
Bola.net - Tak ada yang meragukan kualitas Djadjang Nurdjaman dan Jacksen F. Tiago sebagai pelatih di Indonesia. Akan tetapi, kedua pelatih sarat pengalaman itu belum mampu mendongkrak posisi Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura di papan atas klasemen Shopee Liga 1 2019.
Djadjang dan Jacksen bakal adu strategi dalam laga pekan ke-12 Shopee Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat malam (2/8/2019).
Djanur, sapaan Djadjang, yang dikenal sebagai legenda Persib Bandung, pernah meraih gelar kasta tertinggi Indonesia. Dia membawa tim Maung Bandung menjuarai ISL 2014 dan menjadi pelatih lokal yang mampu mencapai prestasi itu.
Bersama Persebaya, Djanur masih belum menunjukkan magisnya. Tim Bajul Ijo kini berada di peringkat kesembilan klasemen sementara. Mereka baru mengemas 14 poin dari 11 pertandingan dan hanya tiga kali meraih kemenangan. Hal itu berarti hanya sekitar 27 persen saja yang berhasil dicapai.
Sementara Jacksen Tiago, yang baru menangani Persipura Jayapura di dua laga terakhir, cukup berhasil. Dia membawa Mutiara Hitam memenangi dua laga itu, masing-masing dengan skor identik 1-0 atas Madura United (16/7/2019) dan Bhayangkara FC (21/7/2019).
"Pasti ada perubahan setelah Jacksen kembali ke Persipura. Kelihatan dari peningkatan dan dibuktikan dengan memenangi pertandingan. Itu hasil yang positif, artinya tidak semata-mata kebetulan. Kami harus mewaspadai hasil itu," kata Djanur mengomentari performa Persipura di bawah arahan Jacksen.
Namun, Persipura Jayapura masih terjebak di peringkat ke-12 dengan mengemas 10 poin dari sembilan pertandingan. Tujuh pertandingan sebelumnya, saat Jacksen belum datang, Persipura terseok-seok di papan bawah.
Memendam Motivasi

Jacksen juga merupakan pelatih sarat pengalaman seperti Djanur. Pelatih asal Brasil itu mengawalinya bersama Persebaya pada 2003 dengan menjuarai Divisi 1 2003 dan berlanjut Divisi Utama 2004. Hijrah ke Persipura, dia memberi tiga gelar ISL pada 2008-2009, 2010-2011, dan 2013.
Kedua pelatih tercatat hampir berjumpa dalam persaingan gelar ISL 2014. Saat itu Djanur menangani Persib dan Jacksen membesut Persipura.
Namun, Jacksen kemudian mengundurkan diri dalam kompetisi berformat sistem gugur itu pada babak 8 besar. Sebagai pengganti, Mettu Dwaramuri ditunjuk menangani Boaz Solossa dkk.
Persib dan Persipura bertemu di partai puncak. Hasilnya, Djanur membawa Persib menang lewat adu penalti dan menjadikan titel ISL 2014 sebagai gelar pertamanya sebagai pelatih kepala Maung Bandung.
Situasi semacam itu tak terjadi sekarang. Djanur sudah menangani klub yang berbeda, situasi kedua tim juga tidak sedang berada di papan atas. Meski berada di papan tengah, nyatanya Djanur gagal membawa Persebaya meraih kemenangan dalam lima laga terakhir.
Djanur sedang memendam motivasi untuk bangkit melawan Persipura. Dia terus berusaha meramu strategi agar timnya kembali ke jalur kemenangan. Meski, pelatih berusia 60 tahun itu sangat mewaspadai pengaruh Jacksen di Persipura.
Kesamaan Ciri Khas

Di sisi lain, Jacksen sedang dalam ambisi meneruskan tren kemenangan itu. Dia punya modal sebagai mantan pemain dan pelatih Persebaya. Meski sudah sangat lama sejak meninggalkan Bajul Ijo, Jacksen terus mengamati perkembangan tim satu ini.
"Sebagai pelatih, tugas pokok kami menganalisis kekuatan lawan. Jelas saya mengikuti perkembangan Persebaya. Sama seperti saya mengamati perkembangan tim lainnya. Kami sudah melakukan simulasi strategi menjelang pertandingan ini," ucap Jacksen.
Kedua pelatih memiliki ciri khas yang sama dalam meramu strategi, yaitu mengandalkan kecepatan pemain sayap dalam formasi 4-3-3. Kemiripan itu kebetulan juga telah menjadi karakter permainan Persebaya dan Persipura sejak bersaing di era Perserikatan.
Persebaya sampai mendatangkan beberapa eks Persipura demi melanggengkan gaya permainan khasnya. Ada empat mantan Persipura di Bajul Ijo, yaitu Ruben Sanadi, Otavio Dutra, Nelson Alom, dan Osvaldo Haay.
Meski, beberapa pemain Persebaya sebenarnya juga merupakan jebolan kompetisi internal dan putra asli Surabaya dan sekitarnya. Sebut saja Hansamu Yama, Mokhamad Syaifuddin, Rachmat Irianto, Fandi Eko Utomo, hingga Misbakus Solikin.
Sedangkan Persipura sedang berproses menemukan komposisi yang cocok untuk bersaing di Liga 1 2019. Setelah periode impresif pada 2008-2016, dengan selang-seling menjadi juara dan runner-up, Persipura kesulitan kembali ke papan atas sejak Liga 1 2019.
Skuat tim asal Papua itu saat ini berisikan percampuran pemain senior dan muda. Nama-nama kawakan macam Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, Ian Kabes, hingga Yustinus Pae dikolaborasikan dengan Todd Ferre, Muhammad Tahir, hingga Ronaldo Wanma.
Sumber: Bola.com
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 18:05Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 30 Oktober 2026 17:59Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 29 Oktober 2026 20:06Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:39Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 12:03Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 11:23Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 11:16Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
-
Otomotif 31 Oktober 2026 10:47Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
-
Otomotif 31 Oktober 2026 10:32Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 10:30Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 31 Oktober 2026 10:25Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
-
indonesia 31 Oktober 2026 10:21Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
-
indonesia 31 Oktober 2026 10:16Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
-
indonesia 31 Oktober 2026 10:12Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
MOST VIEWED
Link Nonton Siaran Persib vs Melbourne Victory Hari Ini: Live Streaming di RCTI, Vision+, dan YouTube
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Klasemen Grup E AFC Champions League 2026/2027: Persib di Puncak, FC Seoul Bangkit di Vietnam
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)

