FOLLOW US:


Mode Siluman El Shaarawy Tak Terdeteksi Oleh Chelsea

01-11-2017 10:14
Mode Siluman El Shaarawy Tak Terdeteksi Oleh Chelsea
Stephan El Shaarawy © AS Roma

Bola.net - Chelsea tumbang di Stadio Olimpico. The Blues dipermak oleh tuan rumah AS Roma tiga gol. Stephan El Shaarawy memborong dua gol.

Pasukan Antonio Conte tak berdaya. Mereka dipaksa pulang ke London dengan tangan hampa dan kehilangan singgasana sebagai pemuncak klasemen sementara.

Chelsea pantas menyesali kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan, terutama kegagalan mendeteksi manuver-manuver El Shaarawy dengan mode silumannya.


Pemimpin klasemen Chelsea bertandang ke markas Roma pada matchday 4 Grup C Liga Champions 2017/18, Rabu (01/11). Chelsea dihantam 0-3 dan tergusur ke peringkat dua dengan selisih satu poin dari Roma (8-7).

Belum genap satu menit laga berjalan, Roma sudah unggul melalui tembakan kaki kanan El Shaarawy dari luar kotak penalti meneruskan headed pass Edin Dzeko. Pada menit 36, Roma menggandakan keunggulan, dan lagi-lagi El Shaarawy yang beraksi. Kali ini, penyerang Italia itu menuntaskan operan panjang Radja Nainggolan dari sektor kiri.

Kemenangan Roma ditegaskan oleh Diego Perotti dengan tembakan dari luar kotak penalti ke sudut kiri bawah gawang Thibaut Courtois.

Ketika bermain imbang 3-3 di Stamford Bridge pada matchday sebelumnya, Dzeko memborong dua gol dan satu gol lainnya dicetak oleh Aleksandar Kolarov. Kali ini, Dua gol El Shaarawy dan satu dari Perotti membuat Chelsea tersungkur di Olimpico.


Dipasang sebagai penyerang sayap kanan oleh pelatih Eusebio Di Francesco, El Shaarawy bermain brilian. Kegagalan barisan belakang Chelsea mendeteksi pergerakannya membuat dia bisa mencetak dua gol untuk Roma.

Gol pembuka El Shaarawy tercipta berkat 'kontribusi' Marcos Alonso.

Kolarov melepas operan panjang dari sektor kiri untuk Dzeko di depan kotak penalti. Bola terlalu tinggi bagi Dzeko untuk bisa dikontrol dengan baik. Dzeko hanya bisa memantulkan bola dengan kepala ke belakang.

Bola jatuh lebih dekat ke Alonso. Namun bek sayap kiri 26 tahun Spanyol itu seperti tak menyadari kalau ada El Shaarawy berlari di belakangnya. Merasa bisa menguasai bola, dia terlambat bereaksi. El Shaarawy pun langsung menyambar bola dengan kaki luarnya. Courtois tak bisa berbuat apa-apa, dan 1-0 untuk Roma. Alonso sendiri hanya bisa protes untuk handball Dzeko, yang tak pernah terjadi.




Gol itu, yang tercipta hanya 44 detik setelah kick off babak pertama, merupakan rekor bagi Roma. Gol tersebut merupakan gol tercepat sepanjang sejarah partisipasi Giallorossi di Liga Champions Eropa.


Gol kedua, El Shaarawy kembali beraksi. Kali ini, golnya melibatkan kelengahan Antonio Rudiger, yang hingga musim lalu masih berseragam Giallorossi. Salah pengertian dengan sang kiper jadi penyebabnya.

Diawali operan panjang Nainggolan dari sektor kiri, El Shaarawy memburu bola sambil ditempel ketat Cesar Azpilicueta. Bola sebenarnya mengarah ke Rudiger, tapi miskomunikasi dengan Courtois menjadi bencana. Ridger membiarkan bola lewat begitu saja. Rudiger sendiri pun seolah tidak sadar kalau El Shaarawy telah mengalahkan Azpilicueta dalam adu sprint. Hasilnya 2-0 untuk Roma.




Gol ketiga Roma oleh Perotti juga tercipta berkat 'kontribusi' pemain Chelsea. Gol ini lahir diawali error Cesc Fabregas, yang melakoni penampilan ke-100 di pentas Liga Champions.

Operan lemahnya bisa dipotong dengan mudah oleh Kolarov, yang kemudian mengirim bola kepada Perotti. Dia lalu bermanuver menghindari hadangan Pedro. Dikejar dua pemain Spanyol (Pedro dan Fabregas), penyerang sayap kiri Roma asal Argentina itu lalu melepas tembakan rendah dari luar kotak dan memaksa Courtois memungut bola dari gawangnya untuk kali ketiga.






Roma menghajar Chelsea tiga gol tanpa balas. Kemenangan ini pun tercatat sebagai kemenangan terbesar Roma atas wakil Inggris di Liga Champions.

Selain itu, kemenangan tersebut juga membawa Roma naik ke puncak klasemen sementara dengan perolehan delapan angka. Mereka unggul satu poin atas Chelsea di tangga kedua.

Roma sudah pasti finis minimal peringkat tiga. Dipadu hasil imbang 1-1 Atletico Madrid saat menjamu Qarabag, maka peluang Roma untuk lolos ke babak 16 besar pun semakin terbuka.





Pada matchday 5 yang digelar 22 November 2017, Roma akan tandang ke Atletico, sementara Chelsea melawat ke markas Qarabag. Pada matchday pemungkas, 5 Desember 2017, Roma akan menjamu Qarabag, sedangkan Chelsea meladeni Atletico di Stamford Bridge. (bola/gia)