3 Perubahan Taktik Manchester United Era Darren Fletcher Dibanding Ruben Amorim: Peran Baru Benjamin Sesko

3 Perubahan Taktik Manchester United Era Darren Fletcher Dibanding Ruben Amorim: Peran Baru Benjamin Sesko
Manajer Interim Manchester United Darren Fletcher di laga kontra Burnley, Kamis (08/01/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di Premier League. Bertandang ke markas Burnley pada pekan ke-21, Kamis (8/1) dini hari WIB, Setan Merah ditahan imbang 2-2 di Turf Moor Stadium.

Benjamin Sesko menjadi sorotan dengan dua golnya. Namun, hasil imbang itu juga diwarnai kesalahan individu Ayden Heaven serta satu gol Burnley yang dicetak Anthony.

Meski gagal mengamankan tiga poin, laga ini menyimpan sinyal perubahan penting. MU tampil dengan pendekatan berbeda di bawah arahan Darren Fletcher yang bertindak sebagai manajer karteker.

Fletcher melakukan sejumlah penyesuaian signifikan dibanding Ruben Amorim. Perubahan itu terlihat jelas pada cara membangun serangan, pemanfaatan pemain kunci, hingga struktur formasi.

1 dari 4 halaman

Kurangi Umpan Jauh, Perbanyak Crossing

Kurangi Umpan Jauh, Perbanyak Crossing

Darren Fletcher dan skuad Manchester United tiba di markas Burnley, Kamis (08/01/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Pada era Ruben Amorim, Manchester United sangat mengandalkan umpan jauh sebagai jalur progresi bola. Lisandro Martinez dan Leny Yoro menjadi aktor utama, bahkan kiper Senne Lammens ikut terlibat dalam distribusi panjang.

Darren Fletcher memilih pendekatan berbeda. MU tidak lagi agresif mengirim umpan panjang vertikal. Fletcher lebih mendorong umpan diagonal untuk menggeser blok pertahanan lawan dan membuka ruang di sisi lapangan.

Perubahan ini berdampak pada intensitas crossing. Wingback MU lebih sering melepas umpan silang dari area lebar. Gol kedua Sesko menjadi contoh konkret, sesuatu yang jarang terlihat pada era Amorim yang mengutamakan dribel menusuk.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 17 Januari 2026
Man United Man United
19:30 WIB
Man City Man City
2 dari 4 halaman

Peran Benjamin Sesko Lebih Sentral

Peran Benjamin Sesko Lebih Sentral

Pemain Manchester United, Benjamin Sesko, mencetak gol dalam pertandingan Liga Inggris melawan Burnley, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Benjamin Sesko mencatatkan delapan tembakan saat menghadapi Burnley. Angka tersebut menjadi rekor pribadi sang striker selama berseragam Manchester United.

Fletcher menempatkan Sesko sebagai target man murni. Ia menjadi fokus utama serangan, menerima suplai crossing dan cut-back untuk diselesaikan di kotak penalti.

Situasi ini kontras dengan era Amorim. Sesko lebih sering berperan sebagai pemantul bola. Eksekusi akhir kerap diambil oleh winger atau wingback yang masuk ke kotak penalti, membuat kontribusi gol Sesko relatif tereduksi.

3 dari 4 halaman

Pergeseran Formasi dan Peran Kunci

Pergeseran Formasi dan Peran Kunci

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim di laga melawan Sunderland pada 4 Oktober 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Perbedaan paling mencolok terlihat pada struktur permainan. Ruben Amorim konsisten dengan formasi 3-4-3 meski hasilnya kerap mengecewakan dan menuai kritik.

Darren Fletcher langsung mengubah pendekatan tersebut. MU tampil dengan formasi 4-2-3-1, menggunakan empat bek sejajar dan menempatkan Luke Shaw sebagai bek kiri.

Perubahan ini turut menghidupkan kembali peran Bruno Fernandes. Ia kembali dimainkan sebagai playmaker murni di belakang striker. Pada era Amorim, Bruno lebih sering beroperasi sebagai gelandang nomor delapan, jauh dari area krusial.