
Bola.net - - Indikasi kembali terjadinya politik uang di Kongres PSSI mendapat sorotan dari Save Our Soccer (SOS). Mereka mengaku prihatin jika tengara ini benar jadi kenyataan. Pasalnya, politik uang rentan membuat pemilik suara (voter) abai pada visi misi dan program kerja masing-masing kandidat.
"Bagi pemilik suara, Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI tak ubahnya Hari Raya. Sejatinya tak ada yang berpikir tentang konsep sepak bola masa depan," ujar Koordinator SOS, Akmal Marhali.
"Mayoritas hanya berpikir bagaimana mendapatkan keuntungan dari proses pemilihan. Ini sangat memprihatinkan," sambungnya.
Politik uang dalam Kongres PSSI sudah terjadi sejak era Nurdin Halid ketika pemilihan Ketua Umum PSSI di Hotel Indonesia pada 2003. Budaya lancung ini berlanjut sampai era Djohar Arifin Husein dan La Nyalla Mattalitti. Sebelumnya, tak ada praktik politik uang. Maklum, pengurus PSSI ditunjuk langsung oleh Presiden.
Dalam kongres kali ini, menurut informasi yang didapat Litbang SOS, ada satu kubu yang sudah memberikan uang muka sampai USD 8.500 per suara. Sementara, kubu lain tak mau kalah. Kini, nilainya yang ditawarkan kubu tersebut sudah mencapai Rp 1 miliar.
Sementara itu, meski sudah menjadi hal lazim, politik uang tak bisa dibenarkan. Pasalnya, ini membuat keterpilihan calon sebatas seberapa banyak uang yang digelontorkan atau dijanjikan.
"Politik uang menjadi budaya yang sejatinya harus diperangi. Namun, karena mayoritas pengurus bola Indonesia masuk kategori ‘kaum miskin’ ini tak bisa dihindarkan," sindirnya.
"SOS berharap para pemilik suara menggunakan hati nuraninya saat pemilihan dengan memilih 15 paket exco berdasarkan kemampuan dan potensi perbaikan tata kelola sepakbola Indonesia. Bukan semata karena besaran uang. Katakan tidak pada politik uang!" Akmal menambahkan.
Lebih lanjut, Akmal menambahkan, politik uang sejatinya bisa diperkecil kemungkinannya. Salah satunya, dengan adanya pemaparan visi dan misi calon Ketua Umum di Kongres, sehingga voters tak memilih kucing dalam karung. Sayangnya, harapan ini nyaris tipis karena pemaparan visi dan misi caketum tak diagendakan.
“Agendanya terlalu padat. Bahkan, ada agenda yang sebenarnya tidak perlu seperti pengesahan program jangka pendek dan jangka panjang," paparnya.
Selain itu, Akmal menambahkan, politik uang bisa diperkecil kemungkinannya dengan cara voting terbuka. Menurutnya, ini merupakan salah satu cara paling efektif untuk menghindari politik uang. Sayangnya, dalam Statuta PSSI pasal 27 ayat 2 disebutkan bahwa pemilihan dilakukan tertutup dan untuk mengubahnya harus melalui Kongres.
"Tapi, celah ini bisa disiasati. Apalagi, dalam poin 19 agenda Kongres acara tertulis hal-hal lain yang diusulkan Kongres. SOS berharap voter berani mengusulkan voting terbuka.Ini penting buat perbaikan sepak bola Indonesia," tandasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 14 Agustus 2026 18:44Dugaan Pengaturan Skor Mencuat, Integritas Piala AFF 2026 Diuji
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 07:273 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 07:23Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
-
Liga Spanyol 31 Oktober 2026 07:05Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 07:03Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
BERITA LAINNYA
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:10Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:05Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 20:00Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
-
indonesia 30 Oktober 2026 19:55Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
MOST VIEWED
Link Nonton Siaran Persib vs Melbourne Victory Hari Ini: Live Streaming di RCTI, Vision+, dan YouTube
3 Hal yang Bisa Ditawarkan Taisei Marukawa untuk Timnas Indonesia
Klasemen Grup E AFC Champions League 2026/2027: Persib di Puncak, FC Seoul Bangkit di Vietnam
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)

