
Bola.net - Tim Sembilan yang dibentuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai bergerak. Juru bicara Tim Sembilan Kemenpora, Gatot S Dewo Broto, mengatakan dalam waktu dekat akan melakukan MoU dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Polri.
Hal tersebut, diungkapkannya lagi, agar menciptakan persepakbolaan yang bersih dan tak ada mafia. Bahkan ditegaskannya, hal tersebut akan langsung dilaporkan ke Menpora, Imam Nahrawi.
"Hasil rapat Tim Sembilan dengan berbagai instansi dan organisasi, memutuskan bahwa perlu segera dilakukan Mou antara Kemenpora dengan PPATK, MoU Kemenpora dengan Polri, serta membuat one stop service di persepakbolaan kita," kata Gatot Dewo Broto, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).
"Hal tersebut, seperti janji Menpora kepada para wartawan yang ingin secepatnya membenahi persepakbolaan di Tanah Air. Mengenai MoU Kemenpora dengan Polri, dimaksudkan untuk mengatur soal perizinan pertandingan," tuturnya.
Sedangkan terkait sistem one stop service, dimaksudkan agar nantinya tak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan terkait soal perizinan registrasi pemain, dan lain-lainnya.
"Kita tak ingin ada pihak yang diping-pong saat mengurus perizinan. Jangan sampai ada pihak yang harus ke PSSI dulu, tapi sebenarnya tak perlu. Masalah seperti itu tak boleh lagi terjadi di persepakbolaan kita," pungkasnya. (esa/dzi)
Hal tersebut, diungkapkannya lagi, agar menciptakan persepakbolaan yang bersih dan tak ada mafia. Bahkan ditegaskannya, hal tersebut akan langsung dilaporkan ke Menpora, Imam Nahrawi.
"Hasil rapat Tim Sembilan dengan berbagai instansi dan organisasi, memutuskan bahwa perlu segera dilakukan Mou antara Kemenpora dengan PPATK, MoU Kemenpora dengan Polri, serta membuat one stop service di persepakbolaan kita," kata Gatot Dewo Broto, di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1).
"Hal tersebut, seperti janji Menpora kepada para wartawan yang ingin secepatnya membenahi persepakbolaan di Tanah Air. Mengenai MoU Kemenpora dengan Polri, dimaksudkan untuk mengatur soal perizinan pertandingan," tuturnya.
Sedangkan terkait sistem one stop service, dimaksudkan agar nantinya tak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan terkait soal perizinan registrasi pemain, dan lain-lainnya.
"Kita tak ingin ada pihak yang diping-pong saat mengurus perizinan. Jangan sampai ada pihak yang harus ke PSSI dulu, tapi sebenarnya tak perlu. Masalah seperti itu tak boleh lagi terjadi di persepakbolaan kita," pungkasnya. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 14 Januari 2026 22:59 -
Tim Nasional 14 Januari 2026 21:00Timnas Indonesia, John Herdman, Harapan Fans, dan Luka yang Tersisa
LATEST UPDATE
-
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026 22:30 -
Liga Italia 21 Januari 2026 22:20 -
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026 22:13 -
Liga Inggris 21 Januari 2026 21:18 -
Liga Champions 21 Januari 2026 21:07 -
Tim Nasional 21 Januari 2026 20:56
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480060/original/010927300_1769014700-sabrang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480059/original/087062900_1769014044-IMG_5539.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480047/original/083448500_1769011227-141553.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478933/original/079657200_1768961772-Ketua_KNKT__Soerjanto_Tjahjono.jpg)
