
Bola.net - Bola.net - Posisi Louis Van Gaal di Manchester United sedang tidak aman. Pria asal Belanda itu terancam dipecat setelah tidak mampu membawa timnya menang dalam delapan laga beruntun di semua ajang kompetisi.
Yang terbaru, Setan Merah hanya sanggup bermain imbang tanpa gol kala menjamu di Old Trafford. Sebelum itu bahkan United menelan empat kekalahan secara beruntun.
Bila tidak segera memperbaiki timnya bukan tidak mungkin Van Gaal akan segera meninggalkan kota Manchester. Namun, bukan kali pertama Van Gaal harus angkat kaki dari sebuah tim, baik secara sukarela atau dipaksa oleh manajemen.
Seperti apa kisah-kisah di balik perpisahan Van Gaal dengan klub-klub sebelumnya? Berikut selengkapnya.
Ajax Amsterdam

Selama tujuh tahun berada di Amsterdam Arena, Van Gaal berhasil membawa Ajax memenangkan banyak gelar seperti tiga gelar Eredivisie secara beruntun, satu Liga Champions, satu Piala UEFA dan satu Piala Super Eropa dengan hanya mengandalkan pemain muda.
Van Gaal meninggalkan Ajax setelah kontraknya berakhir di tahun 1997. Ia pergi dari Ajax dengan reputasi yang cukup bagus.
Barcelona

Meski meraih kesuksesan, namun kebersamaan Van Gaal di klub Catalan tidak berlangsung lama karena kerap tidak akur dengan media. Filosofi yang ia terapkan di Barcelona dianggap tak sesuai dan bertentangan dengan budaya sepakbola di sana.
Selain itu hubungan Van Gaal dengan para pemainnya seperti Rivaldo juga tidak harmonis. Pria asal Belanda itu akhirnya mengundurkan diri dari Barcelona pada 20 Mei 2000 setelah kalah dalam perburuan gelar La Liga dari Deportivo La Coruna.
Timnas Belanda

Namun yang terjadi justru Belanda tidak menjalani babak kualifikasi dengan maksimal karena banyaknya pemain yang cedera. Akibatnya Oranje tidak berhasil lolos karena poin yang mereka kumpulkan tidak mencukupi untuk berangkat ke Korea dan Jepang.
Ini merupakan kegagalan pertama Belanda lolos ke Piala Dunia sejak tahun 1986 lalu. Van Gaal akhirnya mengundurkan diri pada 31 Januari 2002 dan posisinya kemudian digantikan oleh Dick Advocaat.
Barcelona

Barcelona ketika itu berhasil menyamai rekornya di Champions League dengan 10 kali kemenangan beruntun. Meski demikian, mereka justru terpuruk ketika bermain di La Liga. Bahkan dalam 11 laga awalnya di musim tersebut, Barcelona hanya mampu mengemas empat kali menang, tiga kali seri dan tiga kali kalah.
Van Gaal akhirnya dipecat pada Januari 2003 setelah Barcelona berada di peringkat 12 dan hanya tiga poin dari zona degradasi.
AZ Alkmaar

Van Gaal kemudian mengambil alih kursi kepelatihan di AZ Almaark pada Januari 2005. Van Gaal langsung mampu mendongkrak performa klubnya dengan torehan runner-up Eredivisie pada musim 2005/06 dan finish ketiga di musim 2006/07.
Van Gaal akhirnya berhasil mengantarkan AZ menjadi juara Eredivisie di musim 2008/09 dengan tidak terkalahkan dalam 28 pertandingan yang melewati rekor klub pada musim 1980-81. Ia kemudian meninggalkan Belanda dan memulai petualangan baru di Jeman.
Bayern Munchen

Di musim berikutnya, Bayern tak mampu mempertahankan performa cemerlangnya seperti sebelumnya sehingga membuat kiprah pelatih asal Belanda itu di Jerman terhenti. Bayern mengumumkan mengakhiri kontrak Van Gaal pada 10 April 2011 setelah tak mampu menembus tiga besar di Bundesliga.
Timnas Belanda

Robin van Persie dkk berhasil lolos ke Piala Dunia 2014 di Brasil dan mampu menembus babak semifinal. Bahkan dalam perebutan tempat ketiga mereka mampu mengalahkan tuan rumah Brasil dengan skor telak 3-0. Kebersamaan Van Gaal dengan Timnas Belanda berakhir setelah ia menerima tawaran untuk menjadi manajer Manchester United pada awal musim 2014-15.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 4 April 2026 20:00Bayern Munchen Ikhlaskan Bintang Mereka Gabung Manchester United?
-
Liga Inggris 4 April 2026 19:00Kasihan! Impian Marcus Rashford Bersama Barcelona Bakal Kandas
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 5 April 2026 01:03 -
Liga Spanyol 5 April 2026 00:54 -
Liga Inggris 5 April 2026 00:46 -
Liga Inggris 5 April 2026 00:37 -
Liga Spanyol 5 April 2026 00:15 -
Liga Spanyol 4 April 2026 23:46
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546481/original/093900200_1775308550-Persebaya_vs_Persita.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5500251/original/094132900_1770847449-000_974E3FU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546473/original/070798600_1775308121-unnamed__55_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546439/original/023859300_1775300639-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5546425/original/053839400_1775297732-Potret_penggawa_pada_45_menit_pertama.______PSMPERSIS_-__LaskarSambernyawa.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546395/original/009180300_1775294144-Breath_of_Fire_IV_Steam_vs_GOG__Mana_yang_Lebih_Layak_Dibeli_.jpg)
