Arsenal Tidak Malu-Malu: Tampil Full Menyerang Demi Amankan Puncak Klasemen

Arsenal Tidak Malu-Malu: Tampil Full Menyerang Demi Amankan Puncak Klasemen
Selebrasi Martine Odegaard bersama pemain Arsenal usai mengalahkan Tottenham di Derby London Utara, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Kemenangan atas Tottenham bukan hanya soal tiga poin, Arsenal juga berhasil membuktikan mentalitas mereka. Skuad Mikel Arteta menunjukkan ketangguhan mereka di bawah tekanan perebutan gelar Liga Inggris.

Di balik skor telak 4-1, Declan Rice dkk. memang tampil berani, agresif, dan penuh keyakinan. Mereka tidak bermain aman, melainkan menyerang dengan keyakinan yang lama dinanti.

Kemenangan ini bukan sekadar soal skor di papan hasil. Ini adalah respons langsung terhadap periode sulit setelah poin terbuang di markas Wolves, sekaligus pernyataan bahwa Arsenal belum kehilangan arah di tengah tekanan musim.

Mengubur Narasi Gugup Lewat Persiapan Tertutup

Mengubur Narasi Gugup Lewat Persiapan Tertutup

Selebrasi pemain Arsenal merayakan gol Eberechi Eze ke gawang Tottenham, 22 Februari 2026 pada laga Derbi London Utara. (c) AP Photo/Ian Walton

Isu kegugupan Arsenal tidak muncul tanpa sebab. Hasil mengecewakan di beberapa laga sebelumnya memunculkan tanda tanya soal ketahanan mental skuad muda Mikel Arteta.

Namun, Tottenham tidak mengetahui satu hal penting, bahwa Arsenal menghabiskan hari-hari sebelum derby dengan proses pemulihan emosional dan penyatuan internal.

Arteta menjelaskan bahwa periode tersebut dimanfaatkan untuk merapatkan barisan. Tim dengan latar belakang budaya dan karakter berbeda harus disatukan kembali setelah rasa marah, kecewa, dan malu muncul akibat kegagalan sebelumnya.

Menurut Arteta, kuncinya adalah merangkul para pemain pada saat mereka paling membutuhkan dukungan. Ia menegaskan bahwa kebersamaan itu menyenangkan, tetapi ujian sesungguhnya tetap harus dijawab di atas lapangan.

Pendekatan tersebut terlihat jelas dalam cara Arsenal bermain. Mereka tidak ragu mengambil risiko, tidak terjebak dalam kecemasan, dan justru menunjukkan keberanian kolektif sejak awal laga.

Lini Depan Akhirnya Menyatu di Saat Krusial

Lini Depan Akhirnya Menyatu di Saat Krusial

Pemain Arsenal, Viktor Gyokeres, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Premier League melawan Tottenham Hotspur, Minggu (22/2/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Sepanjang musim, Arsenal menunggu momen ketika lini serang mereka benar-benar menyatu. Tiga rekrutan musim panas dipantau dengan ekspektasi tinggi, namun konsistensi belum kunjung datang.

Dalam laga ini, Arteta kembali mempercayakan Viktor Gyokeres dan Eberechi Eze sebagai starter, dengan Noni Madueke masuk dari bangku cadangan. Keputusan itu sebelumnya kerap dipertanyakan, mengingat adaptasi keduanya berjalan berat.

Namun di babak kedua, terutama, Gyokeres dan Eze tampil seperti pemain yang berbeda. Kepercayaan diri mereka melonjak, pergerakan lebih berani, dan koneksi antarlini terasa hidup. Serangan Arsenal akhirnya mengalir dengan natural.

Arteta menegaskan bahwa momen-momen genting adalah waktu terbaik untuk menunjukkan karakter. Saat keraguan muncul, pemainlah yang harus berdiri paling depan dan menjawabnya di lapangan.

Saka sebagai Pemantik dan Pemimpin Teknis

Kebangkitan Arsenal juga tidak lepas dari peran Bukayo Saka. Musim ini tidak sepenuhnya ramah baginya, dengan cedera hamstring dan pinggul serta proses mencari ritme pasca-operasi besar tahun lalu.

Dikembalikan ke posisi favoritnya di sisi kanan, Saka langsung menjadi pusat permainan. Ia menyerang Tottenham sejak menit awal, memberikan kepemimpinan teknis yang nyata melalui keberanian dan determinasi.

Arteta memuji sikap dan dominasi Saka dalam laga tersebut. Ia menyukai bagaimana sang pemain langsung mengambil alih permainan, menunjukkan kehadiran, dan menyatakan bahwa dirinya siap memikul tanggung jawab.

Momen puncaknya hadir saat Saka menyusuri sisi lapangan dan mengirim cutback matang kepada Eze. Dengan satu sentuhan mengangkat bola dan satu voli elegan, Eze mengubahnya menjadi gol yang mencerminkan kepercayaan diri penuh.

Kesalahan, Respons, dan Momen Penentu

Di tengah euforia, Arsenal sempat diingatkan akan kebiasaan lama mereka. Declan Rice melakukan kesalahan yang jarang terjadi, kehilangan bola di area berbahaya dan memberi Tottenham peluang pertama yang langsung berbuah gol melalui Randal Kolo Muani.

Untuk sesaat, narasi tentang kegugupan kembali terasa relevan. Namun respons Arsenal justru menjadi pembeda. Alih-alih bermain aman, mereka meningkatkan intensitas dan fokus.

Setelah kembali unggul, Arsenal mengejar gol tambahan dengan energi baru. Gyokeres menjadi simbol perubahan itu. Dua golnya menunjukkan kualitas penyerang tengah yang lengkap: kontrol bersih, penyelesaian tegas, serta kerja keras tanpa bola.

Eze pun menikmati panggung besar ini. Dengan sentuhan cerdas dan pergerakan menipu, ia menunjukkan versi terbaik dirinya. Performa produktifnya melawan klub yang sempat mengejarnya di musim panas menjadi sorotan tersendiri.

Arteta mengakui bahwa Eze bermain dengan motivasi khusus. Ia melihat keinginan sang pemain untuk membuktikan sesuatu, bahkan setelah sempat kecewa dengan keputusan tim. Tantangan berikutnya, kata Arteta, adalah memaksimalkan potensi tersebut secara konsisten.