Radja Nainggolan Hanya Bisa Menyesal, Kalau Waktu Bisa Diputar Ia Ingin Membela Timnas Indonesia ketimbang Belgia

Radja Nainggolan Hanya Bisa Menyesal, Kalau Waktu Bisa Diputar Ia Ingin Membela Timnas Indonesia ketimbang Belgia
Radja Nainggolan ketika diperkenalkan sebagai pemain baru Bhayangkara FC pada 2023 silam. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Radja Nainggolan mengungkapkan penyesalan atas pilihannya terkait karier internasional bersama Timnas Belgia. Ia menyebut keputusan di masa lalu terasa berbeda ketika melihat bagaimana perjalanannya berakhir.

Pernyataan itu disampaikan Nainggolan dalam wawancara di program De Tafel van Gert yang kemudian dikutip oleh media Belanda Voetbal Primeur. Ia secara terbuka membahas kekecewaannya terkait situasi di Belgia.

Nainggolan mengaku kecewa karena tidak masuk dalam skuad Belgia untuk Piala Dunia 2018. Keputusan tersebut menjadi salah satu titik balik dalam hubungannya dengan Rode Duivels.

"Saya sangat terpukul dengan hal itu. Saya telah mengorbankan hidup saya untuk bisa bermain bagi Rode Duivels. Saya sempat mengatakan hal ini sebelumnya," ujar Nainggolan.

Berselisih dengan Pelatih Belgia

Berselisih dengan Pelatih Belgia

Pemain Belgia, Joaquin Seys dan Axel Witsel, merayakan kemenangan atas Amerika Serikat dalam laga uji coba internasional di Atlanta (c) AP Photo/Mike Stewart

Situasi tersebut tidak lepas dari konflik yang terjadi antara dirinya dengan pelatih Belgia saat itu, Roberto Martinez. Perselisihan itu membuat karier internasionalnya bersama Rode Duivels berakhir pada Maret 2018.

Nainggolan kemudian menyebut bahwa jika mengetahui akhir ceritanya, ia akan mengambil pilihan berbeda sejak awal. Ia menyinggung kemungkinan untuk lebih cepat memilih Timnas Indonesia.

"Jika saya tahu semuanya akan berakhir seperti ini, maka saya akan lebih cepat memilih Indonesia. Saya bangga menjadi orang Belgia," kata Nainggolan.

Garis Keturunan Batak

Pemain kelahiran Antwerp, Belgia, pada 4 Mei 1988 itu memiliki garis keturunan Indonesia dari ayahnya, Marius Nainggolan yang suku batak. Latar belakang tersebut sempat membuka peluang baginya untuk membela Timnas Indonesia.

Dalam perjalanan kariernya, Nainggolan juga pernah merasakan bermain di Indonesia. Ia sempat memperkuat Bhayangkara FC selama setengah musim pada akhir 2023 hingga pertengahan 2024.

"Saya bermain sepak bola di Indonesia selama enam bulan. Rasa hormat dan apresiasi yang saya terima dari masyarakat di sana benar-benar berbeda jauh dibandingkan dengan dunia sepak bola Belgia," tutur Nainggolan.

"Pada 2018 saya tidak dibawa ke Piala Dunia karena dianggap akan menimbulkan masalah di bangku cadangan. Itu omong kosong besar. Saat itu saya bilang, kalau begitu sudah selesai," imbuhnya.