FOLLOW US:


Kompetisi 2021 Belum Pasti, Ini Siasat Arema FC Persiapkan Diri

03-05-2021 21:25

 | Serafin Unus Pasi

Kompetisi 2021 Belum Pasti, Ini Siasat Arema FC Persiapkan Diri
Sesi Latihan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Senin (22/2/2021) © Bola.net/Dendy Gandakusumah

Bola.net - Arema FC tak mau belum adanya kepastian ihwal kompetisi musim 2021 menjadi penghambat mereka menyiapkan tim. Klub berlogo singa mengepal ini pun menyiasati ketidakpastian ini dengan memasukkan sejumlah klausa khusus ke dalam kontrak mereka.

"Salah satu cara kami adalah dengan memasukkan hal ini ke dalam klausul kontrak," ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, Senin (03/05).

"Daripada menanti dalam ketidakpastian, kami memilih untuk memperkuat kontrak," sambungnya.

Menurut Ruddy, dalam kontrak skuad Arema FC musim ini ada banyak pasal yang dibenahi. Salah satunya, adalah jika kompetisi tidak bisa dihelat, maka ada pemutusan hubungan kerja dengan sejumlah kompensasi.

"Nilai kompensasi kami adalah sebesar nilai upah minimum regional dikali periode kontraknya. Hal ini berlaku juga untuk pelatih dan pemain asing. Namun, untuk mereka, nilai upakh minimum yang dipakai adalah nilai upah minimum di daerahnya," tutur Ruddy.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 2

Pinang Legiun Asing

Sebelumnya, Arema FC sendiri sudah mulai melangkah dalam menyiapkan diri jelang musim 2021. Tak hanya mengontrak pemain-pemain lokal, mereka juga mulai berburu pelatih dan pemain asing.

Terakhir mereka sudah mengirimkan penawaran kepada pelatih asal Portugal, Eduardo Almeida, dan dua pemain asing. Dua pemain asing yang mendapat kiriman offer letter Arema FC adalah Arthur Cunha dan Jacsson Antonio.

2 dari 2

Klausul Reward and Punishment

Menurut Ruddy, dalam klausul kontrak yang disiapkan Arema FC untuk pelatih, ada klausul tambahan terkait reward and punishment. Hal ini, sambung manajer berusia 49 tahun tersebut, sebagai pelecut bagi si pelatih.

"Dalam kontrak ini kami buat klausul punishment and reward. Jika pelatih ini gagal dalam sejumlah pertandingan, otomatis ada punishment, yaitu pemutusan hubungan kerja dengan sejumlah nilai kompensasi," paparnya.

"Sebaliknya, jika memang ia berprestasi, tentu ada kompensasi. Misal, jika pada akhir musim, ia mampu finish sesuai target, akan ada opsi perpanjangan dengan kenaikan nilai kontrak," tandasnya.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)