
Bola.net - Pernahkah Bolaneters membayangkan bagaimana rupa Premier League jika gol-gol dari tendangan sudut, lemparan ke dalam, atau tendangan bebas tiba-tiba dihapus? Musim ini, Liga Inggris mengalami pergeseran taktik yang luar biasa. Jika biasanya gol dari skema permainan terbuka (open play) mendominasi, kali ini ceritanya berbeda total.
Statistik menunjukkan angka gol open play dan penalti merosot hingga 20 persen dibandingkan rata-rata dua musim sebelumnya. Jika biasanya tercipta sekitar 768 gol dalam 31 laga, musim ini angka tersebut terjun bebas ke angka 615 gol saja.
Arsenal muncul sebagai tim yang paling cerdik memanfaatkan situasi ini dengan dominasi bola mati yang luar biasa. The Gunners mencetak 21 gol dari set-piece dan hanya kebobolan delapan kali, sebuah catatan yang menjadi kunci posisi mereka di puncak.
Namun, bagaimana jika seluruh gol dari tendangan bebas, korner, hingga lemparan ke dalam dihapus dari catatan sejarah?.
Awal Musim: Liverpool di Puncak

Tanpa gol tendangan mati, lima pekan pertama milik Liverpool. The Reds memimpin dengan 13 poin dan selisih gol plus-7. Pertahanan solid dan lini serang yang tajam membuat mereka terlihat seperti tim yang siap mempertahankan gelar.
Tottenham menyusul di posisi kedua dengan 10 poin. Chelsea, Sunderland, dan Bournemouth juga mengoleksi angka sama, berbagi tempat ketiga hingga kelima.
Ada tim yang justru diuntungkan di dunia alternatif ini. Chelsea, Sunderland, Brighton, dan Burnley masing-masing mendapat tambahan dua poin. Sebaliknya, Everton menjadi tim yang paling dirugikan dengan kehilangan dua poin.
Mesin Arsenal Mulai Panas

Memasuki pekan keenam hingga kesepuluh, Manchester City mulai menunjukkan taringnya. Selisih gol plus-14 mereka jadi yang terbaik di liga. Man City hanya tertinggal satu poin dari Liverpool yang masih memuncaki klasemen.
Arsenal naik ke posisi keempat dengan 18 poin. Catatan defensif mereka luar biasa—hanya kebobolan satu gol sepanjang 10 laga. Tim ini jadi satu-satunya yang belum terkalahkan di Premier League.
Namun ada masalah besar. The Gunners baru mencetak delapan gol. Jumlah ini termasuk lima terbawah di liga. Gaya bermain yang aman membuat mereka terlalu sering imbang.
Tanpa gol tendangan mati, Arsenal justru kehilangan tujuh poin. Liverpool, West Ham, dan Nottingham Forest di sisi lain mendapat tambahan tiga poin.
Persaingan Tiga Pacuan Kuda Liga Inggris

Memasuki pekan 16 hingga 20, papan atas semakin panas. Manchester City, Arsenal, dan Liverpool sama-sama mengoleksi 41 poin. City unggul selisih gol plus-26, disusul Arsenal plus-17, dan Liverpool plus-14.
Arsenal sempat memuncaki klasemen sebelum jatuh ke posisi kedua usai kalah 2-1 dari Aston Villa. Liverpool yang sempat tiga laga tanpa gol akhirnya bangkit dengan kemenangan 3-2 atas Leeds.
Crystal Palace menarik perhatian. Mereka hanya tertinggal dua poin dari posisi kelima yang kemungkinan besar jadi tiket Liga Champions. Pelatih Oliver Glasner jadi incaran banyak klub, tapi dia bersikeras ingin fokus membawa Palace ke kompetisi Eropa.
Burnley menjadi tim paling diuntungkan di periode ini dengan delapan poin tambahan. Arsenal dan Sunderland justru kehilangan tujuh poin.
Kini Tinggal 2 Kuda

Memasuki pekan 26 hingga 31, persaingan mengerucut. Arsenal memimpin dengan 63 poin, unggul dua angka dari Manchester City di posisi kedua. Bedanya, City masih punya satu laga tersisa.
Pertahanan Arsenal benar-benar luar biasa. Mereka baru kebobolan 14 gol sepanjang musim. Tapi yang lebih penting, serangan mereka tak lagi tersendat. The Gunners sudah mencetak 40 gol—sama dengan Chelsea dan tiga lebih banyak dari Liverpool. Hanya City (53 gol) yang lebih produktif.
Tanpa menghitung gol dari bola mati, Chelsea bertengger di posisi ketiga dengan 53 poin, disusul Liverpool (52) dan Bournemouth (48) di posisi kelima.
Pertemuan antara Arsenal dan City pada 19 April nanti bisa jadi penentuan gelar. City punya jadwal berat: tandang ke Liverpool di FA Cup, lalu ke Chelsea di liga, sebelum akhirnya bertandang ke markas Arsenal.
Burnley lagi-lagi jadi tim paling diuntungkan dengan tambahan delapan poin. Everton paling merana dengan kehilangan sembilan poin.
Sementara itu, ada tim yang tak berubah nasibnya meski tanpa gol tendangan mati. Manchester City, Brighton, dan Wolves memiliki jumlah poin yang sama persis di dunia alternatif ini.
Sumber: ESPN
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 4 April 2026 17:25 -
Otomotif 4 April 2026 17:24 -
Otomotif 4 April 2026 16:44 -
Bola Indonesia 4 April 2026 16:33 -
Liga Inggris 4 April 2026 16:28 -
Liga Champions 4 April 2026 16:06
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546395/original/009180300_1775294144-Breath_of_Fire_IV_Steam_vs_GOG__Mana_yang_Lebih_Layak_Dibeli_.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5546298/original/063618700_1775285023-Breath_of_Fire_IV_Steam_01.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546153/original/074692100_1775276053-Goggle_Gemma_4_01.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3956353/original/028693500_1646741050-20220308-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jabodetabek_Hingga_April_2022-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546016/original/020424100_1775267827-Jadwal_MPL_ID_S17_Hari_Ini_01.jpg)
