
Bola.net - - Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro, membeber alasan di balik kecintaan timnya pada formasi 4-3-3. Menurutnya, formasi ini memberikan sejumlah keuntungan pada permainan Arema.
Arema sendiri sebelumnya dikenal sebagai tim yang fanatik dengan pola 4-3-3. Meski telah berganti pelatih, sudah sejak beberapa musim lalu tim berlogo singa mengepal ini selalu menerapkan pola dengan tiga gelandang ini.
Musim 2018, Arema memang sempat mengubah pakem permainan mereka menjadi 4-4-2, 3-4-3, bahkan 3-5-2. Namun, perubahan ini disebut menimbulkan kontroversi di internal klub. Walhasil, dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka kembali ke pakem awal.
"Dengan 4-3-3, kita punya tiga gelandang di lini tengah," ujar Kuncoro, Kamis (20/12).
"Tiga gelandang ini membuat kita menang jumlah dibanding ketika menggunakan formasi lain, khususnya 4-4-2," sambungnya.
Dengan keunggulan jumlah pemain, menurut Kuncoro, akan lebih mudah bagi sebuah tim untuk merebut dominasi lini tengah. Padahal, lini tengah adalah ruang mesin bagi sebuah tim.
Ingin tahu analisis lebih dalam Kuncoro soal skema 4-3-3? Ikuti penjelasannya di bawah ini.
Lubang di Sayap
Selain keunggulan yang disebutnya, Kuncoro menyebut formasi 4-3-3 juga memiliki kelemahan. Jika lawan memanfaatkan lebar lapangan, maka tim dengan formasi 4-3-3 akan kesulitan.
"Selain itu, jika lawan main dengan skema 4-4-2 tapi dengan sistem box di lini tengah, kami juga akan kerepotan," ucap Kuncoro.
"Seperti ketika Arema menghadapi Barito Putera, kami sempat kesulitan karena mereka menumpuk gelandang di tengah," sambungnya.
Bukan Harga Mati
Lebih lanjut, Kuncoro menampik tengara bahwa Arema hanya mampu bermain dengan formasi 4-3-3 saja. Pelatih berusia 45 tahun ini menyebut timnya kerap berganti skema main.
"Formasi ini biasanya hanya untuk mengawali pertandingan. Bisa saja di tengah pertandingan kami mengubah formasi," ucap Kuncoro.
"Yang pasti, kami kan selalu menganalisis jalannya pertandingan dan melakukan antisipasi. Salah satu antisipasinya ya dengan mengubah formasi," tandasnya.
Video Menarik
Berita video pengakuan mantan pemain Timnas Indonesia, Maman Abdurrahman, soal insiden laga final Piala AFF 2010 yang kembali ramai dibicarakan karena diduga adanya match fixing.
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 5 April 2026 10:01Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 5 April 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 5 April 2026 12:30 -
Otomotif 5 April 2026 12:25 -
Liga Spanyol 5 April 2026 11:30 -
Liga Spanyol 5 April 2026 10:46 -
Liga Spanyol 5 April 2026 10:16 -
Bola Indonesia 5 April 2026 10:01
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546777/original/048141500_1775366454-IMG_3908.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546763/original/084728500_1775365459-Cahaya_Terang_di_Langit_Lampung_dan_Banten_Viral_01.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546710/original/099874700_1775362366-bd5c9180-31fe-4374-9527-7a2857bca20b.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546705/original/080790900_1775361862-0404__1__2_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546697/original/054811700_1775361847-0404__1__2_.jpg)

