
Bola.net - PSSI pernah meluncurkan sebuah proyek mercusuar pelatnas jangka panjang dengan mengirimkan pemain-pemain berkualitas ke Uruguay. Program itu dikenal dengan sebutan SAD Uruguay.
Pemain belia berbakat Tanah Air dikumpulkan dalam satu tim untuk mengikuti kompetisi junior di negara yang dituju.
Program SAD Uruguay yang didanai pengusaha gila bola, Nirwan Dermawan Bakrie, berjalan selama lima tahun, 2008-2013. Banyak pesepak bola berbakat mencuat dari program yang kabarnya menelan dana Rp12,5 miliar per tahunnya itu.
Tidak banyak, namun tidak sedikit pula alumnus SAD Uruguay yang berhasil mempertahankan eksistensinya di kancah sepak bola nasional, termasuk di Shopee Liga 1 2020. Yang paling tenar tentu Alfin Tuasalamony, penghuni dua angkatan pada 2008 dan 2009.
Saat ini, Alfin membela Madura United setelah berbaju Arema FC selama dua musim sebelumnya. Setelah lulus dari SAD, pemain berusia 27 tahun ini mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Eropa bersama klub Belgia, CS Vise.
Bertahan di CS Vise pada 2013, Alfin berturut-turut pindah ke Persebaya Surabaya pada 2014, Persija Jakarta pada 2015, Bhayangkara FC pada 2017, dan Sriwijaya FC pada 2018.
Akan tetapi, tidak semua pemain didikan SAD Uruguay yang berlaga di kompetisi U-17 dan U-19 Uruguay sukses saat menjalani karier di level senior. Ada beberapa pemain lulusan SAD Uruguay yang menjalani masa-masa sulit saat berkarier sebagai pesepak bola profesional. Siapa saja?
Syamsir Alam
Digadang-gadang jadi penyerang top Timnas Indonesia meneruskan era Bambang Pamungkas, Syamsir Alam yang mendapatkan beasiswa generasi pertama program pelatnas jangka panjang SAD Uruguay pada 2008 gagal bersinar saat berkarier di level senior.
Pada musim perdana tampil di Liga U-17 Quinta Division 2008, ia menjadi top scorer dari tim SAD Indonesia dengan mengemas 15 gol dari 29 laga. Lantaran dianggap berbakat, ia sempat dipinjam Penarol pada musim selanjutnya.
Syamsir meninggalkan tim SAD untuk bergabung ke klub Divisi II Belgia, CS Vise, pada musim 2011. Klub tersebut dimiliki penguasa gila bola yang membiayai program SAD, Nirwan Dermawan Bakrie.
Namun, Syamsir lebih banyak jadi cadangan selama dua musim berkiprah di klub tersebut. Cedera punggung membuat pemain kelahiran Kabupaten Agam, 6 Juli 1992 itu, kesulitan menemukan level permainan terbaik.
Walau jadi langganan bangku cadangan di CS Vise, Syamsir dipanggil Rahmad Darmawan untuk mengikuti seleksi Timnas SEA Games 2011. Tampil impresif selama sepekan di sesi latihan pelatnas, nama Syamsir justru tak masuk skuat inti. Situasi serupa terjadi di SEA Games 2013. Faktanya, Syamsir memang tampil di bawah ekspektasi RD. Di masa seleksi Timnas Indonesia U-23, ia mandul gol.
Pada 2013, Syamsir membuat sensasi saat digaet klub asal Amerika, DC United. Klub itu dimiliki pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir. Tetapi, kesempatan emas berkarier di kompetisi MLS tak dimanfaatkan secara baik oleh sang pemain. Selama semusim di Washington DC, Syamsir lebih sering hanya ikut latihan saja di DC United. Namanya tidak pernah masuk line-up.
Pulang ke Tanah Air, Syamsir bergabung dengan Sriwijaya FC. Hanya, embel-embel berguru di CS Vise tak membuat sang penyerang mudah menembus posisi inti. Ia lebih sering duduk di bangku cadangan.
Karena frustrasi, Syamsir yang beberapa kali terlibat asmara dengan artis, memilih pindah ke Persipasi Bandung Raya di awal 2015. Apesnya kompetisi Indonesia Super League 2015 terhenti pada bulan April, imbas konflik antara PSSI dengan Kemenpora.
Syamsir praktis menganggur setelah ISL vakum. Saat PBR tampil di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman, namanya tidak tercantum dalam daftar pemain.
Kiprah terakhir Syamsir adalah bersama Persiba Balikpapan pada Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Setelah itu, ia banting setir menjadi artis.
Reffa Money
Bakat Reffa Arvindo Badherun Money mulai tercium saat membela Timnas Indonesia U-15 pada 2006. Ia jadi figur kunci Tim Jawa Timur saat juara Piala Medco U-15 2007.
Nama pemain berdarah Maluku yang besar di Surabaya itu selalu menghiasi skuat Tim Merah-Putih junior bersama rekan seangkatannya, Syamsir Alam dan Yericho Christiantoko. Bek kelahiran 21 Januari 1992 itu jadi kapten tim SAD Uruguay 2008-2009. Namun, cedera lutut parah membuatnya tak ikut dalam rombongan pemain Indonesia yang dikirim ke CS Vise Belgia.
Reffa pulang ke Tanah Air pada pengujung 2011. Setelah itu, nama Reffa menghilang dari peredaran sepak bola nasional.
Anak dari mantan pemain Persebaya tahun 1980-an, Yusuf Money, sempat berkarier di klub Persis Solo musim 2013-2014. Terakhir, namanya masuk daftar pemain PS TNI, identitas lama Persikabo, yang berlaga di Piala Jenderal Sudirman. Namun, Reffa hanya jadi penghangat bangku cadangan.
