FOLLOW US:


Inilah Filosofi di Balik Tiga Warna Jersey Arema FC Musim 2019

04-05-2019 20:38
Inilah Filosofi di Balik Tiga Warna Jersey Arema FC Musim 2019
Pelatih Arema FC Milomir Seslija © Liputan6.com/Huyogo Simbolon

Bola.net - Arema FC memastikan bahwa pemilihan warna jersey mereka untuk musim 2019 ini lebih dari sekadar soal estetika. Klub berlogo singa ini menyebut ada filosofi di balik pemilihan warna jersey mereka tersebut.

Arema sendiri sebelumnya memastikan ada tiga warna yang dipilih sebagai warna jersey mereka untuk musim ini. Warna-warna tersebut adalah biru, putih, dan emas.

"Emas melambangkan langkah kejayaan arema, sedangkan putih adalah jiwa terbaik kita," kata salah seorang pendiri Arema, Ovan Tobing.

"Sementara, biru adalah warna yag kita bela sejak kelahiran Arema. Ini adalah kebanggaan kita," sambungnya.

Sebelumnya, Arema resmi meluncurkan tim dan jersey mereka untuk mengarungi kompetisi musim 2019. Launching bertajuk 'Equality is Blue' ini dihelat di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (04/05).

Dalam acara ini, selain diisi dengan acara hiburan, dihelat pula laga uji coba antara Arema dan PSIS Semarang. Tak ketinggalan, sejumlah acara bernuansa religi dan sosial pun dihelat pada gelaran ini.

Apa pula makna di balik filosofi Equality is Blue, yang menjadi tema peringatan launching tim dan jersey Arema pada musim ini? Simak selengkapnya di bawah ini.

1 dari 2

Bersatu dalam Bendera Arema

Lebih lanjut, Ovan Tobing pun membeber filosofi 'Equality is Blue' yang menjadi tema launching ini. Menurutnya, Arema harus bisa menjadi pemersatu dari segala perbedaan yang ada di kalangan Aremania.

"Kita boleh dibedakan derajat, datang dari kelas kehidupan berbeda, berbeda pula pangkat dan strata sosial. Namun, di tempat ini, kita adalah sama: Arema," tuturnya.

"Inilah namanya equality. Mari kita tanggalkan perbedaan. Kita satukan dengan kekuatan," ia menambahkan.

2 dari 2

Berharap Jauhi Kebencian

OT, sapaan karib Ovan Tobing, pun berpesan agar Arema dan Aremania tak melupakan sucinya Bulan Ramadan, yang tinggal menghitung hari. Ia berharap, momen ini bisa menjadi momen untuk menjauhi caci maki, kebencian, dan amarah.

"Pada Ramadan ini, kita berkesempatan memperbaiki moral, diri, dan hubungan dengan Yang Maha Kuasa," ujarnya.

"Kita harus menatap Liga 1 dengan bersatu. Kita hadapi lawan dengan gagah berani," ia menandaskan.