FOLLOW US:


Luka Modric - Ruang dan Waktu Berada Dalam Genggamannya

01-08-2018 16:43
Luka Modric - Ruang dan Waktu Berada Dalam Genggamannya
Luka Modric © AFP

Bola.net - Ketika dia melepas operan dari kakinya, permainan pun mengalir seolah sepakbola adalah hal paling mudah di dunia.

Di Piala Dunia, di mana ruang seolah menghilang, padahal ukuran lapangan dari dahulu tidak berubah, dia menunjukkan sebuah keajaiban. Dia memberi nafas pada bola. Bola bergerak dengan kecepatan yang diperlukan, di manapun di atas lapangan.

Ruang dan waktu, yang sebelumnya seolah tidak ada, tiba-tiba terlihat.

Bisa mengendalikan ruang dan waktu seperti itu, berarti dia adalah pemain yang istimewa. Itu artinya dia adalah orang yang tahu, benar-benar tahu, bagaimana caranya bermain sepakbola.


Itulah sekilas penilaian Jorge Valdano (mantan stiker Argentina, Real Zaragoza, Real Madrid) tentang Luka Modric.

Modric, 32, adalah salah satu gelandang terbaik di generasinya. Dia adalah pilar generasi emas gelandang-gelandang Kroasia. Dia berada di jajaran pesepakbola terbaik sepanjang sejarah Kroasia.

Modric adalah playmaker yang dianugerahi kreativitas dan visi hebat. Pemain klub Real Madrid itu mampu mengubah alur pertandingan dengan operan-operan akurat, pergerakan, maupun tembakan jarak jauhnya.

Kesuksesan Kroasia mencapai final Piala Dunia pertamanya di Rusia 2018 tak bisa dilepaskan dari kontribusi Modric yang sangat signifikan. Modric memang hanya menyumbang dua gol dan satu assist dalam tujuh penampilan, termasuk sebuah gol indah ketika melumat Argentina di babak penyisihan grup, tapi itu bukanlah representasi kehebatan dia yang sebenarnya.

Dua gol serta satu assist yang diukir nomor 10 dan kapten Kroasia tersebut tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kerja kerasnya di lini tengah. Di lini ini, dia menunaikan tugasnya sebagai motor permainan. Di lini ini, dia memaksimalkan visi permainannya untuk mengatur tempo dan mengeksploitasi celah di barisan belakang lawan.

Setelah tiga extra time secara beruntun menuju final, Modric pun tetap bermain efektif saat melawan Prancis di partai puncak. Namun sayang dia gagal membawa Kroasia jadi juara dunia.

Konsolasi Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen dianugerahkan kepada Modric. Tak ada yang perlu diperdebatkan, dia memang pantas mendapatkannya.