
Bola.net - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Haryo Yuniarto, menolak dikait-kaitkan sebagai pihak yang berada di balik pemecatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Halim Mahfudz.
Haryo menegaskan, pemecatan tersebut sepenuhnya merupakan wewenang dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Halim dipecat usai Djohar Arifin memimpin rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2) lalu.
"Kalau mendukung, itu sudah pasti. Sebab, Halim Mahfudz sudah sangat melampaui kewenangannya. Seolah-olah, dirinya merasa sebagai Ketum dan Exco sehingga dapat dengan mudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sejatinya bukan kapasitasnya," ujar Haryo yang juga menjabat Ketua Sport and Law di Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tersebut.
Haryo mengatakan, Halim seharusnya dapat bersikap bijaksana dengan mengikuti aturan yang berlaku. Apalagi, konflik di pentas sepak bola nasional, sudah diurusi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Sehingga, apa yang diminta Menpora, seharusnya bisa dijalankan dan bukan diputar balikkan.
Salah satu kesalahan Halim Mahfudz, dikatakan Haryo, ketika empat Exco terhukum, La Nyalla Mahmud Matalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Tonny Aprilani kembai ke PSSI, tidak perlu lagi diatur-atur dan diberikan syarat. Hal itulah, dilanjutkannya, yang membuat prahara sepak bola nasional semakin tak berujung.
"Dia (Halim Mahfudz) orang baru di organisasi, tapi merasa memiliki wewenang luar biasa. Dan itu, harus diluruskan. Sebab, semua tindakan harus sesuai pada aturan," tukasnya.
Kecenderungan menganggap Haryo berada di balik pemecatan Halim, sebenarnya cukup beralasan. Faktanya, seperti yang terjadi pada kasus pemain tim nasional Indonesia, Diego Michiels.
Haryo secara tegas meminta kepada pihak kepolisian untuk tetap mengurung Diego dengan alasan bahwa pemain naturalisasi asal Belanda tersebut, telah terbukti melakukan penganiayaan.
Padahal, tenaga pemain yang berposisi bek tersebut, sangat dibutuhkan untuk memperkuat Indonesia di ajang Piala AFF 2012.
"Kalau kasus tersebut, memang benar adanya. Saya yang meminta kepada Kapolsek Tanah Abang dan Kapolres Jakarta Pusat melalui pesan singkat (SMS) untuk tidak mengeluarkan izin penangguhan penahanan Diego Michiels. Tapi, bukan karena persoalan pemukulannya, melainkan pelajaran agar para atlet memiliki disiplin yang tinggi, tidak keluar malam hari, atau keluar di waktu yang tidak ditentukan manajemen klub atau Timnas," paparnya.
"Kami ingin pesepakbola lainnya dapat mengambil contoh tersebut. Semua perbuatan, ada konsekuensinya," tuntasnya. (esa/dzi)
Haryo menegaskan, pemecatan tersebut sepenuhnya merupakan wewenang dari Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Halim dipecat usai Djohar Arifin memimpin rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (27/2) lalu.
"Kalau mendukung, itu sudah pasti. Sebab, Halim Mahfudz sudah sangat melampaui kewenangannya. Seolah-olah, dirinya merasa sebagai Ketum dan Exco sehingga dapat dengan mudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sejatinya bukan kapasitasnya," ujar Haryo yang juga menjabat Ketua Sport and Law di Komite Olimpiade Indonesia (KOI) tersebut.
Haryo mengatakan, Halim seharusnya dapat bersikap bijaksana dengan mengikuti aturan yang berlaku. Apalagi, konflik di pentas sepak bola nasional, sudah diurusi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Sehingga, apa yang diminta Menpora, seharusnya bisa dijalankan dan bukan diputar balikkan.
Salah satu kesalahan Halim Mahfudz, dikatakan Haryo, ketika empat Exco terhukum, La Nyalla Mahmud Matalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw dan Tonny Aprilani kembai ke PSSI, tidak perlu lagi diatur-atur dan diberikan syarat. Hal itulah, dilanjutkannya, yang membuat prahara sepak bola nasional semakin tak berujung.
"Dia (Halim Mahfudz) orang baru di organisasi, tapi merasa memiliki wewenang luar biasa. Dan itu, harus diluruskan. Sebab, semua tindakan harus sesuai pada aturan," tukasnya.
Kecenderungan menganggap Haryo berada di balik pemecatan Halim, sebenarnya cukup beralasan. Faktanya, seperti yang terjadi pada kasus pemain tim nasional Indonesia, Diego Michiels.
Haryo secara tegas meminta kepada pihak kepolisian untuk tetap mengurung Diego dengan alasan bahwa pemain naturalisasi asal Belanda tersebut, telah terbukti melakukan penganiayaan.
Padahal, tenaga pemain yang berposisi bek tersebut, sangat dibutuhkan untuk memperkuat Indonesia di ajang Piala AFF 2012.
"Kalau kasus tersebut, memang benar adanya. Saya yang meminta kepada Kapolsek Tanah Abang dan Kapolres Jakarta Pusat melalui pesan singkat (SMS) untuk tidak mengeluarkan izin penangguhan penahanan Diego Michiels. Tapi, bukan karena persoalan pemukulannya, melainkan pelajaran agar para atlet memiliki disiplin yang tinggi, tidak keluar malam hari, atau keluar di waktu yang tidak ditentukan manajemen klub atau Timnas," paparnya.
"Kami ingin pesepakbola lainnya dapat mengambil contoh tersebut. Semua perbuatan, ada konsekuensinya," tuntasnya. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:59Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN 8 Juni
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:45IHSG Sempat Anjlok 5%, BEI Pastikan Tak Ubah Aturan Trading Halt
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:11Istana Buka Suara Isu Purbaya Mundur dari Menteri Keuangan
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:08Kepala BGN: Tidak Ada Instruksi Hentikan Layanan MBG
-
Liputan6 4 Juni 2026 19:50Prabowo Resmi Copot Silmy Karim dari Wakil Menteri Imipas
MOST VIEWED
Persebaya Berpisah dengan Bruno Moreira: Sudah Ditawari Gaji Lebih Besar tapi Menolak
Persib Tampil pada 4 Kompetisi Musim 2026/2027, Pelatih Igor Tolic Mulai Susun Program Pramusim
Jadwal Persib vs Manila Digger di Play-off ACL Two 2026/27: Bobotoh Dilarang Nonton di Stadion
Akhir Perjalanan Milos Raickovic di Persebaya Surabaya Diwarnai Pesan Misterius
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550396/original/088397900_1775689022-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_05.41.12.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4411433/original/029651100_1682935761-IMG20230501112847.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7767979/original/011455400_1780578714-IMG_3908__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546355/original/068481300_1775289352-MBG_Nanik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734496/original/082984800_1780540375-8.jpg)

