8 SSB Tampil di Liga Apacinti Topskor U-15

8 SSB Tampil di Liga Apacinti Topskor U-15
Yeyen Tumena (kiri). (c) Eggi Paksha
Bola.net - Sebanyak delapan Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Jabodetabek dan Bandung, memastikan segera bersaing untuk memperebutkan trofi Liga Apacinti Topskor U-15. Para pesertanya adalah Sepak Bola Inti Olahraga Prima (ASIOP)-Apacinti, Uni Bandung, Jakarta Football Academy, Villa 2000, Tunas Patriot, Pelita Jaya, Benteng Muda dan Pesigawa.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Yeyen Tumena, SSB yang diundang merupakan SSB dengan tradisi segudang prestasi. Liga Apacinti Topskor U-15, nantinya akan menggunakan format kompetisi penuh. Artinya, setiap tim akan saling bertemu dua kali dengan status kandang dan tandang di Lapangan A Senayan, Jakarta, setiap dua pekan sekali. Sedangkan status tim jawara, ditentukan berdasarkan raihan poin tertingi di kompetisi.

"Kami berharap, Liga Apacinti Topskor U-15, mampu menjadi kompetisi yang cukup bergengsi di antara SSB di Jabodetabek dan Bandung. Diharapkan, banyak muncul bibit muda yang bisa diterjunkan dalam U-15 AFF pada September 2013. Lalu, kualifikasi U-16 pada bulan Oktober," terang Yeyen.

"Kick off dimulai 13 Januari dan akan berakhir pada 14 Juni 2013. Durasi pertandingan, mengacu pada standar FIFA dan AFC untuk usia muda yakni 2x35 menit. Kami menyesuaikan jadwal pertandingan dengan waktu sekolah para peserta. Karena itu, pertandingan hanya digelar setiap dua pekan atau setiap Sabtu," sambungnya.

Dilanjutkannya, pendaftaran kontestan Liga Apacinti Topskor U-15, dimulai 17-31 Desember 2012. Dilanjutkan dengan screening para pemain tim peserta pada 4-6 Januari 2013 dan pertemuan teknik pada 7 Januari 2013.

"Dalam satu hari, akan ada empat pertandingan. Meski menggunakan format home and away, namun pertandingan tetap digelar di satu lapangan, yakni Lapangan A Senayan, notabene milik ASIOP Apacinti," sambungnya.

"Setiap tim, berhak mendaftarkan 25 pemainnya. Namun, satu minggu sebelum pertandingan, akan dikerucutkan menjadi 21 pemain," imbuhnya.

Sementara itu, Ade Prima Syarif Direktur ASIOP Apacinti menambahkan, menjamurnya SSB akan sia-sia tanpa pengelolaan kompetisi usia muda yang terarah dan berkesinambungan. Selain itu, gengsi kompetisi tersebut diharapkan mampu memicu motivasi anak didik di masing-masing SSB untuk mengembangkan potensi.

"Kami berharap, para peserta mampu tampil sportif. Sebab, inilah wadah agar mereka mampu melangkah ke jenjang yang lebih tinggi hingga menjadi pesepakbola profesional dan kompeten," pungkasnya. (esa/mac)

Berita Terkait