Arsenal Dihantam Jadwal Padat Usai Singkirkan Chelsea, Laga Liga Inggris Dimajukan

Arsenal Dihantam Jadwal Padat Usai Singkirkan Chelsea, Laga Liga Inggris Dimajukan
Pemain Arsenal, Kai Havertz (kedua kiri), merayakan gol di akhir pertandingan leg kedua semifinal Caabao Cup kontra Chelsea, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Arsenal harus bersiap menghadapi periode krusial dengan jadwal pertandingan yang padat setelah memastikan tempat di final Carabao Cup 2025/2026.

Keberhasilan menyingkirkan Chelsea justru membawa konsekuensi lain bagi skuad asuhan Mikel Arteta, yakni perubahan jadwal laga Premier League yang membuat Februari menjadi bulan super sibuk bagi The Gunners.

Kemenangan 1-0 atas Chelsea pada leg kedua semifinal, lewat gol telat Kai Havertz, memastikan Arsenal lolos ke final dengan agregat 4-2. Hasil tersebut membawa mereka ke partai puncak yang akan digelar di Wembley pada Minggu, 22 Maret, menghadapi pemenang duel Manchester City kontra Newcastle.

Namun, pencapaian tersebut membuat jadwal Arsenal ikut dirombak. Duel melawan Wolverhampton yang semula dijadwalkan lebih akhir, kini dimajukan menjadi Rabu, 18 Februari.

Perubahan ini terjadi karena benturan dengan jadwal kompetisi, meski Arsenal sendiri tidak ambil bagian dalam babak play-off Liga Champions berkat catatan sempurna mereka di fase sebelumnya.

Periode Berat Arsenal

Periode Berat Arsenal

Selebrasi Kai Havertz bersama pemain Arsenal usai mencetak gol ke gawang Chelsea di semifinal Carabao Cup. (c) AP Photo/Ian Walton

Alhasil, Arsenal kini menghadapi rangkaian pertandingan yang melelahkan. Sepanjang Februari, mereka akan melakoni enam laga, termasuk kemenangan atas Chelsea yang baru saja dijalani. Akhir pekan ini, Arsenal akan menjamu Sunderland sebelum memasuki periode tiga pertandingan berat dalam waktu kurang dari sepekan.

Perjalanan tandang ke markas Brentford pada Kamis (12/2) menjadi pembuka, dilanjutkan laga Piala FA kontra Wigan Athletic pada Minggu (15/2). Setelah itu, Wolves menanti di pertengahan pekan, sebelum bulan Februari ditutup dengan laga panas derby London Utara pada 22 Februari.

Padatnya jadwal mulai dirasakan para pemain. Gelandang Arsenal, Declan Rice, secara jujur mengakui kondisi fisik tim yang terkuras.

“Capek banget! Jadwalnya benar-benar gila,” ujar Rice.

“Tapi semua yang kami bangun dalam beberapa tahun terakhir akhirnya terwujud musim ini. Kami masuk final pertama setelah sekian lama, jadi momen ini harus dinikmati.”

Obat Kelelahan Arsenal

Obat Kelelahan Arsenal

Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberi instruksi saat pertandingan Liga Inggris melawan Aston Villa di Emirates, Rabu (31/12/2025). (c) AP Photo/Alastair Grant

Sementara itu, Mikel Arteta menilai keberhasilan mencapai final menjadi obat terbaik untuk mengatasi kelelahan timnya. Sejak awal tahun, Arsenal sudah menjalani 10 pertandingan di berbagai ajang.

“Ini seperti vitamin terbaik untuk tubuh kami, meski harus bermain setiap tiga hari,” kata Arteta.

“Ketika kamu bekerja sangat keras untuk sampai ke momen seperti ini, rasanya luar biasa. Kamu bisa melihat kegembiraan, senyum, dan energi di ruang ganti.”

Arsenal Layak ke Final

Arsenal Layak ke Final

Selebrasi pemain Arsenal usai Kai Havertz (2 dari kanan) mencetak gol ke gawang Chelsea di leg 2 semifinal Carabao Cup. (c) AP Photo/Ian Walton

Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa Arsenal layak melaju ke final, terutama dari performa dalam dua leg semifinal melawan Chelsea.

“Kami sangat bahagia. Secara keseluruhan, kami pantas lolos. Pertandingannya panjang dan sulit, tapi kami menyelesaikannya dengan cara yang indah. Gol Kai dan reaksi para suporter benar-benar spesial,” pungkasnya.

Dengan jadwal yang menumpuk dan tekanan kompetisi yang tinggi, Februari akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ambisi Arsenal dalam perburuan trofi musim ini.

Sumber: Mirror