina di Copa America 2011.

Namun, penampilan Messi di turnamen tersebut berada di bawah standar dan kembali gagal mencetak gol di turnamen besar. Bahkan Messi sempat dicemooh di depan pendukung sendiri untuk pertama kali dalam karirnya. Argentina tak mampu berbuat banyak setelah ditaklukkan sang juara Uruguay pada babak perempat final.

Piala Dunia 2014

Piala Dunia 2014

Setelah Argentina gagal total di Copa America 2011, Sergio Batista kemudian digantikan oleh Alejandro Sabella. Setelah pengangkatannya pada Agustus 2011, Sabella memberikan kepercayaan Messi untuk menjadi kapten tim.

Tugas Messi adalah membawa Argentina tampil bagus di Piala Dunia 2014 dan ia mampu melakukannya. Messi berhasil mengantarkan Tim Tango tampil di final. Namun impian Messi untuk meraih trofi internasional pertamanya kandas setelah Argentina takluk dari Jerman.

Copa America 2015

Copa America 2015

Satu tahun berselang, Messi kembali memimpin Argentina tampil di turnamen besar. Kali ini dalam ajang Copa America dengan Chile sebagai tuan rumah.

Messi berhasil mengantarkan negaranya ke final untuk menantang Chile. Namun La Pulga gagal mengangkat piala setelah Argentina kalah dalam adu penalti melawan tuan rumah.

Copa America Centenario

Copa America Centenario

Messi sempat absen membela Argentina di pertandingan perdana Copa America Centenario karena mengalami cedera. La Pulga baru turun di pertandingan kedua dan langsung mencetak hattrick ke gawang Panama.

Performa cemerlang Messi kembali berlanjut dengan mencetak lima gol di turnamen dan sekaligus mengantarkan Argentina ke final. Namun, Chile kembali membuat Argentina bertekuk lutut dalam adu penalti. Dalam babak tos-tosan, Messi gagal menjalankan tugasnya sebagai penendang pertama Argentina.

Ini merupakan kegagalan Messi dalam empat partai final yang pernah diikutinya. La Pulga kemudian memutuskan pensiun dari timnas setelah gagal mengantarkan Argentina meraih prestasi.