3 Perubahan Taktik Manchester United Era Darren Fletcher Dibanding Ruben Amorim: Peran Baru Benjamin Sesko

Bola.net - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di Premier League. Bertandang ke markas Burnley pada pekan ke-21, Kamis (8/1) dini hari WIB, Setan Merah ditahan imbang 2-2 di Turf Moor Stadium.
Benjamin Sesko menjadi sorotan dengan dua golnya. Namun, hasil imbang itu juga diwarnai kesalahan individu Ayden Heaven serta satu gol Burnley yang dicetak Anthony.
Meski gagal mengamankan tiga poin, laga ini menyimpan sinyal perubahan penting. MU tampil dengan pendekatan berbeda di bawah arahan Darren Fletcher yang bertindak sebagai manajer karteker.
Comparing @ManUtd's formation in their first outing under Darren Fletcher compared to Sunday's draw at Leeds, Ruben Amorim's final match 👀
— Premier League (@premierleague) January 7, 2026
🔎 @Microsoft pic.twitter.com/1mKMVyMSCn
Fletcher melakukan sejumlah penyesuaian signifikan dibanding Ruben Amorim. Perubahan itu terlihat jelas pada cara membangun serangan, pemanfaatan pemain kunci, hingga struktur formasi.
Kurangi Umpan Jauh, Perbanyak Crossing

Pada era Ruben Amorim, Manchester United sangat mengandalkan umpan jauh sebagai jalur progresi bola. Lisandro Martinez dan Leny Yoro menjadi aktor utama, bahkan kiper Senne Lammens ikut terlibat dalam distribusi panjang.
Darren Fletcher memilih pendekatan berbeda. MU tidak lagi agresif mengirim umpan panjang vertikal. Fletcher lebih mendorong umpan diagonal untuk menggeser blok pertahanan lawan dan membuka ruang di sisi lapangan.
Perubahan ini berdampak pada intensitas crossing. Wingback MU lebih sering melepas umpan silang dari area lebar. Gol kedua Sesko menjadi contoh konkret, sesuatu yang jarang terlihat pada era Amorim yang mengutamakan dribel menusuk.
Peran Benjamin Sesko Lebih Sentral

Benjamin Sesko mencatatkan delapan tembakan saat menghadapi Burnley. Angka tersebut menjadi rekor pribadi sang striker selama berseragam Manchester United.
Fletcher menempatkan Sesko sebagai target man murni. Ia menjadi fokus utama serangan, menerima suplai crossing dan cut-back untuk diselesaikan di kotak penalti.
Situasi ini kontras dengan era Amorim. Sesko lebih sering berperan sebagai pemantul bola. Eksekusi akhir kerap diambil oleh winger atau wingback yang masuk ke kotak penalti, membuat kontribusi gol Sesko relatif tereduksi.
Pergeseran Formasi dan Peran Kunci

Perbedaan paling mencolok terlihat pada struktur permainan. Ruben Amorim konsisten dengan formasi 3-4-3 meski hasilnya kerap mengecewakan dan menuai kritik.
Darren Fletcher langsung mengubah pendekatan tersebut. MU tampil dengan formasi 4-2-3-1, menggunakan empat bek sejajar dan menempatkan Luke Shaw sebagai bek kiri.
Perubahan ini turut menghidupkan kembali peran Bruno Fernandes. Ia kembali dimainkan sebagai playmaker murni di belakang striker. Pada era Amorim, Bruno lebih sering beroperasi sebagai gelandang nomor delapan, jauh dari area krusial.
Klasemen Premier League 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Pemain yang Bikin Chelsea Kelabakan, Harry Wilson Punya Sentuhan Magis!
- Puas Dengan Skuad yang Ada, Arne Slot Isyaratkan Liverpool tak Akan Angkut Bek Incaran Man City Ini?
- Malam Kelam Marc Cucurella Kala Chelsea Tumbang di Markas Fulham: Kartu Merah Berujung Hujan Hujatan
- Hanya Perlu 11 Menit di Laga Burnley vs Man Utd, Anak Muda Ini Langsung Bikin Darren Fletcher Kagum
- 5 Pelajaran dari Hasil Imbang Man City vs Brighton: Nasib Kini Ditentukan Terpelesetnya Arsenal
- Meski Cetak Dua Gol, Benjamin Sesko Dinilai Tak Layak Bela Man Utd
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 9 Januari 2026 13:46 -
Liga Inggris 9 Januari 2026 10:47Kok Bisa Benjamin Sesko Yakin Man Utd Bakal Keluar dari Zaman Kegelapan?
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 9 Januari 2026 14:06 -
Bola Indonesia 9 Januari 2026 14:04 -
Bola Indonesia 9 Januari 2026 14:00 -
Liga Inggris 9 Januari 2026 13:46 -
Liga Spanyol 9 Januari 2026 13:41 -
Bola Indonesia 9 Januari 2026 13:39
MOST VIEWED
- Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
- Ruang Ganti Man United Bergejolak: Mayoritas Pemain Kecewa Ruben Amorim Dipecat, Bruno Fernandes dan Harry Maguire Buka Suara
- Ranking Manajer Manchester United Pasca-Ferguson: Amorim Terburuk, Mourinho Tak Tergoyahkan
- Manchester United dan Ole Gunnar Solskjaer Semakin Dekat untuk Balikan
HIGHLIGHT
- 3 Pemain yang Bisa Cabut dari Arsenal pada Bursa T...
- 6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jend...
- 6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
- 4 Pelatih yang Bisa Diboyong Chelsea jika Enzo Mar...
- 10 Pemain dengan Gaji Termahal di Piala Afrika 202...
- 4 Opsi Transfer Darurat Manchester United Usai Bru...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/4941815/original/009382500_1726032162-IMG_1373.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5356560/original/028175900_1758461650-IMG_7802_1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5463275/original/087696500_1767604431-maduro.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5412015/original/075913400_1763029321-WhatsApp_Image_2025-11-13_at_17.11.39__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5446325/original/025310000_1765878759-_SUC__The_Founder5_II_-_Unfinished_Business_-_14122025_-_6D_-_1128.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5446005/original/088102100_1765870455-2578__1_.jpg)

