FOLLOW US:


Asisten Pelatih Arema FC Nilai Kompetisi Tanpa Degradasi Bakal Kurang Menarik

29-07-2020 20:28

 | Serafin Unus Pasi

Asisten Pelatih Arema FC Nilai Kompetisi Tanpa Degradasi Bakal Kurang Menarik
Duel antara pemain muda Arema FC, Feby Eka Putra, dan bek senior Persib Bandung, Supardi Nasir, kala kedua tim bertemu di pekan kedua Shopee Liga 1 2020 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (8/3/2020). © Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Tidak adanya degradasi pada lanjutan Shopee Liga 1 musim 2020 dinilai akan mengurangi nilai dari kompetisi. Hal tersebut diungkapkan Asisten Pelatih Arema FC, Charis Yulianto.

"Tidak adanya degradasi, sebenarnya akan membuat kompetisi kurang menarik," ungkap Charis Yulianto.

"Saya pun kurang setuju juga dengan ide ini," sambungnya.

Namun, Charis menyebut, tak ada pilihan lain bagi kompetisi ini selain mengubah sejumlah kelaziman, termasuk meniadakan degradasi. Pasalnya, menurut pelatih berusia 42 tahun tersebut, kondisi saat ini mengharuskan demikian.

"Namun, ini kan mencakup semua hal. Saat ini, situasi masih seperti ini," tuturnya.

"Tim-tim luar Jawa pun harus main di Jawa. Saya rasa, kita ikuti saja aturan yang dibuat PSSI," Charis menambahkan.

Sebelumnya, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sudah memastikan bahwa Shopee Liga 1 musim 2020 bakal dilanjutkan lagi mulai 1 Oktober 2020 mendatang.

Ada sejumlah wacana dan aturan yang mengiringi kelanjutan kompetisi ini. Selain tak menerapkan aturan degradasi, kompetisi ini juga dihelat tanpa penonton.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1

Lebih Plong

Sementara itu, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengaku sempat mempertanyakan tiadanya degradasi pada musim ini. Namun, ia akhirnya menerima jika kompetisi musim ini tak menerapkan aturan degradasi.

"Mulanya, kami sempat bertanya-tanya dengan adanya wacana kompetisi tanpa degradasi," ungkap Ruddy, pada Bola.net.

"Namun, setelah menelaah maksud dari tiadanya degradasi pada musim ini, kami tak menganggapnya sebagai sebuah masalah," sambungnya.

Menurut Ruddy, ada sejumlah alasan di balik munculnya wacana kompetisi tanpa degradasi ini. Salah satunya, sambung manajer berusia 48 tahun tersebut, adalah untuk menghilangkan kerisauan klub harus bertanding di tengah pandemi seperti ini.

"Tanpa degradasi, klub bisa lebih plong dalam mengikuti kompetisi," ucap Ruddy.

"Kita harus sama-sama maklum dengan hal ini. Maklum saja, kondisi belum lagi pulih, sedangkan kompetisi harus segera berjalan lagi," imbuhnya.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)