FOLLOW US:


Kim Kurniawan: Siapapun Pemain Timnas Harus Didukung

31-12-2011 18:41

 | Kim Kurniawan

Kim Kurniawan: Siapapun Pemain Timnas Harus Didukung
Kim Kurniawan, mengaku enggan ikutan berpolemik terkait kompetisi di Indonesia. KapanLagi

Bola.net - Pesepakbola Indonesia keturunan Jerman yang saat ini memperkuat Persema Malang di Indonesian Premier League (IPL), Kim Kurniawan, mengaku enggan ikutan berpolemik terkait kompetisi IPL dan Indonesia Super League (ISL). Terlebih, menyoal keputusan PSSI yang hanya akan menggunakan tenaga pemain dan pelatih yang merumput di IPL dengan penyelenggara PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) dalam tim nasional Indonesia. Justru, Kim berpandangan, siapapun pemain dan pelatih Timnas nantinya, harus mendapatkan dukungan dari publik.

"Kalau dibutuhkan menjadi pemain Timnas, saya siap. Sebab, siapa lagi kalau bukan kami yang wajib memenuhi panggilan masuk Timnas. Saya juga akan sangat senang kalau bisa dipanggil masuk Timnas," terangnya pemain kelahiran Muhlacker, Jerman, 23 Maret 1990 tersebut kepada Bola.net

Karena itu, ketika ditanya seputar laga pamungkas Timnas melawan Bahrain di laga terakhir ajang Pra-Piala Dunia 2014, 29 Februari 2012, Kim tetap mengapungkan optimismenya.

"Walaupun banyak yang menyebutkan tidak ada peluang, tapi pertandingan tersebut tetap penting bagi Indonesia. Jadi, kita tidak boleh melepaskannya begitu saja. Saya pribadi memandang kita masih mampu memberikan hasil yang terbaik, yakni kemenangan," tutur pemain yang mampu bermain di banyak posisi, gelandang serang, bek sayap kiri, dan kanan serta kiri tersebut.

Kim merupakan pesepakbola yang mempunyai garis keturunan Tionghoa-Indonesia dari sang Ayah. Kakeknya, Kwee Hong Sing tercatat pernah membela Persija Jakarta dan juga Tim nasional sepak bola Indonesia di era 1950-an. Kala itu, Indonesia ditangani seorang pelatih asal Yugoslavia, Antun Pogacnik. Di bawah asuhan Pogacnik, timnas lumayan bersinar.

Beberapa hal yang perlu dicatat adalah kesuksesan Indonesia meraih medali perunggu Asian Games 1958, nyaris mengungguli Uni Soviet yang diperkuat Lev Yashin di Olimpiade 1956, menundukkan China di Kualifikasi Piala Dunia 1958, dan menjuarai Piala Merdeka 1961 dan 1962 di Malaysia. Selain itu, Kwee Hong Sing juga mencicipi beberapa gelar bersama Persija Jakarta.

Ia direkrut Persema Malang bersama Irfan Bachdim, Kim di Persema Malang atas ajakan dari Timo Scheunemann, ketika pelatih Persema ini pulang ke kampung halamannya di Jerman. Beberapa minggu kemudian Kim bersama dengan Irfan Bachdim dan Alessandro Trabucco di undang datang ke Indonesia untuk bermain dalam laga amal bersama pemain-pemain berbakat lainnya untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal dan Rusdy Bahalwan, di Malang dan Surabaya. (esa/mac)