Analisis Taktik Kemenangan Man United atas Fulham: Michael Carrick Memang Jenius!

Analisis Taktik Kemenangan Man United atas Fulham: Michael Carrick Memang Jenius!
Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United harus melewati malam penuh drama di Old Trafford sebelum akhirnya memastikan kemenangan 3-2 atas Fulham. Gol penentu kemenangan dicetak Benjamin Sesko di detik-detik akhir laga, momen yang kembali menghidupkan istilah klasik “Fergie Time” di Theatre of Dreams.

Setan Merah sejatinya tampil cukup dominan sejak awal pertandingan. Casemiro membuka keunggulan pada menit ke-19 lewat penyelesaian rapi di kotak penalti. Keunggulan United kemudian bertambah setelah jeda, ketika Matheus Cunha menggandakan skor melalui skema serangan yang terorganisasi dengan baik.

Namun, Fulham tidak menyerah begitu saja. Tim tamu meningkatkan intensitas serangan di 15 menit terakhir dan berhasil menekan lini pertahanan United. Raul Jimenez memperkecil ketertinggalan pada menit ke-85 melalui titik putih, sebelum Kevin menyamakan kedudukan di menit ke-91 yang membuat Old Trafford terdiam.

Saat laga tampak akan berakhir imbang, Benjamin Sesko muncul sebagai pahlawan. Striker muda itu mencetak gol spektakuler di penghujung pertandingan, memastikan tiga poin krusial bagi Manchester United.

Racikan Taktik Carrick Kembali Berbuah Manis

Racikan Taktik Carrick Kembali Berbuah Manis

Selebrasi trio Manchester United, Amad Diallo, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha dalam laga versus Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Kemenangan ini menjadi yang ketiga bagi Michael Carrick sejak ditunjuk sebagai pelatih interim. Keberhasilan tersebut tak lepas dari pendekatan taktik yang cermat, terutama dalam memanfaatkan sisi kanan pertahanan Fulham.

Matheus Cunha menjadi salah satu kunci permainan United. Meski secara nominal beroperasi di sisi kiri, pemain asal Brasil itu lebih sering bergerak ke area tengah untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain. Pola ini membuat Fulham kesulitan menjaga keseimbangan lini belakang mereka.

Pergerakan Cunha juga membantu Bruno Fernandes dan Bryan Mbeumo menekan garis pertahanan lawan, sekaligus membuka ruang bagi Luke Shaw dan Amad Diallo di sektor sayap. Fleksibilitas posisi ini membuat serangan United lebih cair dan sulit ditebak.

Peran Fernandes dan Insting Tajam Sesko

Peran Fernandes dan Insting Tajam Sesko

Selebrasi Benjamin Sesko usai mencetak gol dalam laga Manchester United vs Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Setelah Cunha ditarik keluar, Bruno Fernandes mengambil alih peran sebagai pemain yang mengeksploitasi ruang di sisi kanan.

Dalam proses gol penentu, Fernandes menarik perhatian bek Fulham, Calvin Bassey, sehingga membuka celah di lini belakang.

Sesko membaca situasi dengan cerdas. Ia tidak langsung menempel bek terdekat, melainkan menciptakan ruang untuk dirinya sendiri. Keputusan tersebut memberinya waktu cukup untuk mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan yang berujung gol kemenangan.

Mainoo dan Casemiro, Duet Solid di Lini Tengah

Mainoo dan Casemiro, Duet Solid di Lini Tengah

Selebrasi Casemiro usai mencetak gol dalam laga Manchester United vs Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) PA via AP Photo/Martin Rickett

Duet Casemiro dan Kobbie Mainoo kembali menunjukkan performa meyakinkan di bawah arahan Carrick. Keduanya tampil disiplin dan efektif, tidak sekadar mengejar bola, tetapi memahami kapan harus menjaga posisi dan kapan ikut membangun serangan.

Mainoo, yang baru berusia 20 tahun, tampil matang. Ia memadukan umpan-umpan pendek dan panjang dengan baik, termasuk distribusi ke sisi kanan yang menjadi awal terciptanya gol Cunha. Tak hanya itu, ia juga melakukan intersep penting sebelum United mencetak gol.

Dengan keseimbangan lini tengah yang semakin solid dan fleksibilitas taktik yang mulai terlihat jelas, Manchester United menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Meski masih menyisakan pekerjaan rumah, kemenangan dramatis atas Fulham ini menjadi sinyal positif bagi Setan Merah.

Sumber: The Sun