FOLLOW US:


Tiga Monster Meneror Glasgow

13-09-2017 13:25
Tiga Monster Meneror Glasgow
Kylian Mbappe, Neymar, Edinson Cavani © AFP

Bola.net - Tidak sia-sia PSG menggelontorkan uang €222 juta untuk memboyong Neymar dari Barcelona dan €180 juta untuk membajak Kylian Mbappe dari AS Monaco musim panas ini. Bersama Edinson Cavani, mereka telah membentuk trio monster di lini serang sang raksasa Paris.

Di Liga Champions musim ini, Celtic mendapatkan 'kehormatan' dengan menjadi korban pertama trident maut milik PSG.

The Bhoys diteror dan dicabik-cabik di Celtic Park. Dengan skor akhir 0-5, klub asal Glasgow, Skotlandia, itu pun dipaksa menelan kekalahan kandang terbesar sepanjang sejarah partisipasi mereka di kompetisi Eropa.

Celtic menjamu PSG di matchday pembuka Grup B Liga Champions 2017/18, Rabu (13/9). Celtic tumbang lima gol tanpa balas. Bagi PSG, ini adalah modal bagus untuk bersaing dengan Bayern Munchen, yang pada laga Grup B lainnya menang 3-0 menjamu Anderlecht di Allianz Arena.

Neymar, Mbappe dan Cavani menjadi aktor utama di balik kemenangan telak PSG atas Celtic.


Neymar membuka keunggulan PSG memanfaatkan assist Adrien Rabiot di menit 19. Pada menit 34, Neymar merancang assist untuk gol Mbappe. PSG memimpin 3-0 sebelum jeda lewat penalti Cavani di menit 40. Les Parisiens menang meyakinkan berkat bunuh diri Mikael Lustig menit 83 dan gol kedua Cavani lewat assist Layvin Kurzawa menit 85.



"Kami mendominasi tidak hanya di tengah, tapi di seluruh area. Yang membuat saya benar-benar puas adalah karena kami bisa mengendalikan laga tidak cuma dengan bola, namun juga saat tidak menguasai bola," kata pelatih PSG Unai Emery seperti dilansir UEFA.com.


TRIDENT PSG UNJUK KETAJAMAN
Cavani, Mbappe dan Neymar melepaskan total lima tembakan tepat sasaran dalam laga ini. Dari lima shots on target itu, empat sukses dikonversi menjadi gol ke gawang Celtic.


Rinciannya sebagai berikut:
Cavani - 3 Shots on target, 2 gol
Mbappe - 1 Shot on target, 1 gol
Neymar - 1 Shot on target, 1 gol.


Kiper Craig Gordon telah melalui sebuah laga yang pasti tak ingin diingatnya. Performa buruknya di bawah mistar, oleh WhoScored diberi rating 5,3 dari 10, terburuk di antara semua pemain dalam laga ini. Rating tertinggi diraih oleh Neymar, yakni 9,4.


KEKALAHAN VS MILAN DAN JUVENTUS LEWAT
Kekalahan 0-5 melawan PSG ini menjadi kekalahan kandang terbesar Celtic di kompetisi Eropa. Kekalahan telak Celtic melawan AC Milan dan Juventus di masa silam pun kini seolah tidak ada apa-apanya.

Sebelum ini, kekalahan kandang terburuk Celtic di Eropa adalah dengan skor 0-3. Celtic mengalaminya tiga kali.

Tiga kekalahan itu mereka dapatkan saat melawan Milan di fase grup Liga Champions 2013/14 dan Juventus di leg pertama babak 16 besar musim 2012/13 (agregat 0-5). Satu kekalahan lainnya mereka rasakan ketika melawan PSG di leg kedua babak 16 besar UEFA Cup Winners' Cup 1995/96 (agregat 0-4).




"Saya tak tak mencemaskan rekor itu," kata manajer Celtic Brendan Rodgers. "Malam ini, kami menghadapi lawan kelas dunia."

INSTING PEMBUNUH CAVANI
Dengan merobek gawang Celtic, berarti Cavani selalu mencetak gol dalam lima penampilan terakhirnya di Liga Champions. Striker 30 tahun Uruguay tersebut memulai streak ini dari laga melawan Arsenal di fase grup musim lalu, disambung dengan bentrokan melawan Ludogorets, kemudian dua leg menyakitkan lawan Barcelona di babak 16 besar.


5 Penampilan terakhir Edinson Cavani di UCL:
23/11/16 Arsenal 2-2 PSG (1 gol)
06/12/16 PSG 2-2 Ludogorets (1 gol)
14/03/17 PSG 4-0 Barcelona (1 gol)
08/03/17 Barcelona 6-1 PSG (1 gol)
13/09/17 Celtic 0-5 PSG (2 gol).

Cavani pun kini menjadi pemain tertajam PSG di Eropa dengan torehan total 22 gol sejak bergabung dari Napoli pada awal musim 2013/14.


"Saya bermain bersama dua atau tiga pemain yang fantastis saat ini. Saya harus memanfaatkannya dan harus terus rendah hati untuk bisa terus seperti ini, seperti yang sudah kami lakukan sejak awal musim," kata Cavani, yang merasa beruntung bisa punya partner seperti Mbappe dan Neymar.

KEMBALINYA MIMPI BURUK CELTIC YANG BERNAMA NEYMAR
Saat masih memperkuat Barcelona, Neymar menjadi mimpi buruk bagi Celtic. Kali ini, setelah berseragam PSG, penyerang 25 tahun Brasil tersebut kembali memberi masalah yang sama.

Sebelum ini, Neymar sudah terlibat langsung dalam terciptanya 10 gol melawan Celtic di Liga Champions, lebih banyak daripada melawan tim-tim lain. Kontribusinya itu berupa empat gol dan enam assist dalam empat penampilan bersama Barcelona di fase grup 2013/14 serta 2016/17.


Dengan tambahan satu gol dan satu assist dalam laga ini, berarti Neymar sudah terlibat langsung dalam terciptanya 12 gol melawan Celtic di kompetisi ini (lima gol, tujuh asssist).

"Saya sangat senang. Ini pertandingan yang fantastis, juga kemenangan yang penting," kata Neymar.

Tentang Mbappe, dia berujar: "Selalu menyenangkan bisa bermain dengan pemain-pemain hebat, meski dia muda. Bagi saya, dia pemain hebat dan punya potensi untuk jadi lebih baik lagi."

SINAR MBAPPE SANG WONDERKID
Mbappe turut mencatatkan sebuah statistik istimewa berkat gol Liga Champions perdananya dengan seragam PSG.

Di usia yang baru 18 tahun, penyerang Prancis itu sudah mencetak gol Liga Champions untuk dua klub berbeda, yakni AS Monaco (6 gol musim lalu) dan PSG musim ini.

Dia adalah remaja pertama (U-20) yang mampu melakukannya.


TENDANG SAJA
Saat timnya tertinggal 0-3, salah seorang fan Celtic ada yang menerobos masuk ke lapangan dan berusaha menendang Mbappe, tapi tidak kena. Mungkin dia kesal dan ingin melampiaskannya.





Aksinya langsung dihentikan oleh para stewards di Celtic Park dan dia pun diamankan.

Ulah fan nekat ini bisa membuahkan sanksi dari UEFA. Lengkap sudah penderitaan mereka. (bola/gia)