
Bola.net - Lebih dari 20 miliar rupiah sudah dikeluarkan manajemen Persebaya untuk mendatangkan pemain. Namun jumlah sebanyak itu tak membuat Persebaya puas. Kali ini, tim asuhan Rahmad Darmawan mengincar penyerang lokal.
"Kami memang mencari pemain dengan tipikal striker murni. Kalau bisa sih pemain lokal," tutur Direktur Utama PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB), Diar Kusuma Putra.
Padahal Persebaya memiliki cukup banyak stok pemain dengan tipikal menyerang. Pasukan Rahmad Darmawan diperkuat penyerang berharga 1.6 miliar rupiah, Emmanuel 'Pacho' Kenmogne. Selain Pacho, tim ini juga memiliki striker naturalisasi Greg Nwokolo.
Disamping dua pemain mahal tersebut, Rahmad juga memiliki dua stok penyerang lokal, yaitu Ari Suprihatna dan Fandi Eko Utomo. Hanya saja, baik Greg, Ari maupun Fandi bukanlah striker murni. Melainkan second striker atau winger.
Praktis baru Pacho lah sosok real striker di Persebaya. Untuk menambah persaingan bagi Pacho, Persebaya mendatangkan pemain naturalisasi Singapura, Agu Casmir. Namun hingga saat ini manajemen belum memutuskan nasib eks Persija Jakarta itu.
Saat Casmir masih berstatus seleksi, manajemen berburu penyerang lokal. Tiga nama masuk dalam bidikan, yakni Agung Supriyanto, Aris Alfiansyah dan striker gaek, Kurniawan Dwi Yulianto. Sayangnya, ketiga penyerang ini sudah memiliki tim.
Meski mengaku kesulitan, manajemen tak patah arang. "Memang sulit mencari striker lokal yang berkualitas. Tapi kita akan terus cari," pungkas Diar. [initial]
(faw/pra)
"Kami memang mencari pemain dengan tipikal striker murni. Kalau bisa sih pemain lokal," tutur Direktur Utama PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB), Diar Kusuma Putra.
Padahal Persebaya memiliki cukup banyak stok pemain dengan tipikal menyerang. Pasukan Rahmad Darmawan diperkuat penyerang berharga 1.6 miliar rupiah, Emmanuel 'Pacho' Kenmogne. Selain Pacho, tim ini juga memiliki striker naturalisasi Greg Nwokolo.
Disamping dua pemain mahal tersebut, Rahmad juga memiliki dua stok penyerang lokal, yaitu Ari Suprihatna dan Fandi Eko Utomo. Hanya saja, baik Greg, Ari maupun Fandi bukanlah striker murni. Melainkan second striker atau winger.
Praktis baru Pacho lah sosok real striker di Persebaya. Untuk menambah persaingan bagi Pacho, Persebaya mendatangkan pemain naturalisasi Singapura, Agu Casmir. Namun hingga saat ini manajemen belum memutuskan nasib eks Persija Jakarta itu.
Saat Casmir masih berstatus seleksi, manajemen berburu penyerang lokal. Tiga nama masuk dalam bidikan, yakni Agung Supriyanto, Aris Alfiansyah dan striker gaek, Kurniawan Dwi Yulianto. Sayangnya, ketiga penyerang ini sudah memiliki tim.
Meski mengaku kesulitan, manajemen tak patah arang. "Memang sulit mencari striker lokal yang berkualitas. Tapi kita akan terus cari," pungkas Diar. [initial]
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 Juni 2026 11:18Persija Umumkan Pelatih Baru Senin, Nama Shin Tae-yong Menggema
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
-
Liputan6 6 Juni 2026 14:53Saat Otoritas Ekonomi Bergerak di Tengah Gejolak Rupiah
MOST VIEWED
Tinggalkan Persib Bandung, Layvin Kurzawa Kirim Pesan Perpisahan yang Menyentuh
Persib Lepas Layvin Kurzawa dengan Penuh Respek: Terima Kasih atas Dedikasi, Kerja Keras, Profesionalisme, dan Komitmen
Resmi, 2 Bintang Brasil Angkat Kaki dari Persija: Kontrak Maxwell Souza dan Allano Lima Tidak Diperpanjang
Resmi! Usai Tinggalkan Persebaya, Bruno Moreira Gabung Klub Thailand dan Main Bareng Asnawi Mangkualam
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7902225/original/067643200_1780732416-IMG_2963.jpg)
