
Bola.net - Mochamad Iriawan resmi menjadi Ketua Umum PSSI pada November 2019. Ketika itu, pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut meraih suara mayoritas, yakni 82 suara dari total 86 yang ada.
Terpilihnya Iwan Bule diharapkan bisa memajukan PSSI. Maklum, ketika itu Iwan Bule hadir dengan janji-janji yang manis.
Contohnya adalah Iwan Bule berjanji untuk mewakafkan dirinya untuk sepak bola. Selain itu, Iwan Bule berkomitmen untuk mendukung pembinaan pemain muda dengan skema tepat dan berjenjang.
Mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat itu juga memiliki misi agar Indonesia bisa menggapai juara Asia Tenggara pada 2021, kemudian pada 2022 juara Asia, dan lolos ke Piala Dunia 2026.
Namun, semua janji-janji yang dilontarkan Iwan Bule masih jauh dari kenyataan. Enam bulan setelah menjadi Ketua Umum PSSI, belum ada aksi nyata yang dilakukan Iwan Bule.
Justru, Iwan Bule bersama PSSI kerap melakukan beberapa kontroversi. Lantas, apa saja hal, keputusan, atau kebijakan kontoversial yang terjadi di PSSI di bawah kepemimpinan Mochamad Iriawan?
Penunjukan Adik Ipar

Pertengahan Januari 2020, PSSI membuat kejutan dengan mengangkat Maaike Ira Puspita sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen). Belakangan diketahui, Maaike adalah istri dari adik Mochamad Iriawan.
Pengangkatan adik ipar yang dilakukan Mochamad Iriawan tentu saja memicu kritik dan masyarakat. Hal ini menjadi tanda adanya sikap tidak profesional yang dilakukan PSSI.
Namun, PSSI ketika itu berdalih pengangkatan Maaike dilakukan karena banyaknya agenda yang akan dihadapi. Kehadiran Maaike diharap bisa membantu Sekjen PSSI waktu itu, yakni Ratu Tisha Destria.
"PSSI akan menghadapi banyak agenda pada tahun 2020 ini, maka dari itu kita memerlukan Wasekjen. Dengan pengalamannya di bidang administrasi, Ira akan membantu percepatan kegiatan-kegiatan kita di kesekjenan," kata Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Somantri.
Mundurnya Ratu Tisha

Publik dikejutkan dengan mundurnya Ratu Tisha Destria sebagai Sekertaris Jenderal PSSI pada Senin (13/4/2020). Padahal, Ratu Tisha adalah orang yang memiliki peran besar di PSSI, termasuk dalam mewujudkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.
Ratu Tisha mundur mendadak beberapa hari setelah Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI
Kabarnya, pengunduran diri Tisha dilakukan karena adanya desakan. Ratu Tisha juga kerap mengambil keputusan strategis yang melangkahi perannya sebagai Sekjen
Contohnya adalah wanita asal Serang, Banten, tersebut menunda pertandingan leg kedua babak final Piala Indonesia antara PSM Makassar melawan Persija Jakarta pada 28 Juli 2020. Selain itu, ada kesalahpahaman terkait kursi VIP dalam laga final SEA Games 2019 di Manila beberapa waktu lalu.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sampai harus meminta maaf kepada Anggota DPR RI, Djohar Arifin. Permintaan maaf itu diyakini dilakukan karena Djohar Arifin, yang notabene mantan ketua umum PSSI, kecewa tidak diberikan akses duduk di bangku VIP saat Timnas Indonesia tampil di SEA Games 2019 Filipina.
Indra Sjafri Jadi Direktur Teknik

Indra Sjafri awalnya mendapatkan tugas sebagai asisten pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia. Namun, pada Februari 2020, PSSI mempromosikan Indra Sjafri dalam posisi baru sebagai Direktur Teknik.
Indra Sjafri menggantikan Danurwindo. PSSI ketika itu beralasan Danurwindo tidak maksimal dalam melakukan tugasnya sebagai Direktur Teknik PSSI karena alasan kesehatan.
"Berdasarkan rapat Komite Eksekutif PSSI, maka Pelatih Indra akan menjadi Direktur Teknik PSSI yang baru. Dalam Departemen Teknik itu, Indra tetap akan bekerja dan berkoordinasi dengan Danurwindo," kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pada Selasa (18/2/2020).
Keputusan PSSI terbilang mengejutkan. Belakangan diketahui, PSSI sengaja mengangkat Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik karena terlibat perselisihan dengan Shin Tae-yong yang terungkap pada Juni 2020.
Kisruh PT LIB

Permasalahan di PT Liga Indonesia Baru (LIB) muncul setelah Direktur Utama Cucu Somantri ketika itu mengangkat Pradana Aditya Wicaksana sebagai General Manager pada 22 April 2020. Belakangan diketahui Pradana Aditya adalah anak kandung dari Cucu Somantri.
Pengangkatan tersebut memunculkan polemik di tubuh PT LIB. Sebanyak tiga Direksi PT LIB kemudian mengeluarkan mosi tidak percaya atas kinerja Cucu Somantri sebagai Direktur Utama.
Mereka adalah Direktur Operasional Sudjarno, Direktur Bisnis Rudy Kangdra, dan Direktur Keuangan Anthony Chandra Kartawiria. Mosi tidak percaya itu dikeluarkan dalam surat yang ditembuskan kepada PSSI dan Dewan Komisaris PT LIB. Ketiganya menilai Cucu kerap memonopoli kebijakan dan mengeluarkan keputusan sepihak terkait dengan jalannya perseroan.
"Pengambilan keputusan-keputusan Perseroan banyak yang dimonopoli dan diputuskan secara sepihak oleh pejabat Direktur Utama, di antaranya kebijakan terkait HRD, Keuangan, sponsor, dan lain lain tanpa melalui mekanisme Rapat Direksi sebagaimana mestinya," tulis mereka dalam surat itu, Kamis (7/5/2020).
Cucu Somantri kemudian memilih mundur 11 hari setelah dikeluarkan mosi tidak percaya untuknya. Kini, Cucu Somantri hanya berfokus kepada tugasnya sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
"Pada RUPSLB ini, Dirut LIB menyampaikan pengunduran dirinya dan seluruh peserta rapat menyetujui," kata Juni A. Rachman, perwakilan PSSI pada RUPS Luar Biasa LIB.
Konflik dengan Shin Tae-yong

Pertengahan Juni 2020, publik dikejutkan dengan perselisihan antara PSSI dengan Shin Tae-yong. Permasalahan tersebut bermula dari rencana Shin Tae-yong yang ingin memboyong pemain Timnas Indonesia U-19 ke Korea Selatan untuk menggelar pemusatan latihan.
Namun, rencana Shin Tae-yong dimentahkan oleh PSSI karena berbagai alasan. Pelatih asal Korea Selatan itu kemudian murka dan kecewa dengan PSSI karena tak memenuhi janji dalam mendukung semua programnya.
Shin Tae-yong juga kecewa dengan sikap PSSI yang membiarkan Ratu Tisha Destria mundur dari jabatan Sekertaris Jenderal. Begitu juga dengan penunjukkan Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik yang sebelumnya dianggap Shin Tae-yong sebagai sosok yang kurang profesional.
"PSSI sering berganti kepengurusan dan kebijakan. Sekretaris Jenderal, Ratu Tisha, yang punya kemampuan besar dan sangat disukai masyarakat tiba-tiba berhenti pada April," kata Shin Tae-yong seperti dikutip media Korea Selatan, Joins, Kamis (18/6/2020).
"PSSI menginginkan pelatih lokal dan saya menerimanya. Akan tetapi, setelah pemusatan latihan dari Thailand, pelatih lokal itu pulang duluan tanpa meminta izin," ucap Shin Tae-yong.
PSSI melalui Satuan Tugas Tim Nasional kemudian bermanuver agar Shin Tae-yong segera kembali ke Indonesia dan menggelar pemusatan latihan. Ketua Satgas Timnas, Syarif Bastaman, bahkan mengultimatum Shin Tae-yong agar segera kembali ke Indonesia jika tak ingin kehilangan jabatannya.
"Wajar tidak pelatih menolak datang ke sini gara-gara COVID-19? Dia memaksa untuk berlatih di Korea Selatan. Kalau kami bilang kondisi di Indonesia tidak memungkinkan, tidak mungkin kami suruh dia datang," tutur Syarif.
Disadur dari: Bola.com/Zulfirdaus Harahap/Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 24 Juni 2020
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Melihat Perjalanan Karier Andritany Ardhiyasa dalam Angka
- Angka-angka yang Mengiringi Kiprah Arema di Kancah Sepak Bola Nasional
- Aji Santoso Masih Khawatir Jika Kompetisi Dilanjutkan di Tengah Pandemi
- Empat Musim Membela Persebaya, Surabaya Jadi Rumah Kedua Bagi Hidayat
- Liga Akan Kembali Digulirkan, Dua Legiun Asing PSIS Siap Kembali ke Indonesia
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 16 Juli 2026 18:12Resmi Gabung Millwall, Elkan Baggott Bidik Promosi ke Premier League
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 20:00Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 19:40Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
BERITA LAINNYA
-
indonesia 21 Juli 2026 19:26Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
-
indonesia 21 Juli 2026 19:02Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:22Satgas PRR Minta Pemda Gerak Cepat Siapkan Lahan Hunian Tetap
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:15Kemendagri Ungkap Kunci Percepatan Eliminasi TBC
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:06Staf Pemkot Parepare Minta Maaf Usai Insiden Flare Nobar Piala Dunia
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:52Prajurit TNI Dibunuh di Tangerang, Empat Pelaku Ditangkap
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:43Pesan Megawati untuk Anak Muda
-
Liputan6 21 Juli 2026 19:38Prabowo Beri Tenggat Sebulan, BGN Siap Bongkar Ulang Penerima MBG
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303527/original/059828600_1784640130-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303520/original/002158000_1784639756-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_19.53.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303503/original/008658600_1784639183-897503.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303499/original/027949900_1784638381-TKP_Prajurit_TNI_Dibunuh_di_Tangerang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303488/original/013324200_1784637812-IMG_9431.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303483/original/026947400_1784637516-IMG_3166.jpeg)
