
Bola.net - Tidak satu pun perwakilan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang menghadiri sidang Komisi Disiplin (Komdis), di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9).
Padahal, Komdis sangat berharap PT LPIS bisa memberikan keterangan selengkap-lengkap terkait kericuhan yang terjadi dalam pertandingan Persis Solo kontra PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Rabu (4/9) lalu.
"PT LPIS tidak profesional menjalankan kompetisi. Apalagi, tetap menggelar pertandingkan yang seharusnya tidak digelar. Meski kami sudah mengundang, namun mereka tidak hadir. Alhasil, sidang akan dilanjutkan minggu depan," ujar Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan.
"Kami berharap, supaya PT LPIS bisa serius menyikapi hal ini. Kini, kami memberikan batas akhir kepada mereka untuk menghadiri sidang hingga Jumat (13/9). Jika mereka tetap tidak datang, Komdis akan langsung menjatuhkan putusan," tuturnya.
Pertandingan tersebut, diwarnai keributan antar suporter yang mengakibatkan PSS Selaman enggan melanjutkan pertandingan. Berakhirnya pertandingan, ternyata tidak membuat suasana buruk mereda. Justru, merembet hingga ke luar stadion.
Alhasil, warga yang berniat untuk melerai juga menjadi sasaran amuk kedua belah kubu yang berseteru.
"Kejadian tersebut, tergolong luar biasa karena menyebabkan kerugian yang besar. PT LPIS sudah membangkang atas putusan Komdis. Karena itu, semakin membuktikan jika PT LPIS tidak profesional dalam menjalankan kompetisi," pungkasnya.
Lebih jauh dikatakan Hinca, peristiwa tersebut bisa dihindari jika PT LPIS tidak menggelar pertandingan tersebut. Pasalnya, Persis sudah dinyatakan didiskualifikasi Komdis akibat dua Walk Out (WO).
"Dalam peraturan PSSI, tim yang sudah dua kali WO dinyatakan gugur. Namun, teman-teman di PSS menceritakan jika mereka dipaksa bertanding PT LPIS. Akibatnya kini, pertandingan berjalan ricuh dan PT LPIS bisa ditutup lantaran kebijakannya tersebut," pungkas Hinca. (esa/dzi)
Padahal, Komdis sangat berharap PT LPIS bisa memberikan keterangan selengkap-lengkap terkait kericuhan yang terjadi dalam pertandingan Persis Solo kontra PSS Sleman di Stadion Manahan Solo, Rabu (4/9) lalu.
"PT LPIS tidak profesional menjalankan kompetisi. Apalagi, tetap menggelar pertandingkan yang seharusnya tidak digelar. Meski kami sudah mengundang, namun mereka tidak hadir. Alhasil, sidang akan dilanjutkan minggu depan," ujar Ketua Komdis PSSI, Hinca Pandjaitan.
"Kami berharap, supaya PT LPIS bisa serius menyikapi hal ini. Kini, kami memberikan batas akhir kepada mereka untuk menghadiri sidang hingga Jumat (13/9). Jika mereka tetap tidak datang, Komdis akan langsung menjatuhkan putusan," tuturnya.
Pertandingan tersebut, diwarnai keributan antar suporter yang mengakibatkan PSS Selaman enggan melanjutkan pertandingan. Berakhirnya pertandingan, ternyata tidak membuat suasana buruk mereda. Justru, merembet hingga ke luar stadion.
Alhasil, warga yang berniat untuk melerai juga menjadi sasaran amuk kedua belah kubu yang berseteru.
"Kejadian tersebut, tergolong luar biasa karena menyebabkan kerugian yang besar. PT LPIS sudah membangkang atas putusan Komdis. Karena itu, semakin membuktikan jika PT LPIS tidak profesional dalam menjalankan kompetisi," pungkasnya.
Lebih jauh dikatakan Hinca, peristiwa tersebut bisa dihindari jika PT LPIS tidak menggelar pertandingan tersebut. Pasalnya, Persis sudah dinyatakan didiskualifikasi Komdis akibat dua Walk Out (WO).
"Dalam peraturan PSSI, tim yang sudah dua kali WO dinyatakan gugur. Namun, teman-teman di PSS menceritakan jika mereka dipaksa bertanding PT LPIS. Akibatnya kini, pertandingan berjalan ricuh dan PT LPIS bisa ditutup lantaran kebijakannya tersebut," pungkas Hinca. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 22:29FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
BERITA LAINNYA
-
indonesia 21 Juli 2026 21:07Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
-
indonesia 21 Juli 2026 20:59Menanti Daya Ledak Kembalinya Iwan Budianto Tangani Arema FC
-
indonesia 21 Juli 2026 19:26Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 22:44Kronologi Kebakaran Gedung Djakarta Theater
-
Liputan6 21 Juli 2026 22:17Ledakan Rumah Mewah di Medan: Korban Terakhir Ditemukan
-
Liputan6 21 Juli 2026 21:14Megawati: Kudatuli Simbol Ketidakadilan
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:47Fakta Baru Mayat Pria Mengapung di Bakauheni
-
Liputan6 21 Juli 2026 20:35Prabowo Tunjuk 5 Pejabat Baru BGN, Ketut Sumedana Jadi Deputi Pengawasan
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303578/original/029822600_1784648668-WhatsApp_Image_2026-07-21_at_22.22.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303568/original/084225500_1784647002-87853a60-7024-430f-967d-d897bb478cea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303561/original/020896900_1784645389-IMG_5803.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303525/original/018798800_1784639971-IMG_9409.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303541/original/046071900_1784641635-1001484373.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303539/original/039229800_1784640967-IMG_3166.jpeg)
