
Bola.net - Robert Rene Alberts masih mendapatkan tempat di hati suporter Arema FC. Meski kini menangani sang rival Persib Bandung, dia masih disambut hangat oleh Aremania ketika kedua tim bertemu di Stadion Kanjuruhan, Selasa (30/7).
Arema menjamu Persib besutan Robert Alberts dalam laga tunda pekan ke-4 Shopee Liga 1 2019 yang disiarkan Indosiar. Arema racikan Milomir Seslija menang telak 5-1.
Sebelum laga, ketika susunan tim Persib diumumkan, saat nama Robert Alberts disebut, mayoritas Aremania memberikan tepuk tangan. Itu merupakan salah satu bukti bahwa Aremania tidak melupakan jasa Robert Alberts, yang membawa Arema jadi juara ISL 2010.
Robert pun sampai detik ini masih menghormati Aremania. Di sisi lain, dia juga tidak ingin menyakiti hati para pendukung Persib lantaran kelompok suporter kedua tim ini punya hubungan yang tidak harmonis.
Setelah pertandingan tunda pekan keempat Shopee Liga 1 2019 yang disiarkan Indosiar tersebut, Robert menjelaskan tidak menyalahkan Aremania untuk teror kembang api yang dialami timnya saat menjajal lapangan Stadion Kanjuruhan dan di depan hotel tempat skuat Persib menginap.
"Mungkin yang melakukan itu bukan Aremania. Saya tahu Aremania seperti apa. Mungkin yang melakukan (teror) adalah hooligan (suporter garis keras)," kata Robert Alberts.
Menyalami Maskot Arema
Sebelum pertandingan, pelatih berusia 64 tahun ini menyalami maskot Arema dan beberapa Aremania yang ada di tribune VVIP. Dia membalas sapaan penggemar dengan senyuman khas.
Namun, ada satu hal yang tidak dilakukannya dalam pertandingan itu, yakni menyapa Aremania di tribune ekonomi. Ketika masih menangani PSM Makassar musim lalu, dia sempat berjalan ke lapangan dan menyapa Aremania.
Hal itu tidak dilakukannya kali ini, bisa jadi untuk menjaga elemen di tim Persib, seperti pemain, manajemen, hingga suporter setelah kalah telak 1-5 dalam big match itu.
Robert Rene Alberts Tetap Dihormati
"Bagi saya pribadi, Robert masih dihormati karena dia pernah membawa Arema juara di kompetisi," kata Rio Ganda Saputra, Aremania Polehan, Rabu (31/7).
"Jadi, sampai sekarang masih disambut seperti kemarin."
Meski begitu, teror oknum suporter di Malang tetap jadi bahan laporan Persib ke PSSI. Namun, yang dilaporkan bukan Aremania, melainkan panpel Arema yang dinilai gagal memberikan kenyamanan terhadap tim tamu.
Sumber: Bola.com
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 19 Januari 2026 20:22 -
Bola Indonesia 19 Januari 2026 17:14Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 20 Januari 2026 12:11 -
Liga Inggris 20 Januari 2026 12:09 -
Liga Champions 20 Januari 2026 12:06 -
Liga Champions 20 Januari 2026 11:57 -
Bulu Tangkis 20 Januari 2026 11:57 -
Otomotif 20 Januari 2026 11:31
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477913/original/099674400_1768885225-WhatsApp_Image_2026-01-20_at_10.08.53__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4061092/original/058359700_1655899340-000_VX36W.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477761/original/063430600_1768881855-Bupati_Sudewo_Ditangkap_KPK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477579/original/019190600_1768874094-000_33XE89E.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477532/original/063564500_1768839718-2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477583/original/075647800_1768874796-IMG_5918.jpeg)
