FOLLOW US:


Akui Merugi, PT LI Lakukan Efisiensi dan Rasionalisasi

26-10-2015 18:51
Akui Merugi, PT LI Lakukan Efisiensi dan Rasionalisasi
Joko Driyono © Eggi Paksha
Bola.netBola.net - Mandeknya Liga Indonesia di dalam negeri membuat PT Liga Indonesia (PT LI) selaku operator liga tidak memiliki pendapatan. Hal tersebut membuat PT LI harus berpikir keras untuk memangkas biaya dari sejumlah program kerja.

CEO PT LI, Joko Driyono, mengatakan hingga kini telah mengalami kerugian mencapai Rp7,5 miliar lantaran Kompetisi yang tidak dapat dijalankan.

"Kami harus menutup program pengembangan ke Jepang dan Spanyol. Outsourcing kaitan dengan IT, sistem administrasi ditahan. Kemungkinan juga efisiensi dan restruktur di Liga, seperti karyawan serta mencoba opsi lainnya," katanya.

"Bahkan, Mei 2015 merupakan RUPS terakhir. Kalau dilihat lagi, Mei-Oktober semua tidak bisa dieksekusi. Program yang direncanakan terkait dengan agenda kompetisi, diketahui tidak memperoleh izin. Hal ini kami sampaikan setelah diskusi dengan pemegang saham (klub ISL dan PSSI). Sebenarnya, ini menjadi data rahasia. Kisarannya, bahwa Liga Indonesia mengalami kerugian berjalan sudah Rp7,5 miliar dalam tahun 2015," sambungnya.

Akibat hal tersebut, PT LI bersama pemegang saham menyepakati beberapa hal untuk meminimalisir kerugian yang mereka tanggung.

"Harus efisiensi dan rasionalisasi. Tapi spirit harus fokus ke dua program berikutnya. Permintaan direksi untuk melakukan evaluasi dan tindakan-tindakan yang diperlukan hingga pemutusan kontrak komersial yang existing agar bisnis Liga Indonesia memiliki peluang setelah semuanya normal," imbuhnya.

"Pemegang saham juga setuju bahkan meminta direksi mengambil terobosan berupa aksi korporasi. Salah satu opsinya, melakukan kemitraan strategis terhadap bisnis Liga. Esensinya PT Liga sebagai legal entity yang independen sehingga harus membedakan antara aktivitas bisnis dengan polemik dan konflik. Liga Indonesia punya terobosan untuk terus hidup," tutupnya.