4 Pelatih Tak Terkenal Yang Layak Jadi Pengganti Solskjaer di MU

Aga Deta | 13 November 2021 14:39
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer. (c) AP Photo

Bola.net - Manchester United sedang mengalami periode yang sulit belakangan ini. Karena kerap meraih hasil yang buruk, masa depan Ole Gunnar Solskjaer kini tengah menjadi sorotan.

Beberapa waktu lalu, sempat muncul para nomine yang layak menggantikan peran Ole Gunnar Solskjaer di Carrington. Sayang, mereka belum memberi lampu hijau setelah manajemen Manchester United tetap belum ingin menendang Ole keluar dari Old Trafford.

Namun, spekulasi terkait nama-nama yang pantas menakhodai Cristiano Ronaldo dkk terus berkembang. Setelah Zinedine Zidane sampai Julian Nagelsmann, ada sosok lain yang tak ternama tapi dianggap punya kemampuan organisasi serta pengalaman yang lebih baik dibanding Ole Gunnar Solskjaer.

Setidaknya ada empat nama pelatih yang tengah moncer di sepak bola Eropa, namun mereka tak punya latar nama besar di kancah menangani tim.

1 dari 4 halaman

Franck Haise

Orang pertama yang menjadi atensi adalah Franck Haise.

Pria berusia 50 tahun ini tak memiliki 'track record' istimewa. Namun, musim ini ia menjadi buah bibir. Bagaimana tidak, ia sanggup membawa Lens berada di peringkat 2 klasemen sementara Liga Prancis, tepat di bawah Paris Saint-Germain.

Uniknya, Haise membawa Lens melangkah tinggi dengan bekal deretan pemain yang nyaris tanpa bintang menonjol. France Football menyebut, Haise sanggup memainkan kolektivitas sebagai senjata utama.

Permainan kolektif tersebut menghadirkan peran penting para pemain seperti Seko Fofana, Gaël Kakuta, gelandang asal Polandia Przemysław Frankowski dan bomber lokal, Florian Sotoca. Kemampuan ini membuat Franck Haise layak masuk nomine pelatih Manchester United, dari sisi nama yang kurang terkenal.

2 dari 4 halaman

Imanol Alguacil

Pelatih berikutnya yang bisa menjadi alternatif adalah Imanol Alguacil. Ia dianggap punya kemapanan, ketenangan dan permainan agresif, yang membuat Real Sociedad berjaya, setidaknya sampai jelang paruh pertama.

Saat ini, armada Alguacil sedang berada di puncak klasemen sementara Liga Spanyol. Tiga raksasa berada di bawah Real Sociedad, yakni Real Madrid, Barcelona dan sang juara bertahan, Atletico Madrid.

Bukan perkara mudah bagi Alguacil membangun tim seperti sekarang. Ia harus membangun tim sejak 2018. Jika menilik jauh ke belakang, keberhasilan Alguacil tak lepas dari pengetahuannya tentang tradisi Real Sociedad, plus keberanian mengambil beberapa nama junior untuk masuk ke tim utama sejak awal musim 2018/2019.

Alguacil memang tak asing lagi dengan Real Sociedad. Seluruh karier kepelatihannya berawal dari tim yang bermarkas di Anoeta ini. Ia adalah pelatih tim junior Real Sociedad, sebelum akhirnya manajemen klub memercayai dirinya menjadi arsitek tim utama.

3 dari 4 halaman

Christian Streich

Christian Streich (c) Bundesliga

Christian Streich adalah nama asing berikutnya yang layak menjadi kandidat pengganti Ole Gunnar Solskjaer. Saat ini, ia sedang menangani tim kejutan di Bundesliga, Freiburg.

Tim yang dianggap kecil ini sanggup bersaing dengan dua raksasa tradisional Liga Jerman, yakni Bayern Munchen dan Borussia Dortmund. Beberapa nama berhasil meroket di bawah asuhan Streich, seperti bomber Lucas Höler , Ermedin Demirović, bintang asal Korea Selatan Jeong Woo-yeong, Vincenzo Grifo, serta bek yang tengah diburu banyak klub Eropa, Keven Schlotterbeck.

Seperti halnya Alguacil, karier Streich juga 100 persen untuk Freiburg. Ia adalah mantan asisten pelatih sekaligus koordinator tim junior tim yang berasal dari daerah Freiburg im Breisgau, Baden-Württemberg. Tak heran jika kemampuan atau daya analisa terhadap pemain menjadi acuan utama.

4 dari 4 halaman

Sergio Conceicao

Sergio Conceicao (c) AFP

Nama terakhir yang bisa menjadi orang nomor satu di bangku cadangan Manchester United adalah Sergio Conceicao. Sebagai pemain, namanya memang sudah tak asing karena malang-melintang di berbagai liga papan atas Eropa. Tapi, status kepelatihan belum membuatnya menggetarkan tanah Benua Biru.

Padahal, di level domestik, ia memiliki kinerja bagus bersama FC Porto. Eks Inter Milan dan Lazio ini sanggup mengoleksi dua gelar Primeira Liga, yakni musim 2017/2018 dan 2019/2020. Musim lalu, FC Porto gagal memertahankan juara setelah kalah dari Sporting.

Warna permainan yang menonjol dari Sergio Conceicao adalah agresivitas. Berstatus mantan pemain sayap, membuat FC Porto tampil ganas. Musim ini, mereka sudah mengoleksi 28 gol dari 11 pertandingan di Liga Portugal.

Disadur dari: Bola.com/Penulis Nurfahmi Budi
Published: 11/11/2021

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR