FOLLOW US:


PSSI Akan Pilih Ketua Umum Baru pada November 2019

28-07-2019 12:58

 | Asad Arifin

PSSI Akan Pilih Ketua Umum Baru pada November 2019
Kongres Luar Biasa PSSI © Fitri Apriani

Bola.net - Dalam hitungan bulan PSSI akan memiliki ketua umum (ketum) baru. Tepatnya pada November 2019. Padahal, pada jadwal semula, PSSI baru akan melakukan pergantian Ketua Umum pada tahun 2020 yang akan datang.

Ya pada November nanti, PSSI akan menggelar Kongres Pemilihan. Yang dimana kongres tersebut sebelumnya dicanangkan bakal dihelat pada Januari 2020, tapi akhirnya dimajukan lantaran adanya desakan dari para voters saat Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Jakarta, Sabtu (27/7).

"Kan dinamikanya kami yang bisa merasakan. Harapan dari sebagian dari tidak tahu itu apa sebagian besar, kecil atau sedang. Ada yang berharap itu bisa dipercepat. Ya kita sampaikan," ujar Plt Ketum PSSI, Iwan Budianto.

"Daripada itu berkembang menjadi interupsi, usulan dan lain dan sebagainya pasti kami menjadi bahan cacian, tertawaan karena ini Kongres Luar Biasa yang agendanya sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah kecuali satu bulan lalu ada usulan tertulis," imbuhnya.

"Itu pun harus kami minta persetujuannya apakah boleh agenda tambahan. Karena itu dalam speech saya tadi untuk menghindarkan perpecahan itu biarlah sudah tidak usah ribut-ribut kami sudah langsung memutuskan kami percepat di November 2019," katanya menambahkan.

1 dari 1

Menunggu Arahan FIFA dan AFC

Kendati demikian, pria yang akrab disapa IB ini menyebut masih menunggu respon dari FIFA. Tapi, dia menyakini bila FIFA tak akan mempermasalahkannya lantaran ini merupakan keinginan anggota PSSI.

"Kami belum bertemu kembali. Habis ini kan kami bertemu dengan teman-temanmedia. Nanti kami tidak tahu ke depan seperti apa yang pasti besok setelah emergency meeting kami akan bersurat ke sana menyampaikan saja pemberitahuan bahwa kami mempercepat kongres pemilihan," tuturnya.

"Dari yang sudah-sudah mereka (FIFA dan AFC) tidak dalam posisi mengizinkan dan tidak mengizinkan. Jadi ya saya pikir kami memang harus notifikasi kepada mereka," imbuh Iwan.