Superclasico, Peluang Terakhir Albiceleste

Superclasico, Peluang Terakhir Albiceleste
Diego Maradona, harus kalahkan Brasil di laga superclasico. (c)AP

Bola.net - -
Oleh: Zulfikar Aleksandri

Kalahkan Brasil di laga superclasico, sekarang atau tidak sama sekali untuk Argentina. Tidak ada pertandingan yang lebih besar dari segi gengsi dan rivalitas dibandingkan matchday 14 kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Amerika Selatan antara tuan rumah Argentina menghadapi Brasil. Albiceleste yang kini dilatih "dewa" sepak bola Argentina, Diego Maradona, tidak sabar untuk mengalahkan Selecao yang datang ke Rosario dengan status mentereng, juara dunia lima kali, juara Piala Konfederasi 2009, dan pemuncak klasemen Zona Comnebol (Amerika Selatan). Gagal meraih poin penuh dari Brasil berarti peluang Argentina lolos ke Afrika Selatan tahun depan semakin tipis karena posisi Lionel Messi dkk di klasemen kini hanya menghuni peringkat empat, batas terakhir tim yang lolos otomatis ke Piala Dunia 2010. Sejak menunjuk Diego Maradona sebagai pelatih Albiceleste tahun lalu, Argentina menunjukkan prestasi yang tidak stabil. Awal tahun ini, Argentina yang mengoleksi 22 poin dari 14 pertandingan kalah dari dua tim yang tergolong lemah di kawasan Amerika Selatan, yakni Ekuador dan Bolivia. Kekalahan 1-6 dari Bolivia merupakan hasil memalukan dan menjadi catatan buruk dalam sejarah sepak bola Argentina Duel superclasico lawan Brasil sudah jauh hari dipersiapkan Argentina, salah satunya dengan memilih lokasi pertandingan di Stadion Gigante de Arroyito, Rosario, yang dikenal memiliki atmosfer lebih untuk memberi tekanan pada lawan. Namun Brasil pernah meraih hasil imbang tanpa gol di stadion ini pada Piala Dunia 1978. Argentina membutuhkan lebih dari dukungan suporter untuk mengalahkan Brasil. Lionel Messi dkk harus fokus pada pertandingan mereka sendiri karena dukungan publik tuan rumah bisa berbalik menjadi tekanan ketika strategi yang direncanakan Maradona tidak berjalan dan Brasil lebih menguasai pertandingan, lebih buruk lagi bila Brasil mampu unggul atau mencuri gol terlebih dulu. Maradona tampak tidak ingin berjudi dengan kematangan dan agresivitas yang dimiliki Brasil. Pemain-pemain senior dipanggil ke skuad Tango, seperti Juan Sebastian Veron dan Martin Palermo. Khusus bagi Palermo, ini merupakan "debut"nya setelah sembilan tahun absen membela Argentina. Bila Argentina kalah dari Brasil, Albiceleste berpotensi absen di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak tahun 1970. Ujian Sesungguhnya Samba Meski sempat diserang dengan komentar-komentar dan provokasi, Brasil terlihat lebih tenang menghadapi partai superclasico ini. Hasil-hasil pertandingan yang diraih Brasil sepanjang tahun 2009 ini menjadi bukti Robinho dkk sedang on fire. Saat menjuarai Piala Konfederasi 2009 di Afrika Selatan dua bulan lalu, Brasil sempat menang telak 3-0 atas juara dunia 2006, Italia. Namun Dunga paham bahwa hasil di Piala Konfederasi tidak bisa dijadikan acuan menghadapi Argentina yang mampu menahan imbang Brasil tanpa gol pada pertemuan pertama 18 Juni 2008 lalu. Dalam dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia terakhir di Argentina, Brasil selalu kalah, yakni 1-2 pada 2001 dan 1-3 di tahun 2005. Catatan negatif tersebut tidak dipermasalahkan Dunga karena Kaka dkk telah menunjukkan penampilan maksimal saat menang telak 4-0 atas tuan rumah Uruguay di Motevideo awal tahun ini. Setelah beberapa kali membongkar pasang pemain, Dunga akhirnya menemukan komposisi pemain inti Brasil, salah satunya dengan peran sentral Felipe Melo di lini tengah Selecao. Satu hal yang perlu diwaspadai Brasil, seperti kekhawatiran bek tengah mereka, , bahwa Argentina akan menggunakan semua trik dan upaya yang mungkin dilakukan untuk memenangkan pertandingan penuh gengsi ini. Perseteruan Argentina dan Brasil bahkan melebar ke luar lapangan, ketika dua legenda sepak bola mereka, Diego Maradona dan Pele, saling serang komentar. "Saya lebih hebat dari Pele," aku Maradona yang juga menambahkan, "Argentina memiliki pemain yang lebih baik dari yang dimiliki Brasil," Pele pun menimpali, "Saya percaya dengan Brasil, kami selalu lebih unggul dari setiap lawan, termasuk Argentina," seraya menambahkan, "Kita semua sudah tahu siapa Maradona sesungguhnya. Apa yang dikatakannya tidak perlu ditanggapi," Perang kata-kata antara dua kubu menunjukkan bagaimana keras dan tingginya tensi persaingan yang akan terbawa ke lapangan pertandingan saat Albiceleste menghadapi Samba.

Berita Terkait