Sang Pangeran Terbuang, The 'Raul' Madrid

Sang Pangeran Terbuang, The 'Raul' Madrid
Raul Gonzales (c) ap

Bola.net - - Oleh: Fajar Rahman Setiap tim pasti memiliki maskot. Yaitu seorang pemain yang memiliki sifat, prinsip dan nilai-nilai yang mewakili timnya. Seorang pemain yang mampu membangkitkan semangat timnya. Seorang pemimpin yang diberi hak istimewa untuk mengenakan ban kapten di lengannya, bukan hanya dengan kata-kata, teriakan di lapangan atau menjadi juru bicara saat konferensi pers, akan tetapi juga memberi contoh kepada rekan-rekannya. Untuk Real Madrid, maskot itu adalah seorang pemain bernama Raul Gonzalez Blanco. Bagi Los Blancos, adalah seorang pemain yang memiliki catatan sejarah yang hebat di klub tersebut, dan sulit untuk dipecahkan oleh pemain generasi berikutnya. Ia mampu memecahkan rekor dari pemain-pemain bersejarah yang dimiliki Real. Rekor yang sebelumnya dimiliki nama-nama pemain hebat klub itu seperti Alfredo Di Stefano, Emilio Butragueno, Michel, dan Hugo Sanchez berhasil ia patahkan.

Dengan usia 17 tahun 4 bulan ia sudah menciptakan rekor untuk menjadi pemain Los Blancos termuda di tim senior, selanjutnya ia menjadi pemegang rekor top skor Liga Champions dan top skor Real Madrid sepanjang masa adalah beberapa rekor yang ia miliki dengan klub ini, yang menjadikan namanya terukir indah di trophy room Santiago Bernabeu. Sedangkan bagi negaranya, ia juga memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak untuk level internasional, meskipun kini rekor itu sedang dibuntuti oleh David Villa. Pada tahun 2001, namanya masuk dalam nominasi peraih Ballon D'Or namun sayang, yang hingga kini masih menjadi misteri tersendiri dalam ajang tersebut, ia kalah tipis dalam voting yang dilakukan oleh para jurnalis, yang lebih memilih nama Michael Owen dari sebagai pemenang penghargaan tersebut.

Raul dengan tim nasional Spanyol.
Namun seiring terpilihnya kembali Florentino Perez sebagai presiden dengan program Los Galaticos edisi kedua, yang membawa Jose Mourinho untuk menukangi Real, prestasi dan jasa Raul yang disebut di atas seolah tak berarti. Meski sebelumnya pernah mengutarakan akan mempertahankan Raul, The Special One akhirnya tidak memilih kaki pemain berusia 33 tahun itu, yang dianggapnya sudah terlalu tua untuk diikutkan dalam skuad reinkarnasi kejayaan Madrid. Di era sepak bola modern seperti ini, sangat sulit untuk mencari striker berkelas yang bisa disejajarkan dengan Raul. Nama-nama seperti Cristiano Ronaldo, Zlatan Ibrahimovic, atau Lionel Messi memang memiliki aksi individu yang menawan dan mampu menghibur penonton, namun mereka tidak memiliki apa yang dimiliki seorang Raul. Konsistensinya untuk sebuah klub, attitude saat di lapangan, menghormati wasit ataupun lawan, dan sikap low profile yang dimilikinya adalah beberapa hal yang tidak dipunyai bintang-bintang yang bertaburan di jagat sepak bola modern sekarang ini. Akan pantas rasanya jika kita menghargai Raul dengan kalimat berikut, "If you want to find a real star on Madrid, the man is Raul, The Raul Madrid." Kini sang pangeran itu terbuang dari gemerlap bintang di Madrid, dengan sisa-sisa kekuatannya ia dijual ke klub Bundesliga, Schalke 04 dengan durasi kontrak untuk 2 musim ke depan, meski sebenarnya ia ingin mengakhiri karirnya suatu saat nanti di Liga Premier Inggris.
Raul resmi berbaju Schalke.
Selamat jalan Raul, tetaplah menjadi pangeran dalam dunia sepak bola, tetap tunjukkan kepada dunia bahwa sepak bola bukanlah permainan untuk mencari kemenangan dengan menghalalkan segala cara. Tunjukkan bahwa dengan sikap rendah hati dalam bermain sepak bola, seorang pemain tetap bisa mendapatkan kehormatan.

Berita Terkait