FOLLOW US:


Pjanic dan Ilmu Free Kick Yang Diserap Dari Sang Ahli

19-10-2017 15:24
Pjanic dan Ilmu Free Kick Yang Diserap Dari Sang Ahli
Miralem Pjanic, Juninho Pernambucano © ist

Bola.net - Miralem Pjanic adalah pemain yang memiliki kemampuan istimewa dalam mengeksekusi tendangan bebas. Status sebagai salah satu eksekutor free kick terbaik dunia pun disematkan kepadanya.

Kemampuan tersebut tak didapatkannya begitu saja. Semua pasti ada prosesnya.

Satu tahun di Lyon bersama pemain yang diakui sebagai master untuk urusan ini bisa dibilang sebagai periode yang sangat menentukan. Dari sang ahli tersebut, dia menyerap ilmu yang sangat berharga.

Pemain yang dimaksud tak lain dan tak bukan adalah Juninho Pernambucano, mantan gelandang Brasil yang dikenal memiliki tendangan bebas mematikan.

"Mire selalu tertarik pada teknik tendangan bebas saya, terutama cara saya melatih teknik tersebut."

"Dia selalu bersama saya setelah sesi latihan tim selesai, untuk melatih tendangan bebas. Kami mendiskusikan banyak hal."


Juventus menjamu Sporting Lisbon di Allianz Stadium pada matchday 3 Grup D Liga Champions 2017/18, Kamis (19/10). Sempat tertinggal, Juventus akhirnya berbalik menang.

Gol bunuh diri Alex Sandro pada menit 12 memang sanggup menyentak publik Turin, tapi keunggulan tim tamu itu tak bertahan lama. Pada menit 12, Pjanic menyamakan kedudukan dengan senjata terkuatnya - tendangan bebas. Mario Mandzukic lalu membawa Bianconeri berbalik menang dengan gol yang dia cetak di menit 84.

Tendangan bebas Pjanic sendiri begitu indah. Free kick yang dieksekusinya dengan sempurna itu bahkan sanggup membuat kiper Rui Patricio terdiam di posisinya.



Pjanic mengawali karier profesional bersama klub Prancis Metz pada tahun 2007 silam. Setahun berselang, Pjanic hijrah ke Lyon. Setelah tiga musim memperkuat Lyon, Pjanic direkrut AS Roma, lalu berseragam Juventus sejak 2016.

Pjanic melakoni debut di Liga Champions bersama Lyon pada 24 Februari 2009, yakni dalam laga kandang melawan Barcelona. Partai leg pertama babak 16 besar itu berkesudahan imbang 1-1. Lyon unggul lewat tendangan bebas Juninho Pernambucano di menit 7, tapi bisa dibalas oleh Thierry Henry di menit 67.

Sejak debutnya itu, Pjanic telah mencetak tiga gol tendangan bebas di pentas Liga Champions. Yang pertama adalah ketika Lyon menang 4-0 atas tuan rumah Debrecen di fase grup musim 2009/10. Yang kedua adalah saat Roma imbang di kandang Bayer Leverkusen di fase grup musim 2015/16. Yang ketiga tentu saja kala Juventus menjinakkan Sporting 2-1 dini hari tadi.

Selama periode yang sama (sejak Februari 2009), torehan gol tendangan bebas Pjanic (3) di Liga Champions hanya kalah dari Cristiano Ronaldo (11) dan Willian (4). Namun Pjanic tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak gol-gol tendangan bebas di kompetisi ini dengan tiga tim berbeda (Lyon, Roma, Juventus).



Di Serie A, Pjanic sejauh ini telah mencetak 13 gol tendangan bebas. Dari semua itu, 11 dia ciptakan ketika masih memperkuat Roma, dan dua dengan seragam La Vecchia Signora. Dari situ kita bisa melihat kalau Pjanic adalah seorang eksekutor tendangan bebas yang hebat. Kehebatannya sendiri terasah sejak menjadi rekan Juninho di Lyon.

Pjanic memang hanya setahun bersama Juninho, karena Juninho hengkang dari Lyon pada 2009. Namun itu sudah cukup baginya untuk menimba ilmu dari sang master tendangan bebas.

Pada Oktober 2015 lalu, kepada L'Equipe, Juninho pernah bicara tentang Pjanic dan kemampuannya yang menurut dia sangat mengagumkan.

"Sulit membandingkannya dengan saya, karena saya tak suka terlalu banyak bicara tentang diri sendiri," kata Juninho waktu itu. "Namun Mire punya kemampuan yang mengagumkan. Dia mungkin adalah penendang bebas terbaik di dunia saat ini."

"Tidak, saya yakin -- dia adalah yang terbaik."

"Dia sangat efisien, dan yang paling penting dia konsisten. Itu bagian yang paling sulit. Dia punya banyak variasi dalam menendang. Dia mampu menembak dengan berbagai cara, tergantung jaraknya."

"Saya yakin kalau dia sudah bekerja sangat keras. Waktu itu (di Lyon), saya bilang kepadanya bahwa pengulangan adalah hal paling penting untuk menjadi seorang penendang bebas yang hebat."

"Itu memang melelahkan, tapi itu benar-benar yang paling penting."

"Mire selalu tertarik pada teknik tendangan bebas saya, terutama cara saya melatih teknik tersebut."

"Sayang sekali kebersamaan kami tidak lama, karena saya hengkang satu tahun setelah dia datang dari Metz pada 2008."

"Dia selalu bersama saya setelah sesi latihan tim selesai, untuk melatih tendangan bebas. Kami mendiskusikan banyak hal."

Teknik tendangan bebas Juninho, yang mencetak 44 gol untuk Lyon dengan spesialisasinya itu selama periode 2001-2009, dikenal sebagai knuckle ball. Dengan teknik itu, bola hampir tak memiliki spinning motion dalam lajunya. Knuckle shot yang sempurna membuat bola seperti bergoyang, arahnya sulit ditebak, dan sangat sulit bagi kiper manapun untuk menghentikannya.



Teknik tendangan bebas Pjanic sedikit berbeda. Dia lebih flamboyan dan mengutamakan akurasi dan presisi untuk menaklukkan para penjaga gawang. Kemampuan ini dia asah lewat latihan tekun dan berulang-ulang, seperti yang dilakukan bersama Juninho ketika di Lyon bertahun-tahun silam.

Pjanic pernah mengungkapkannya kepada La Gazzetta dello Sport. "Saya sering mempraktikkan tendangan bebas di latihan untuk meningkatkan akurasi."

"Namun saya tak pernah mengkhususkan pada lintasan bola, karena itu sudah ada di kepala saya. Saya selalu ingat jarak menuju gawang."



Andrea Pirlo, jagoan tendangan bebas lainnya dari Serie A, pernah 'berguru' kepada Juninho ketika bersama Italia di Piala Dunia 2014 Brasil. Juninho dan Pirlo menghabiskan waktu dua jam untuk berlatih bersama sebelum laga perdana Azzurri melawan Inggris.

Pirlo langsung menerapkannya di pertandingan dan dia hampir mencetak sebuah gol berkelas ke gawang Joe Hart dengan tendangan bebasnya.

Jauh sebelum itu, Pjanic sudah terlebih dahulu menyerap langsung ilmu darinya. Ilmu itu kemudian dia kembangkan sendiri dan terus-menerus dia asah.

Sekarang, murid bernama Miralem Pjanic tersebut telah tumbuh menjadi seorang master - sama seperti mantan mentornya di masa silam. (bola/gia)