
Bola.net - Persipura Jayapura adalah salah satu tim dengan nama besar di kancah persepakbolaan Indonesia. Namun Mutiara Hitam saat ini berada dalam situasi yang tidak mengenakkan.
Persipura mengawali kiprahnya di kompetisi Shopee Liga 1 2019 yang disiarkan Indosiar dengan menyesakkan. Sampai pertandingannya yang ke-6, Persipura baru mengumpulkan tiga poin dan belum sekali pun mengecap manisnya kemenangan.
Tiga kali imbang dan tiga kali kalah membuat Persipura terdampar di zona merah.
Terakhir, Persipura dihajar Arema FC di Stadion Gajayana Malang. Kekalahan itu ditelan setelah Luciano Leandro dilengserkan dari posisi pelatih kepala.
Persipura adalah tim pengoleksi gelar terbanyak di era kompetisi Liga Indonesia (penggabungan Perserikatan dan Galatama, yakni dari musim 2005, 2008-2009, 2010-2011, dan 2013.
Pada musim 2016, mereka juga jadi kampiun Torabika Soccer Championship (kompetisi kasta tertinggi yang diselenggarakan saat PSSI diban FIFA).
Lalu, kenapa Persipura bisa jadi seperti sekarang? Seperti dilansir Bola.com, ada beberapa penyebabnya.
Scroll terus ke bawah.
Gagal Regenerasi

Sukses Persipura di percaturan elite sepak bola Tanah Air tak lepas dari kontribusi generasi emas Papua usai menjadi juara PON 2004.
Tim Mutiara Hitam kebanjiran pemain-pemain bertalenta yang secara signifikan mengerek performa dan prestasi tim. Boaz Solossa, Ian Kabes, Immanuel Wanggai, Christian Worabay, Ricardo Salampessy, Gerald Pangkali, adalah pemain belia alumnus PON 2004.
Khusus Boaz, ia melejit jadi superstar. Ia menjelma jadi penyerang terbaik Indonesia pasca era Bambang Pamungkas.
Ia satu-satunya bomber lokal yang bisa eksis di persaingan perburuan sepatu emas yang selalu didominasi penyerang-penyerang asing.
Boaz tercatat menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia Super League musim 2008-2009 (28 gol), 2010-2011 (22 gol), 2013 (25 gol). Berbarengan dengan itu ia juga didapuk sebagai pemain terbaik.
Pada musim 2016 ia juga jadi best player Torabica Soccer Championship.
Realitanya, pemain-pemain yang masuk generasi emas sudah mulai dimakan umur. Boaz kini sudah masuk usia 33 tahun (kelahiran 16 Maret 1986). Demikian pula Wanggai dan Kabes. Ricardo malah usianya lebih uzur lagi, 35 tahun.
Persipura masih mengandalkan tenaga mereka, yang masuk periode pengujung karier.
Manajemen Persipura bisa dibilang gagal melakukan regenerasi tim. Agak ironis karena Papua dikenal sebagai provinsi yang produktif mencetak pemain-pemain bertalenta.
Persoalannya mereka tak pernah dapat porsi besar menjadi tulang punggung Tim Mutiara Hitam. Di sisi lain, pemain-pemain senior mereka satu per satu mulai kehilangan taji.
Ambil contoh Immanuel Wanggai, yang tiga musim terakhir lebih sering absen karena cedera lutut kambuhan. Padahal pada masa jayanya, ia termasuk gelandang jangkar terbaik yang dimiliki Indonesia.
Dua musim terakhir manajemen Persipura memberikan porsi besar pada darah muda. Sayangnya, mereka terlihat gagap menghadapi persaingan keras kompetisi. Butuh waktu bagi mereka untuk menjadi matang.
Terlalu Sering Ganti Pelatih

Manajemen Persipura dikenal kejam pada seorang pelatih. Ekspektasi mereka amat tinggi. Mulai dari prestasi hingga style bermain. Saat tak terpuaskan mereka tak segan-segan mendepak seorang pelatih.
Praktis hanya seorang Jacksen F. Tiago, yang bisa berkarier panjang di Persipura. Nakhoda asal Brasil itu sukses mempersembahkan tiga gelar juara pada musim 2005, 2008-2009, 2010-2011, 2013. Sang mentor menepi dari tim karena terlibat percekcokan dengan petinggi klub.
Apesnya, selepas Jacksen jarang ada pelatih berkarier panjang. Sejak musim 2014 Persipura ditukangi delapan pelatih!
Oswaldo Lessa, Jafri Sastra, Angel Alfredo Vera, Liestiadi, Wanderley Machoda da Silva, Peter James Butler, Amilton Silva de Oliviera, dan Luciano Leandro deretan arsitek yang berkarier pendek di Persipura.
Rata-rata mereka terpental karena prestasi. Namun, ada juga yang terpinggirkan sekalipun berprestasi, yakni Angel Alfredo Vera usai mempersembahkan gelar juara musim 2016.
"Persipura tim besar, manajemen ingin tim selalu berprestasi. Tak mudah melatih di sana karena tekanannya besar," ujar Peter Butler dalam sebuah kesempatan saat bercerita pengalamannya menukangi Persipura.
Ada anggapan bahwa untuk bisa berkarier panjang di Persipura, seorang pelatih harus bisa nyetel dengan pemainnya, bukan sebaliknya pelatih yang mengendalikan pelatih. Kondisi ini agak unik dan berimbas buruk bagi tim.
Gagal Memagari Pemain Potensial

