
Bola.net - La Nyalla Mahmud Mattalitti menyayangkan ketidakhadiran Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin dalam pertemuan dengan KONI, Senin (11/6).
Sebagaimana diketahui, Senin sekitar pukul 15.00 WIB KONI menggelar pertemuan dengan pihak PSSI, Indonesia Super League (ISL), dan KPSI yang dalam hal ini merupakan representasi PSSI KLB.
Dari kubu PSSI KLB hadir La Nyalla bersama Rahim Soekasah, Tony Apriliani, Hardi Hasan dan CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.
Sementara itu, dari pihak PSSI Djohar hanya diwakili oleh Sekjen Tri Goestoro, Deputi Sekjen Bidang Organisasi Hadiyandra dan wakilnya Mursyid W.K. Akan tetapi, dari perwakilan PSSI tak satu pun yang bersedia menjelaskan ketidakhadiran Djohar Arifin.
"Pak Djohar juga diundang, tapi tidak datang. Seharusnya dia datang dan ikut menjelaskan hasil nota kesepahaman dengan AFC agar semua pihak jelas dan mengerti," kata La Nyalla usai pertemuan.
Pertemuan itu dimaksudkan untuk membahas hasil pertemuan tiga pihak dengan tim Task Force AFC yang melahirkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ketiga pihak dan AFC serta FIFA.
"Kalau semua hadir semua bisa jelas mendengarkannya. Kami sangat sayangkan Pak Djohar malah tidak hadir," ujar La Nyalla.
"Ditelepon mailbox. Katanya alasannya sedang pulang kampung. Ini sudah rekonsiliasi saja masih seperti ini, bagaimana mau memperbaiki sepak bola nasional?" ketus La Nyalla.
La Nyalla yang rela dikembalikan sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu juga menyayangkan perwakilan PSSI Djohar tidak memperlihatkan tindakan komunikatifnya. Tri Goestoro dan Hadiyandra lebih banyak bersikap pasif.
"Mereka hanya kebanyakan diam. Seharusnya mereka memberikan penjelasan yang positif terhadap hasil penandatanganan. Tidak komunikatif seperti tidak sepakat dengan penandatanganan. Harusnya Djohar yang datang dan membeberkan semua hasil MoU," tandasnya. (ant/end)
Sebagaimana diketahui, Senin sekitar pukul 15.00 WIB KONI menggelar pertemuan dengan pihak PSSI, Indonesia Super League (ISL), dan KPSI yang dalam hal ini merupakan representasi PSSI KLB.
Dari kubu PSSI KLB hadir La Nyalla bersama Rahim Soekasah, Tony Apriliani, Hardi Hasan dan CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono.
Sementara itu, dari pihak PSSI Djohar hanya diwakili oleh Sekjen Tri Goestoro, Deputi Sekjen Bidang Organisasi Hadiyandra dan wakilnya Mursyid W.K. Akan tetapi, dari perwakilan PSSI tak satu pun yang bersedia menjelaskan ketidakhadiran Djohar Arifin.
"Pak Djohar juga diundang, tapi tidak datang. Seharusnya dia datang dan ikut menjelaskan hasil nota kesepahaman dengan AFC agar semua pihak jelas dan mengerti," kata La Nyalla usai pertemuan.
Pertemuan itu dimaksudkan untuk membahas hasil pertemuan tiga pihak dengan tim Task Force AFC yang melahirkan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ketiga pihak dan AFC serta FIFA.
"Kalau semua hadir semua bisa jelas mendengarkannya. Kami sangat sayangkan Pak Djohar malah tidak hadir," ujar La Nyalla.
"Ditelepon mailbox. Katanya alasannya sedang pulang kampung. Ini sudah rekonsiliasi saja masih seperti ini, bagaimana mau memperbaiki sepak bola nasional?" ketus La Nyalla.
La Nyalla yang rela dikembalikan sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu juga menyayangkan perwakilan PSSI Djohar tidak memperlihatkan tindakan komunikatifnya. Tri Goestoro dan Hadiyandra lebih banyak bersikap pasif.
"Mereka hanya kebanyakan diam. Seharusnya mereka memberikan penjelasan yang positif terhadap hasil penandatanganan. Tidak komunikatif seperti tidak sepakat dengan penandatanganan. Harusnya Djohar yang datang dan membeberkan semua hasil MoU," tandasnya. (ant/end)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 5 Agustus 2026 19:26Lamine Yamal Beri Sinyal Dukung Barcelona Rekrut Julian Alvarez
BERITA LAINNYA
-
indonesia 5 Agustus 2026 17:07Ketika Aremania Memindahkan Tribun Piala Presiden 2026 ke Angkringan
SOROT
-
Liputan6 5 Agustus 2026 19:20Menko Polkam Bantah Pemasangan Pagar Mal Antisipasi Kerusuhan
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:20Cerita Saksi Detik-Detik Kebakaran di Gedung Cikini
-
Liputan6 5 Agustus 2026 18:11Asal Usul Pisau Dipakai Pelaku Mutilasi Pria di Depok
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:58Diberhentikan Sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji 50 Persen
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:47Awal Mula Penemuan Mayat Korban Mutilasi dalam Karung di Depok
-
Liputan6 5 Agustus 2026 16:45LPDP Kecewa Dokter EPR Komentar Nirempati ke Pasien BPJS
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya













:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316220/original/069382100_1785918134-unnamed__76_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316452/original/099839900_1785928807-751a7c72-2de4-4123-9eba-ae699c24e215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316400/original/036347300_1785925726-WhatsApp_Image_2026-08-05_at_17.28.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306887/original/065864800_1784913814-jam8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315667/original/014986000_1785849701-IMG-20260804-WA0059.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315744/original/019758300_1785885131-yurizal.webp)

