FOLLOW US:


2 Alasan Freddie Ljungberg Bakal Jadi Pelatih Permanen Arsenal, Salah Satunya Gaji Kecil

04-12-2019 02:00

 | Richard Andreas

2 Alasan Freddie Ljungberg Bakal Jadi Pelatih Permanen Arsenal, Salah Satunya Gaji Kecil
Pelatih interim Arsenal, Freddie Ljungberg. © AP Photo

Bola.net - Pimpinan Arsenal punya dua alasan kuat untuk mengangkat Freddie Ljungberg sebagai pelatih permanen. Mereka senang tidak perlu membayar mahal untuk pelatih muda seperti Ljungberg, yang tetap berkualitas.

Akhir pekan lalu, Ljungberg diangkat sebagai pelatih interim pasca pemecatan Unai Emery. Dia memang belum sempat mengubah banyak hal, permainan The Gunners masih sama buruknya dengan masalah-masalah yang sama.

Posisi Ljungberg sebagai pelatih sementara ini menimbulkan berbagai respons. Sebagian yakin Ljungberg bisa jadi pelatih permanen yang tepat, sebagian lagi berharap Arsenal mau mencari pelatih lain yang lebih berpengalaman.

Biar begitu, pihak klub punya alasan sendiri memilih Ljungberg. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 2

Bakal Jadi Permanen

Mengutip Express, Arsenal masih terbuka mempertimbangkan gagasan mengangkat Ljungberg jadi pelatih permanen. Syaratnya, Ljungberg harus bisa memperbaiki laju tim dalam waktu dekat ini.

Juga, mengangkat Ljungberg jadi pelatih permanen bakal membuat Arsenal berhemat dalam hal gaji dan kompensasi. Pihak klub yakin permintaan gaji Ljungberg tidak akan sebesar kandidat-kandidat lain.

Selain itu, Arsenal ingin menghindari gagasan mendatangkan pelatih klub lain. Mereka tidak mau membayar kompensasi pada klub yang masih menaungi pelatih tersebut.

Sejauh ini kandidat pelatih baru Arsenal memang dipenuhi nama-nama hebat, beberapa di antaranya masih bekerja untuk klub lain. Misalnya Nuno Espirito Santi, Brendan Rodgers, dan Carlo Ancelotti.

2 dari 2

Ljungberg Terdepan

Alhasil, mempertimbangkan penghematan biaya, Arsenal yakin Ljungberg sudah yang paling tepat. Mereka bakal menghemat beberapa juta dolar dan bisa fokus mendatangkan pemain baru.

Ada banyak hal yang menguntungkan Ljungberg di antara kandidat-kandidat lain, salah satunya adalah dia lebih mengenal klub dari calon lainnya. Ljungberg pernah bermain untuk Arsenal dan sudah bekerja sebagai pelatih tim muda beberapa tahun terakhir.

Biar begitu, pihak klub tidak membebaskan Ljungberg begitu saja. Mereka tetap memberikan batas waktu untuk melihat hasil kerja Ljungberg. Jika tanpa perkembangan, bisa jadi Ljungberg batal jadi pelatih permanen.

Sumber: Express