Persipura sejatinya tidak kering pemain-pemain berkualitas. Di luar pemain-pemain jebolan PON 2004, Tim Mutiara Hitam punya stok pemain bagus didikan akademi atau hasil merekrut dari klub lain.
Marinus Wanewar (penyerang), Ferinando Pahabol (winger), Osvaldo Haay (winger), Ruben Sanadi (bek sayap), adalah deretan pilar kunci saat Persipura memenangi gelar liga 2016 lalu. Tiga nama pertama disebut disebut calon penerus generasi emas PON 2004.
Sayangnya, mereka tak lama bertahan di tim. Krisis keuangan yang dialami Persipura pasca mundurnya Freeport sebagai sponsor utama membuat bintang-bintang tim pergi mencari peruntungan di tim lain.
Alhasil, Persipura harus membangun ulang kekuatan tim. Hal yang tak mudah tentunya, karena pemain-pemain belia yang ada di tim belum siap memikul beban berat.
Di sisi lain, silih berganti Persipura juga kehilangan pemain-pemain asing motor permainan. Bio Pauline, Alberto Goncalves (belakangan jadi WNI), Robertino Pugliara, Otavio Dutra, Zah Rahan, merupakan deretan legiun asing keren yang dibajak klub pesaing. Kepergian mereka tak ditambal pemain dengan kualitas sepadan.
Ketergantungan pada Boaz Solossa

Selama 15 tahun Persipura amat bergantung pada sosok Boaz Solossa. Hal yang wajar karena sang penyerang sosok pemain dengan karakter kuat yang menginspirasi tim.
Boaz secara alamiah dilahirkan sebagai pesepak bola bermental juara dan sosok pemimpin buat Persipura. Tiga kali dihantam cedera berat, ia selalu bisa bangkit dan jadi sosok kunci Persipura memenangi gelar juara.
Tapi dunia berputar. Boaz kini memasuki masa sejakala karier. Ia mulai kehilangan kecepatan dan taji mencetak gol. Belakangan pun pemain yang identik dengan nomor punggung 86 itu mulai sering diganggu cedera.
Saat Boaz performanya menurun, Persipura tidak punya figur pengganti sepadan. Titus Bonai, striker senior yang ada di tim terbukti tidak bisa memikul beban sebagai tukang gedor utama Tim Mutiara Hitam.
Demikian pula Marinus Wanewar, bomber muda yang didatangkan dari Bhayangkara FC.
Tak hanya urusan produktivitas saja jadi persoalan, tapi juga figur kepemimpinan. Selain Boaz, tak ada lagi pemain dengan mentalitas pemimpin yang kuat. Ricardo Salampessy dan Ian Kabes, pemain senior seangkatan Boaz bukan sosok motivator ulung.
Jika Boaz Solossa pensiun dari tim, siapa yang akan melanjutkan tongkat estafet sebagai ikon tim?
Sumber: Bola.com
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 6 September 2026 21:04Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
-
Bola Indonesia 6 September 2026 17:45Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
-
Bola Indonesia 6 September 2026 17:30Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
-
Bola Indonesia 6 September 2026 17:28Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 7 September 2026 06:30Barcelona Hancurkan Valencia, Hansi Flick Full Senyum!
-
Liga Inggris 7 September 2026 05:45Kena Comeback Arsenal, Xabi Alonso Akui Chelsea Sempat Lengah
-
Liga Inggris 7 September 2026 05:15Bekuk Chelsea, Mikel Arteta Sanjung Mental Juara Arsenal
-
Liga Italia 7 September 2026 04:34Man of the Match Juventus vs AC Milan: Francisco Conceicao
-
Liga Italia 7 September 2026 04:25Hasil Juventus vs AC Milan: Gol Telat Gatti Buyarkan Kemenangan Rossoneri!
-
Liga Inggris 7 September 2026 00:53Man of the Match Arsenal vs Chelsea: Martin Odegaard
BERITA LAINNYA
-
indonesia 6 September 2026 21:04Hasil BRI Super League: Madura United Tundukkan Persijap Jepara 2-0
-
indonesia 6 September 2026 21:01Hasil BRI Super League: Sempat Tertinggal, Persib Bandung Hancurkan PSM Makassar 3-1
-
indonesia 6 September 2026 17:45Link Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar, 6 September 2026
-
indonesia 6 September 2026 17:30Link Streaming Madura United vs Persijap di BRI Super League, 6 September 2026
-
indonesia 6 September 2026 17:28Hasil BRI Super League: Java United dan Garudayaksa FC Berbagi Poin
-
indonesia 6 September 2026 14:30Link Streaming Java United vs Garudayaksa FC, 6 September 2026
SOROT
-
Liputan6 7 September 2026 06:16Lima Hari TPA Putri Cempo Terbakar, Warga Keluhkan Batuk dan Sesak Napas
-
Liputan6 7 September 2026 06:00Asrama Polisi di Semarang Kebakaran, Penyebabnya Diduga Kelalaian
-
Liputan6 7 September 2026 05:47Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Helikopter 56 Kali Water Bombing
-
Liputan6 7 September 2026 05:36Potret Abu Anak Krakatau Tutupi Jalan hingga RS di Lampung
-
Liputan6 6 September 2026 17:09Imbauan Prabowo di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 14:29Anak Krakatau Erupsi, Prabowo Tekankan Keselamatan Warga
MOST VIEWED
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Persebaya 5 September 2026
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Persija Jakarta 5 September 2026
Hasil BRI Super League: Debut Resmi Shin Tae Yong Berbuah Manis, Persija Tekuk Borneo FC
Prediksi BRI Super League: Persik Kediri vs Dewa United 5 September 2026
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342005/original/038123200_1788736932-IMG-20260906-WA0051.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342003/original/039844000_1788735937-IMG-20260906-WA0054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342000/original/030132600_1788735268-IMG-20260906-WA0047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341998/original/003736900_1788734552-1001637227.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331953/original/067793800_1787589244-IMG-20260824-WA0123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