Yericho Christiantoko
Yericho Christiantoko, yang dibina Akademi Arema FC digadang-gadang akan menjadi penerus bek kiri legendaris Indonesia, Aji Santoso. Dengan bakat alam mumpuni, Yericho selalu memperkuat Timnas Indonesia level junior interval 2005-2008.
Kariernya kian berkembang saat ikut pelatnas jangka panjang SAD Uruguay pada 2008. Tiga tahun berselang, pemain kelahiran 14 Januari 1992, dikontrak CS Vise pada 2011-2012. Ia juga masuk skuat Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2011 dengan prestasi medali perak.
Karier Yericho mulai tersendat akibat cedera lutut parah di pentas kompetisi Divisi II Belgia. Ia jarang bermain dan akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Yericho akhirnya bergabung dengan klub yang membinanya, Arema FC pada 2013.
Di Tim Singo Edan cederanya kerap kali kambuh. Nama Yericho pun jarang masuk starting eleven di Singo Eda.
Pada akhir 2014, Yericho dilepas ke klub Divisi Utama, Persekam Metro FC. Tidak berjalannya kompetisi kasta kedua musim 2015 karena perseteruan PSSI dengan Kemenpora membuat karier sang pemain mandek.
Kabar terakhir, Yericho memperkuat Sriwijaya FC pada Liga 2 musim lalu. Belum ada informasi di mana ia bermain saat ini.
Alan Martha
Alan Martha terpilih masuk skuad SAD Uruguay dua kali pada 2008 dan 2009. Namun, talentanya mentok ketika berkiprah di kompetisi profesional.
Nama Alan Martha mulai melambung ketika ia membela Timnas Indonesia U-16 pada 2007. Duetnya bersama Syamsir Alam digadang-gadang memiliki masa depan cerah.
Namun, takdir berkata sebaliknya. Alan Martha tidak pernah benar-benar sukses sebagai pesepak bola. Sempat membela Persija Jakarta dan Sriwijaya FC, sosoknya kini hilang bak ditelan bumi.
Yandi Sofyan
Yandi Sofyan gagal memikul ekspektasi besar terhadapnya. Kariernya selalu berada di bawah bayang-bayang kakaknya, Zaenal Arif.
Sama seperti Alan Martha, Yandi Sofyan adalah bagian dari SAD Uruguay pada 2008 dan 2009. Ia sempat membela klub Belgia, CS Vise pada 2011-2012 dan Arema FC pada 2012-2014 sebelum hijrah ke Persib Bandung pada 2014-2016.
Dari Persib, Yandi Sofyan hengkang ke Bali United. Namun, ia tidak banyak mendapatkan kesempatan bermain hingga dilepas pada 2018.
Pada 2019, Yandi Sofyan menganggur karena tidak mendapatkan klub yang cocok untuknya. Pada awal tahun ini, penyerang berusia 28 tahun itu ditolak oleh Barito Putera.
Disadur dari: Bola.com/Penulis Muhammad Adiyaksa/Editor Wiwig Prayugi
Published: 15 Juli 2020
Baca Juga:
- Bikin Blunder Konyol Lawan Arsenal, Virgil van Dijk Panen Ejekan
- Juventus Gagal Menang dalam 3 Laga Terakhir, Netizen: Sarri Mata-Mata Napoli!
- Lima Pilihan Klub Bagi Coutinho Jika Tinggalkan Barcelona, Ada Liverpool Juga
- Daftar Pemain Muda dengan Gol dan Assist Terbanyak, Greenwood Peringkat Berapa?
- Skandal Memalukan Para Legenda Manchester United: Selingkuh, Judi, hingga Video Seks
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:52Timnas Indonesia U-20 Diminta Optimistis dan Waspadai Serangan Balik Laos
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:47Prediksi Starting XI Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Akan Ada Sejumlah Perubahan
-
Tim Nasional 3 September 2026 10:37Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 6 September 2026 11:00Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
-
Liga Inggris 6 September 2026 10:30Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
-
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026 10:08Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
-
Liga Spanyol 6 September 2026 10:00Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
-
Liga Spanyol 6 September 2026 09:30Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
-
Liga Inggris 6 September 2026 09:00Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
BERITA LAINNYA
-
indonesia 5 September 2026 17:23Hasil BRI Super League: PSIM Bangkit di Akhir Laga, Persita Gagal Bawa Pulang Tiga Poin
-
indonesia 5 September 2026 17:00Link Live Streaming Borneo FC vs Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027
-
indonesia 5 September 2026 16:00Prediksi BRI Super League: Persib vs PSM Makassar 6 September 2026
SOROT
-
Liputan6 6 September 2026 11:38Langit Lampung Gelap Akibat Abu Anak Krakatau, Warga Mulai Sesak Napas
-
Liputan6 6 September 2026 11:06Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
-
Liputan6 6 September 2026 10:50Bandara Halim Ditutup hingga Pukul 14.00 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Liputan6 6 September 2026 10:45Terganggu Abu Anak Krakatau, CFD Jakarta Berakhir Lebih Awal
-
Liputan6 6 September 2026 10:42Lampung Diselimuti Abu Anak Krakatau, Warga Keluhkan Mata Pedih
-
Liputan6 6 September 2026 09:45Peserta Lari Terganggu Abu Anak Krakatau, Debu Masuk Sepatu dan Kaca Mata
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341636/original/068576600_1788669892-Atap_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341624/original/012028000_1788667917-WhatsApp_Image_2026-09-06_at_08.46.41__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3090832/original/076119700_1585724040-20200401-Bandara-Corona-2.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/9341539/original/047701800_1788657623-0L5A9653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341614/original/077244700_1788666271-1001634791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341575/original/087170900_1788663205-IMG_3614.jpg)

