5 Faktor Kunci di Balik Berakhirnya Era Enzo Maresca di Chelsea: 'Civil War' di Internal The Blues

5 Faktor Kunci di Balik Berakhirnya Era Enzo Maresca di Chelsea: 'Civil War' di Internal The Blues
Enzo Maresca sebagai pelatih Chelsea. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Keputusan tim papan atas Premier League, Chelsea untuk mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca pada 1 Januari 2026 tidak terjadi secara tiba-tiba.

Meski sang pelatih berhasil menghadirkan dua trofi pada musim lalu, hubungan antara Maresca dan manajemen klub disebut mengalami keretakan serius dalam beberapa pekan terakhir.

Serangkaian kontroversi internal, komunikasi yang buruk, hingga performa tim yang menurun menjadi faktor utama yang mendorong manajemen Stamford Bridge mengambil langkah tegas.

Berikut lima momen yang menjadi faktor kunci penyebab dipecatnya Maresca dari kursi manajer Chelsea selengkapnya.

1 dari 6 halaman

Kontak Maresca dengan Manchester City

Kontak Maresca dengan Manchester City

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca. (c) AP Photo/Kin Cheung

Salah satu isu paling sensitif adalah kabar komunikasi Maresca dengan Manchester City. Sumber internal Chelsea menilai langkah tersebut sebagai awal dari runtuhnya kepercayaan klub terhadap sang pelatih.

Maresca disebut telah memberi tahu manajemen soal adanya pembicaraan dengan pihak yang dekat dengan City terkait potensi lowongan di akhir musim. Namun, meski dilakukan atas dasar kewajiban kontrak, manuver itu tetap dianggap tidak menghormati Chelsea.

Situasi semakin rumit mengingat rekam jejak Maresca sebagai mantan asisten Pep Guardiola di Etihad.

2 dari 6 halaman

Konflik Maresca dengan Tim Medis Chelsea

Konflik Maresca dengan Tim Medis Chelsea

Enzo Maresca saat berdiri di pinggir lapangan di laga Chelsea melawan Bournemouth di Liga Inggris, 31 Desember 2025 lalu. (c) AP Photo/Kin Cheung

Ketegangan di internal klub semakin terasa ketika Maresca menyebut dua hari jelang kemenangan atas Everton sebagai “48 jam terburuk” selama melatih Chelsea.

Pernyataan tersebut diyakini berkaitan dengan perbedaan pandangan antara Maresca dan tim medis terkait kondisi fisik pemain. Manajemen menilai sang pelatih kerap mengabaikan rekomendasi dokter, khususnya soal durasi bermain, demi mengejar hasil.

Kekhawatiran meningkat usai sejumlah pemain inti tetap dipaksakan tampil meski mengalami cedera ringan.

3 dari 6 halaman

Pernyataan Terbuka Maresca ke Publik

Pernyataan Terbuka Maresca ke Publik

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca (kiri), memberikan instruksi kepada Estevao Willian pada laga Premier League/Liga Inggris antara Chelsea vs Bournemouth, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Kin Cheung

Alih-alih meredam situasi, Maresca justru mempertegas kritiknya di ruang publik. Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan luapan emosi sesaat, melainkan sesuatu yang telah dipikirkan matang.

Sikap ini memicu frustrasi di kalangan petinggi klub, yang menilai Maresca semakin sering menyampaikan ketidakpuasan secara terbuka ketimbang menyelesaikannya secara internal.

4 dari 6 halaman

Hasil Buruk di Tengah Musim

Hasil Buruk di Tengah Musim

Ekspresi kecewa Marc Cucurella usai gawang Chelsea dibobol oleh Atalanta (c) AP Photo/Antonio Calanni

Penurunan performa tim menjadi faktor krusial yang akhirnya mempercepat keputusan pemecatan.

Chelsea tercatat telah kehilangan 15 poin dari posisi unggul di Premier League musim ini, terbanyak di antara seluruh kontestan.

Jika digabungkan dengan Liga Champions, total poin yang terbuang mencapai 20. Statistik tersebut dinilai tidak bisa diterima, terutama ketika klub pesaing seperti Arsenal hanya kehilangan lima poin dari situasi serupa.

5 dari 6 halaman

Maresca Absen dari Konferensi Pers

Maresca Absen dari Konferensi Pers

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca (kiri), bersama pemain Chelsea, Pedro Neto (7), dan pemain Bournemouth, Antoine Semenyo, (24), usai laga Premier League Chelsea vs Bournemouth, 30 Desember 2025 (c) AP Photo/Kin Cheung

Insiden yang dianggap paling mencerminkan keretakan hubungan terjadi usai hasil imbang melawan Bournemouth.

Maresca tidak hadir dalam konferensi pers dan justru mengutus asistennya, Willy Caballero, dengan alasan sakit. Belakangan terungkap bahwa ketidakhadiran itu merupakan penolakan Maresca untuk menghadapi media.

Sikap tersebut dinilai tidak profesional dan membuat manajemen kecewa karena menyeret staf pelatih ke dalam situasi yang sensitif. Momen inilah yang diyakini menjadi titik akhir kesabaran Chelsea terhadap Maresca.

Sumber: The Sun