3 Pemain yang Pernah Jadi Musuh Arne Slot di Liverpool: Mohamed Salah Merasa Dikambinghitamkan

3 Pemain yang Pernah Jadi Musuh Arne Slot di Liverpool: Mohamed Salah Merasa Dikambinghitamkan
Arne Slot ketika masih menangani Liverpool. (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Masa kepelatihan Arne Slot di Liverpool berakhir dengan berbagai catatan yang jauh dari harapan. Setelah sukses mempersembahkan gelar Liga Inggris pada musim pertamanya, performa The Reds justru menurun drastis pada musim berikutnya hingga berujung pada pergantian pelatih.

Namun, merosotnya prestasi bukan satu-satunya masalah yang membayangi Slot selama berada di Anfield. Pelatih asal Belanda itu juga beberapa kali terlibat ketegangan dengan sejumlah pemain senior yang menjadi pilar tim.

Kini, pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, menghadapi tantangan besar untuk memulihkan hubungan antara ruang ganti, suporter, dan manajemen klub. Selama era Slot, sejumlah konflik internal sempat mencuat ke publik, melibatkan nama-nama besar seperti Mohamed Salah, Trent Alexander-Arnold, hingga Darwin Nunez.

Mohamed Salah Merasa Dijadikan Kambing Hitam

Mohamed Salah Merasa Dijadikan Kambing Hitam

Arne Slot mempersiapkan Mohamed Salah untuk masuk ke laga Liverpool vs Tottenham (c) AP Photo/Jon Super

Hubungan Slot dengan Salah menjadi salah satu konflik paling menyita perhatian. Ketegangan mulai terlihat ketika penyerang asal Mesir itu tiga kali berturut-turut tidak masuk dalam susunan pemain utama pada Desember 2025.

Puncaknya terjadi saat Liverpool bertandang ke markas Leeds United. Salah hanya duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan dan secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya kepada media.

Menurut Salah, dirinya merasa dijadikan pihak yang harus menanggung kesalahan atas buruknya performa Liverpool di Liga Inggris. Bahkan, ia mengaku hubungan dengan Slot yang sebelumnya berjalan baik tiba-tiba berubah menjadi dingin.

Pernyataan tersebut memicu perdebatan besar di kalangan pendukung Liverpool. Salah menilai kontribusinya selama bertahun-tahun untuk klub tidak mendapat penghargaan yang layak, terutama setelah perannya yang sangat penting pada musim sebelumnya.

Ketegangan semakin terasa ketika Liverpool kalah 2-4 dari Aston Villa pada Mei lalu. Melalui media sosial, Salah secara tersirat mengkritik arah permainan tim.

Ia menegaskan Liverpool harus kembali menjadi tim dengan gaya menyerang agresif yang ditakuti lawan, serta kembali fokus meraih trofi. Bagi Salah, identitas tersebut tidak boleh hilang dan setiap pemain yang datang ke klub harus mampu menyesuaikan diri dengan filosofi itu.

Alexander-Arnold Sempat Berselisih soal Pergantian Pemain

Alexander-Arnold Sempat Berselisih soal Pergantian Pemain

Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Tidak sebesar konflik dengan Salah, hubungan Slot dan Alexander-Arnold juga sempat mengalami gesekan.

Insiden itu terjadi pada awal musim 2024 saat Liverpool menghadapi Brentford. Ketika Liverpool unggul 2-0, Slot memutuskan menarik Alexander-Arnold dan menggantikannya dengan Conor Bradley pada menit-menit akhir pertandingan.

Keputusan tersebut tampak tidak disukai oleh sang pemain. Ekspresi frustrasi Alexander-Arnold terlihat jelas saat meninggalkan lapangan.

Menariknya, itu bukan kali pertama bek jebolan akademi Liverpool tersebut menunjukkan ketidakpuasan setelah ditarik keluar. Pada laga pembuka Liga Inggris melawan Ipswich Town, ia juga sempat memperlihatkan reaksi serupa.

Meski demikian, Slot saat itu berusaha meredam situasi. Ia menjelaskan bahwa kondisi kebugaran Alexander-Arnold perlu dijaga mengingat jadwal yang padat setelah sang pemain kembali dari tugas internasional.

Slot menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi kepentingan jangka panjang tim dan bukan karena performa pemain yang buruk.

Beberapa bulan kemudian, Alexander-Arnold meninggalkan Anfield dan bergabung dengan Real Madrid. Namun, perselisihan kecil tersebut diyakini tidak menjadi faktor utama di balik keputusannya hengkang.

Darwin Nunez Kena Teguran Terbuka

Darwin Nunez Kena Teguran Terbuka

Darwin Nunez saat membela Liverpool dalam pertandingan Piala FA melawan Accrington Stanley di Stadion Anfield, Sabtu (11/1/2025). (c) AP Photo/Jon Super

Sementara itu, konflik Slot dengan Darwin Nunez lebih banyak berkaitan dengan performa di lapangan.

Pada Februari 2025, saat Liverpool sedang berada di jalur juara Liga Inggris, Nunez tampil mengecewakan dalam laga melawan Aston Villa. Meski gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas, hal yang paling membuat Slot kecewa justru bukan soal penyelesaian akhir sang striker.

Pelatih Belanda itu menyoroti perubahan sikap Nunez setelah gagal mencetak gol. Menurut Slot, penyerang Uruguay tersebut terlalu larut dalam rasa frustrasi hingga mengurangi intensitas kerjanya untuk tim.

Slot menegaskan bahwa seorang penyerang memang bisa saja melewatkan peluang, tetapi tidak boleh kehilangan etos kerja dan kontribusi untuk tim hanya karena gagal mencetak gol.

Komentar keras itu kemudian memicu respons dari Nunez melalui media sosial. Dalam unggahan yang sempat dihapus, ia menyindir perubahan penilaian publik terhadap dirinya.

Nunez menulis bahwa beberapa minggu sebelumnya ia dianggap pahlawan setelah membantu Liverpool meraih kemenangan, tetapi kini langsung dicap sebagai pemain gagal hanya karena melewatkan satu peluang.

Belakangan, mantan striker Al-Hilal itu memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak merasa dirinya pemain terbaik saat dipuji dan tidak pula menganggap dirinya yang terburuk ketika dikritik.

Meski menunjukkan sikap pantang menyerah, masa depan Nunez di Liverpool akhirnya tidak bertahan lama. Penyerang yang direkrut pada 2022 itu meninggalkan Anfield pada Agustus 2025 setelah menerima tawaran senilai 46 juta poundsterling dari Al-Hilal.

Warisan Konflik di Akhir Era Slot

Warisan Konflik di Akhir Era Slot

Andoni Iraola resmi menjadi manajer baru Liverpool (c) Liverpool FC Official

Berakhirnya era Arne Slot meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah bagi Liverpool. Selain membangun kembali performa tim di lapangan, klub juga perlu memperbaiki keharmonisan di ruang ganti yang sempat terganggu selama dua musim terakhir.

Dengan hadirnya Andoni Iraola, Liverpool berharap dapat membuka lembaran baru dan mengembalikan suasana positif yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu kekuatan utama klub di Anfield.