Robert Alberts Out dan Roca Menghilang, Bagaimana Nasib Eduardo Almeida di Arema FC?

Serafin Unus Pasi | 12 Agustus 2022 18:23
Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Bola.net - Manajemen Arema FC angkat bicara soal nasib pelatih mereka, Eduardo Almeida, di tengah mulainya gelombang pergantian pelatih BRI Liga 1 2022/2023. Klub berlogo singa mengepal ini mengaku terus berusaha membenahi performa mereka di lapangan.

"Kami selalu berkomunikasi dengan tim pelatih untuk membenahi performa tim," ucap Manajer Arema FC, Ali Rifki.

"Namun, kami tidak bisa menyampaikan semuanya ke khalayak. Kami ini selalu bekerja. Manajemen tidak diam. Publik memang ingin langsung tampak hasilnya, tapi kan tidak bisa seperti itu. Ada proses, progress, dan ada hal-hal yang tidak bisa disampaikan ke publik," sambungnya.

Lebih lanjut, Ali Rifki menilai ada satu hal yang bisa menghentikan suara-suara sumbang soal keberadaan Almeida di pos kepelatihan Arema FC. Hal tersebut, sambungnya, adalah kemenangan.

"Kalau untuk membuktikan diri, caranya ya harus menang pada setiap pertandingan," tegasnya.

Sebelumnya, sudah ada dua pelatih yang menjadi korban dari kejamnya persaingan di BRI Liga 1 2022/2023. Dua pelatih tersebut adalah Robert Rene Alberts dan Javier Roca. Robert sudah secara resmi mundur dari Persib Bandung. Sementara, nama Roca sudah tak masuk dalam daftar susunan pemain dan offisial Persik Kediri pada laga kontra Borneo FC.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 2 halaman

Tak Puas Gaya Bermain

Almeida bisa jadi akan menyusul kedua koleganya tersebut. Posisinya saat ini terus diusik menyusul belum stabilnya performa mereka di kompetisi musim ini. Sejauh ini, Arema baru meraih empat poin dari tiga laga mereka di BRI Liga 1 2022/2023 musim ini.

Tak hanya soal hasil, Almeida juga kerap dikritik terkait pilihan gaya bermain timnya. Aremania -julukan suporter Arema- menilai ciri khas permainan agresif Arema FC hilang di tangan pelatih asal Portugal ini.

"Kami ingin pelatih yang bisa mengembalikan karakter khas permainan Arema. Selama ini tak tampak karakter sepak bola Malangan khas Arema. Menang pun kami tak puas," tukas Koordinator Aremania Wilayah Klayatan, Achmad Ghozali.

2 dari 2 halaman

Dalam Dilema

Sementara itu, Ali Rifki menilai bahwa tak selamanya Arema FC bermain pragmatis dan membosankan, seperti yang diprotes sejumlah Aremania. Contohnya, pada laga kontra PSS Sleman lalu, Arema dinilai sudah bermain bagus. Namun, pada laga tersebut, kami gagal meraih kemenangan.

"Akhirnya, kami kan bingung. Ketika kami menang tapi main nggak cantik, kami diprotes. Main cantik tapi nggak menang tetap diprotes," tutur Ali.

"Kami bingung seperti apa inginnya. Kalau saya pribadi ingin menang. Main cantik nggak cantik, pasti bangga kalau menang dan bisa mengangkat trofi," ia menandaskan.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR