
Bola.net - Pesepakbola Indonesia keturunan Jerman yang saat ini memperkuat Persema Malang di Indonesian Premier League (IPL), Kim Kurniawan, mengaku enggan ikutan berpolemik terkait kompetisi IPL dan Indonesia Super League (ISL). Terlebih, menyoal keputusan PSSI yang hanya akan menggunakan tenaga pemain dan pelatih yang merumput di IPL dengan penyelenggara PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) dalam tim nasional Indonesia. Justru, Kim berpandangan, siapapun pemain dan pelatih Timnas nantinya, harus mendapatkan dukungan dari publik.
"Kalau dibutuhkan menjadi pemain Timnas, saya siap. Sebab, siapa lagi kalau bukan kami yang wajib memenuhi panggilan masuk Timnas. Saya juga akan sangat senang kalau bisa dipanggil masuk Timnas," terangnya pemain kelahiran Muhlacker, Jerman, 23 Maret 1990 tersebut kepada Bola.net
Karena itu, ketika ditanya seputar laga pamungkas Timnas melawan Bahrain di laga terakhir ajang Pra-Piala Dunia 2014, 29 Februari 2012, Kim tetap mengapungkan optimismenya.
"Walaupun banyak yang menyebutkan tidak ada peluang, tapi pertandingan tersebut tetap penting bagi Indonesia. Jadi, kita tidak boleh melepaskannya begitu saja. Saya pribadi memandang kita masih mampu memberikan hasil yang terbaik, yakni kemenangan," tutur pemain yang mampu bermain di banyak posisi, gelandang serang, bek sayap kiri, dan kanan serta kiri tersebut.
Kim merupakan pesepakbola yang mempunyai garis keturunan Tionghoa-Indonesia dari sang Ayah. Kakeknya, Kwee Hong Sing tercatat pernah membela Persija Jakarta dan juga Tim nasional sepak bola Indonesia di era 1950-an. Kala itu, Indonesia ditangani seorang pelatih asal Yugoslavia, Antun Pogacnik. Di bawah asuhan Pogacnik, timnas lumayan bersinar.
Beberapa hal yang perlu dicatat adalah kesuksesan Indonesia meraih medali perunggu Asian Games 1958, nyaris mengungguli Uni Soviet yang diperkuat Lev Yashin di Olimpiade 1956, menundukkan China di Kualifikasi Piala Dunia 1958, dan menjuarai Piala Merdeka 1961 dan 1962 di Malaysia. Selain itu, Kwee Hong Sing juga mencicipi beberapa gelar bersama Persija Jakarta.
Ia direkrut Persema Malang bersama Irfan Bachdim, Kim di Persema Malang atas ajakan dari Timo Scheunemann, ketika pelatih Persema ini pulang ke kampung halamannya di Jerman. Beberapa minggu kemudian Kim bersama dengan Irfan Bachdim dan Alessandro Trabucco di undang datang ke Indonesia untuk bermain dalam laga amal bersama pemain-pemain berbakat lainnya untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal dan Rusdy Bahalwan, di Malang dan Surabaya. (esa/mac)
"Kalau dibutuhkan menjadi pemain Timnas, saya siap. Sebab, siapa lagi kalau bukan kami yang wajib memenuhi panggilan masuk Timnas. Saya juga akan sangat senang kalau bisa dipanggil masuk Timnas," terangnya pemain kelahiran Muhlacker, Jerman, 23 Maret 1990 tersebut kepada Bola.net
Karena itu, ketika ditanya seputar laga pamungkas Timnas melawan Bahrain di laga terakhir ajang Pra-Piala Dunia 2014, 29 Februari 2012, Kim tetap mengapungkan optimismenya.
"Walaupun banyak yang menyebutkan tidak ada peluang, tapi pertandingan tersebut tetap penting bagi Indonesia. Jadi, kita tidak boleh melepaskannya begitu saja. Saya pribadi memandang kita masih mampu memberikan hasil yang terbaik, yakni kemenangan," tutur pemain yang mampu bermain di banyak posisi, gelandang serang, bek sayap kiri, dan kanan serta kiri tersebut.
Kim merupakan pesepakbola yang mempunyai garis keturunan Tionghoa-Indonesia dari sang Ayah. Kakeknya, Kwee Hong Sing tercatat pernah membela Persija Jakarta dan juga Tim nasional sepak bola Indonesia di era 1950-an. Kala itu, Indonesia ditangani seorang pelatih asal Yugoslavia, Antun Pogacnik. Di bawah asuhan Pogacnik, timnas lumayan bersinar.
Beberapa hal yang perlu dicatat adalah kesuksesan Indonesia meraih medali perunggu Asian Games 1958, nyaris mengungguli Uni Soviet yang diperkuat Lev Yashin di Olimpiade 1956, menundukkan China di Kualifikasi Piala Dunia 1958, dan menjuarai Piala Merdeka 1961 dan 1962 di Malaysia. Selain itu, Kwee Hong Sing juga mencicipi beberapa gelar bersama Persija Jakarta.
Ia direkrut Persema Malang bersama Irfan Bachdim, Kim di Persema Malang atas ajakan dari Timo Scheunemann, ketika pelatih Persema ini pulang ke kampung halamannya di Jerman. Beberapa minggu kemudian Kim bersama dengan Irfan Bachdim dan Alessandro Trabucco di undang datang ke Indonesia untuk bermain dalam laga amal bersama pemain-pemain berbakat lainnya untuk tokoh sepakbola Lucky Acub Zaenal dan Rusdy Bahalwan, di Malang dan Surabaya. (esa/mac)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 24 Mei 2026 13:02Jadwal Premier League di SCTV Hari Ini, Minggu 24 Mei 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 24 Mei 2026 05:58Apa Rasanya Juara Bareng Persib Bandung, Eliano Reijnders?
SOROT
-
Liputan6 24 Mei 2026 12:03Transmigran Bertaruh Hidup di Kebun Karet, bak Ayam Kehilangan Induk
-
Liputan6 24 Mei 2026 11:38Gelapkan Mobil, Pelarian Pecatan Polisi Berakhir di Kandang Kambing
-
Liputan6 24 Mei 2026 08:59Penembakan Terjadi Dekat Gedung Putih, Satu Warga Terluka
MOST VIEWED
Nonton Live Streaming Persib vs Persijap - BRI Super League 2025/2026
Jika Poin Persib dan Borneo FC Sama, Siapa Juara BRI Super League 2025/2026?
Prediksi BRI Super League: Persib vs Persijap 23 Mei 2026
Daftar Peraih Penghargaan Individu BRI Super League 2025/2026: Mariano Peralta Pemain Terbaik, Bojan Hodak Pelatih Terbaik
HIGHLIGHT
10 Pemain Aktif yang Butuh Trofi Liga Champions de...
6 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas Mikel Art...
8 Pesepak Bola Top yang Ternyata Perokok, Ada Szcz...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...











:strip_icc()/kly-media-production/medias/6799489/original/043974100_1779591967-28977.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6806368/original/028250900_1779597456-IMG-20260524-WA0051_1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6530191/original/028682400_1779385263-kebakaran_kantin.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6500916/original/068121200_1779357069-pria-as-lompati-pagar-gedung-putih-saat-obama-rayakan-thanksgiving.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6792466/original/088677000_1779586323-IMG_20260523_194905.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6506029/original/063653000_1779363792-20151204165357-diguyur-hujan-lebat-jalanan-depan-gandaria-city-banjir-50-cm-002-nfi.jpg)

