Cristiano Ronaldo dan Aksi Boikot: 3 Momen CR7 Menolak Bermain Sepanjang Kariernya, Termasuk di Man United

Cristiano Ronaldo dan Aksi Boikot: 3 Momen CR7 Menolak Bermain Sepanjang Kariernya, Termasuk di Man United
Selebrasi Cristiano Ronaldo dalam laga Al Nassr vs Al Khaleej, 24 November 2025. (c) Al Nassr Official

Bola.net - Cristiano Ronaldo dikenal sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa. Namun, di balik profesionalismenya di atas lapangan, megabintang asal Portugal itu juga tak jarang menunjukkan sikap keras ketika merasa tidak diperlakukan sesuai ekspektasi.

Sepanjang kariernya, tercatat beberapa momen kontroversial saat Ronaldo memilih menolak bermain sebagai bentuk protes. Terbaru, aksi tersebut kembali mencuat bersama Al Nassr.

Berikut rangkuman tiga peristiwa penting ketika CR7 menolak tampil dan dampak yang mengikutinya.

Februari 2026: Ronaldo Boikot Laga Al Nassr

Februari 2026: Ronaldo Boikot Laga Al Nassr

Aksi Cristiano Ronaldo di laga Al Hilal vs Al Nassr, Liga Arab Saudi 2025/2026 (c) Al Nassr FC Official X

Cristiano Ronaldo dipastikan tidak akan tampil dalam laga Al Nassr kontra Al Riyadh, meski kondisinya dinyatakan sepenuhnya fit. Kabar ini dikonfirmasi jurnalis transfer ternama, Fabrizio Romano.

Belakangan terungkap, absennya Ronaldo bukan disebabkan cedera, melainkan ketidakpuasan terhadap manajemen klub. Ia menilai Al Nassr tidak mendapatkan dukungan finansial setara dengan klub-klub besar lain di Liga Arab Saudi yang juga berada di bawah naungan Saudi Public Investment Fund (PIF), seperti Al Hilal, Al Ahli, dan Al Ittihad.

Kekecewaan Ronaldo kian memuncak setelah rival utama Al Nassr, Al Hilal, semakin kuat dan bahkan merekrut Karim Benzema. Situasi ini membuat CR7 merasa peluang Al Nassr meraih gelar liga pertamanya bersamanya mulai menipis, terutama setelah bursa transfer Januari yang dinilai kurang agresif.

Meski Al Nassr diprediksi tetap mampu mengalahkan Al Riyadh yang berada di papan bawah, keputusan Ronaldo absen dinilai sebagai pesan protes yang ingin ia sampaikan secara terbuka. Kini publik menanti, apakah sikap ini akan memicu perubahan di internal klub.

Oktober 2022: Konflik Memuncak di Manchester United

Oktober 2022: Konflik Memuncak di Manchester United

Cristiano Ronaldo di periode keduanya memperkuat Manchester United. (c) AP Photo/Jon Super

Hubungan Cristiano Ronaldo dengan Erik ten Hag sejak awal memang tidak harmonis. Ketegangan mencapai puncaknya saat Ronaldo menolak masuk sebagai pemain pengganti dalam laga Premier League melawan Tottenham Hotspur.

Merasa tidak dihargai, Ronaldo memilih meninggalkan stadion sebelum pertandingan usai. Aksi tersebut langsung menjadi sorotan dunia dan berujung pada sanksi internal klub.

Dalam wawancara kontroversial bersama Piers Morgan, Ronaldo mengakui penyesalannya, meski tetap merasa diprovokasi. Ia menilai keputusan memainkan dirinya hanya beberapa menit di akhir laga sebagai bentuk ketidakrespekkan terhadap status dan kontribusinya.

Tak lama setelah insiden tersebut, Ronaldo hanya tampil dua kali lagi di liga sebelum akhirnya berpisah dengan Manchester United melalui kesepakatan bersama pada November 2022.

Agustus 2021: Awal Perpisahan dengan Juventus

Agustus 2021: Awal Perpisahan dengan Juventus

Cristiano Ronaldo saat membela Juventus dalam pertandingan leg kedua babak 8 besar Liga Champions melawan Porto di Stadion Allianz, Selasa (9/3/2021). (c) AP Photo/Luca Bruno

Sebelum kembali ke Old Trafford, Ronaldo lebih dulu menunjukkan sikap tegas di Juventus. Ia secara terbuka meminta tidak dimainkan pada laga kandang pertama musim 2021/2022 melawan Empoli, di tengah keinginannya hengkang dari Turin.

Keputusan itu berujung pahit bagi Juventus yang kalah 0-1. Beberapa hari kemudian, Ronaldo resmi kembali ke Manchester United, sesuai dengan keinginannya.

Pelatih Juventus saat itu, Massimiliano Allegri, mengonfirmasi bahwa Ronaldo memang sudah tidak berniat melanjutkan karier bersama Bianconeri. Meski demikian, Allegri tetap memberikan apresiasi atas kontribusi sang bintang.

Selama tiga musim di Italia, Ronaldo mencatatkan 101 gol dari 134 pertandingan dan mempersembahkan lima trofi domestik, meski gagal mewujudkan ambisi menjuarai Liga Champions.

Sikap Tegas Cristiano Ronaldo

Sikap Tegas Cristiano Ronaldo

Penyerang dan kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo saat tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Hungaria, 14 Oktober 2025. (c) AP Photo/Armando Franca

Tiga momen tersebut menunjukkan satu benang merah: Cristiano Ronaldo selalu memilih bersuara ketika merasa prinsip dan ambisinya tidak sejalan dengan klub.

Bagi sebagian pihak, sikap ini dianggap egois. Namun bagi pendukungnya, tindakan tersebut mencerminkan mental juara yang menuntut standar tinggi, baik dari dirinya sendiri maupun dari tim yang dibelanya.

Kini, di usia hampir 41 tahun, Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena gol-golnya, tetapi juga karena sikapnya yang terus memantik perdebatan di dunia sepak bola.

Sumber: Planet Football