Kiper Muda Arema Raih Gelar Pemain Terbaik ISL 2009-2010

Kiper Muda Arema Raih Gelar Pemain Terbaik ISL 2009-2010
Liga Super Indonesia
- Kiper Arema Indonesia Kurnia Meiga, Minggu malam, dinobatkan sebagai pemain terbaik musim kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010.

Selain Kurnia Meiga yang naik podium untuk mendapatkan tropi, juga Eduard Ivak Dalam (Persipura) sebagai pemain ter-fair play, Sriwijaya FC sebagai tim ter-fair play, dan Aldo Baretto (Bontang FC) sebagai top scorer LSI 2009/2010.

Sementara pemain ter-fair play di Divisi Utama diraih kapten Persibo Bojonegoro Victor Da Silva dan tim ter-fair play diberikan pada Persipasi Bekasi.

Di samping penahbisan para pemain terbaik, ter-fair play dan tim ter-fair play, Menegpora Andi Malarangeng yang didampingi Ketua Umum PSSI Nurdin Halid itu juga menyerahkan secara langsung medali perak bagi runner up LSI 2009/2010, Persipura Jayapura.

Sedangkan puncaknya Menegpora menyerahkan medali emas dan piala LSI 2009/2010 kepada pelatih, manajemen dan seluruh Arema Indonesia sebagai jawara musim kompetisi 2009/2010.

Peraih gelar juara LSI 2009/2010 juga mendapatkan hadiah tunai sebesar Rp2 miliar dari sponsor utama PT Djarum yang diwakili oleh Handoyo.

Arema Indonesia yang dihuni oleh para pemain muda belia, bahkan nyaris tanpa diperkuat pemain bintang mampu menunjukkan kemampuannya sebagai tim terbaik di tanah air.

Di tangan pelatih asal Belanda Robert Rene Alberts, Arema Indonesia sama sekali tak diperhitungkan di kancah LSI 2009/2010.

Selain tidak memiliki banyak anggaran dan ditangani manajemen baru setelah lepas dari sponsor utamanya PT Bentoel, bahkan para pemainnya hanya pemain muda yang tak banyak dikenal publik, justru mampu menunjukkan pada pencinta sepak bola tanah air bahwa pemain muda pun bisa bermain cantik dan berkualitas.

Kunci kemenangan demi kemenangan yang diraih Arema Indonesia justru pada kolektivitas dan konsistensi dalam menjalani setiap pertandingan. Bahkan, kemenangannya itu pernah diragukan oleh pelatih kawakan di tanah air.

Namun, Arema Indonesia yang diperkuat lima pemain asing dan pemain-pemain muda itu mampu menjawab keraguan pelatih kawakan itu dengan gol-gol indah ketika bermain di Jakarta pada laga terakhir LSI 2009/2010. (ant/row)

Berita Terkait