
Bola.net - Enzo Fernandez merayakan tiga tahun kariernya di Chelsea dengan cara yang paling dramatis dan emosional. Gelandang Argentina ini mencetak gol kemenangan di masa injury time saat The Blues membungkam West Ham, Minggu (1/2/2026) dini hari.
Laga di Stamford Bridge berjalan bak roller coaster bagi tuan rumah yang sempat tertinggal dua gol. Namun, mentalitas baja membuat mereka sukses melakukan comeback sensasional menjadi 3-2.
Gol penentu dari Enzo menjadi puncak perayaan anniversary ketiganya berseragam biru. Usai laga, ia tak bisa menyembunyikan rasa bangganya terhadap perjuangan rekan setimnya.
Enzo menyebut kemenangan ini adalah bukti nyata kualitas karakter skuad Chelsea saat ini. Mereka menolak menyerah meski babak pertama berjalan sangat buruk.
Mentalitas Top Chelsea

Chelsea tampil berantakan di paruh pertama dan harus rela tertinggal dua gol saat turun minum. Namun, gol balasan dari Joao Pedro, Marc Cucurella, dan Enzo membalikkan keadaan.
Enzo mengakui timnya bermain di bawah standar pada awal laga. Perubahan sikap di babak kedua menjadi kunci utama kemenangan krusial ini.
"Tidak ada yang berjalan baik bagi kami sama sekali di babak pertama, tetapi di babak kedua, kami menunjukkan karakter dan keberanian," ujar Enzo Fernandez.
"Saya percaya bahwa kami pantas memenangkan pertandingan karena pada akhirnya, kami menunjukkan di babak kedua bahwa kami adalah tim yang lebih baik," tambahnya.
Kebanggaan di Tengah Badai Transisi
Bagi Enzo, gol ini terasa sangat spesial karena menandai tiga tahun pengabdiannya di London Barat. Ia mengenang masa-masa sulit saat pertama kali mendarat di Inggris.
Kala itu, Chelsea sedang dalam fase transisi yang kacau dengan pergantian pelatih yang intens. Bertahan dan beradaptasi di situasi tersebut bukanlah hal yang mudah.
"Sebenarnya saya sangat bangga dengan tiga tahun saya di sini, karena saya tiba di masa yang sangat sulit bagi klub dengan banyak perubahan serta pelatih yang datang dan pergi," ungkap Enzo.
"Tapi saya senang dengan bagaimana segala sesuatunya berjalan," lanjut gelandang bernomor punggung delapan itu.
Efek Instan Liam Rosenior
Kemenangan ini juga menegaskan dampak positif dari pelatih anyar, Liam Rosenior. Sang manajer sukses mempersembahkan enam kemenangan dari tujuh laga awalnya.
Enzo merasa chemistry antara pemain dan pelatih terbangun dengan sangat cepat. Ide-ide taktik Rosenior dinilai sangat jelas dan mudah dipahami pemain.
"Hasil di bawah pelatih baru bisa dilihat oleh semua orang," kata Enzo memuji sang bos.
"Dia belum lama bersama kami, dan ide-ide taktiknya sudah sangat jelas. Kami sangat senang dengannya dan kepercayaan yang dia berikan kepada kami setiap hari," tegasnya.
Solidaritas untuk Estevao
Di tengah euforia kemenangan, Enzo menunjukkan sisi kepemimpinannya yang menyentuh hati. Ia mengirimkan pesan duka cita mendalam untuk rekannya, Estevao.
Pemain muda tersebut absen dalam laga ini karena harus pulang ke Brasil urusan keluarga. Enzo memastikan seluruh skuad berdiri mendukung rekannya yang sedang berduka.
"Saya ingin mengirim pesan kepada Estevao. Katakan padanya bahwa saya mengirimkan belasungkawa terdalam saya," tutur Enzo dengan nada empatik.
"Bahwa saya mendukungnya, mencintainya, dan kami berharap dapat segera melihatnya di sini. Seluruh grup bersamanya," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 29 Maret 2026 07:00Diincar MU, RB Leipzig Pagari Yan Diomande dengan Harga Selangit
-
Liga Inggris 29 Maret 2026 05:00Manchester United Menarik Diri dari Transfer Bruno Guimaraes, Kenapa?
-
Liga Inggris 29 Maret 2026 04:00Inter Miami Bakal Angkut Mohamed Salah? Begini Kata Fabrizio Romano
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 29 Maret 2026 07:00 -
Liga Inggris 29 Maret 2026 06:30 -
Liga Inggris 29 Maret 2026 06:00 -
Liga Inggris 29 Maret 2026 05:00 -
Liga Inggris 29 Maret 2026 04:00 -
Otomotif 29 Maret 2026 03:57
MOST VIEWED
- Memancing di Air Keruh, Manchester United Tertarik untuk Boyong Pemain Tottenham Ini
- Alejandro Garnacho Sedang Terpuruk di Chelsea dan Jadi Bahan Ejekan Fans
- Tradisi 24 Tahun Diputus Demi Lindungi Pemain, MU Tak Gelar Tur Dunia pada Awal Musim 2026/2027?
- 11 Tim Premier League Berpeluang ke Kompetisi Eropa Musim Depan, Begini Skenarionya
HIGHLIGHT
- 11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada...
- 3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, A...
- Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Mas...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...












:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540320/original/048270600_1774703402-IMG-20260328-WA0084.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5539770/original/085372900_1774619710-033A9641.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540211/original/032439000_1774689231-20121002014.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540210/original/046253600_1774688411-Screenshot_20260328_140636_Instagram.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539781/original/084989500_1774620379-Prabowo_-_Anwar_Ibrahim.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539843/original/087983700_1774629042-1000023606.jpg)

