BRI Liga 1: Melihat Kontribusi 4 Pemain Asing Persija Jakarta di Seri Kedua

Gia Yuda Pradana | 9 November 2021 15:13
BRI Liga 1: Dua pemain Persija Jakarta, Yan Motta dan Marko Simic (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Di seri pertama BRI Liga 1 2021/2022, Persija Jakarta dua kali menang dan empat kali imbang dalam enam laga (M2 S4 K0). Di seri kedua, Macan Kemayoran mengalami penurunan performa. Mereka kalah dua kali dan cuma menang sekali dalam lima pertandingan (M1 S2 K2).

Tim besutan Angelo Alessio itu pun kini tercecer di peringkat sembilan klasemen sementara. Mereka di posisi ini dengan 15 poin dari 11 pertandingan (M3 S6 K2). Produktivitas golnya juga cukup mencemaskan, yakni mencetak 13 dan kebobolan 12.

Macan Kemayoran loyo di seri kedua. Sejumlah penyebab menjadi faktor kemerosotan Persija, dari komposisi pemain pelapis yang kurang mendukung hingga kontribusi legiun asing yang tidak maksimal.

Emapt pemain asing Persija, yakni Marko Simic, Rohit Chand, Marco Motta, dan Yann Motta tidak maksimal di seri kedua. Berikut ulasan singkat tentang kontribusi mereka.

1 dari 5 halaman

Yann Motta

Pemain Persija, Yann Motta (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

Yann Motta hanya sekali absen bagi Persija Jakarta pada seri kedua BRI Liga 1. Namun, penampilannya masih angin-anginan.

Motta acap kalah berduel dengan pemain lawan. Jebolan Liga Singapura ini juga beberapa kali salah dalam mengambil keputusan.

Ketika Yann Motta bermain, Persija kebobolan lima gol. Sebagai pemain asing, kemampuannya tidak jauh berbeda dengan pemain lokal sehingga mulai diragukan oleh suporter.

2 dari 5 halaman

Marco Motta

BRI Liga 1: Pemain Persija Jakarta, Marco Motta (kanan) mengeksekusi penalti (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Marco Motta hanya dua kali bermain untuk Persija Jakarta di seri kedua BRI Liga 1 2021/2022. Bek asal Italia itu lebih sering berkutat dengan cedera dan akumulasi kartu.

Belakangan, Motta kerap mendapatkan kritikan. Soalnya, keberadaan pemain berusia 35 tahun itu tidak terlalu mendongkrak permainan tim.

Terakhir, Motta gagal mengeksekusi tendangan penalti yang seharusnya bisa menjadi gol kemenangan Persija atas Barito Putera pada pekan ke-11.

3 dari 5 halaman

Rohit Chand

BRI Liga 1: Rohit Chand (kiri) dan Taisei Marukawa di laga Persija Jakarta vs Persebaya Surabaya (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Rohit Chand terpaksa melewatkan dua partai awal Persija Jakarta di seri kedua. Sebab, gelandang berusia 29 tahun itu menjalani karantina setelah membela Timnas Nepal.

Kembalinya Rohit juga tidak berpengaruh banyak terhadap Persija. Peran mantan pemain PSPS Pekanbaru itu kurang menonjol.

Maklum, Tony Sucipto sebagai rekannya di lini tengah bukan tandem yang tepat untuknya. Sebab, keduanya cenderung bertahan. Padahal, Persija butuh kreativitas dari lini tengah.

4 dari 5 halaman

Marko Simic

BRI Liga 1: Pemain Persija Jakarta, Marko Simic (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Pelan-pelan, Marko Simic mampu menjawab kritikan suporter. Setelah seret gol pada seri pertama, striker asal Kroasia itu tajam pada seri kedua.

Total, Simic mencetak empat gol dalam lima partai. Jumlah itu membuatnya menjadi top scorer sementara Persija Jakarta di BRI Liga 1 dengan tujuh gol.

Perolehan gol Simic menyamai dua pemain lainnya, yaitu Ezechiel N'Douassel dari Bhayangkara FC dan Ilija Spasojevic dari PSS Sleman. Mereka tertinggal satu gol dari bomber Persik Kediri, Youssef Ezzejjari, yang menjadi top scorer BRI Liga 1 2021/2022.

Simic bisa dibilang sebagai pemain dengan kontribusi terbesar bagi Persija di seri kedua. Namun, Simic saja jelas tidak cukup untuk mendongkrak performa Macan Kemayoran.

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR