
Bola.net - Perdebatan soal VAR kembali memanas setelah kemenangan Arsenal atas West Ham (1-0) di Premier League. Teknologi itu lagi-lagi menjadi pusat perhatian, bukan hanya karena keputusan yang diambil, tetapi juga karena reaksi berbeda dari pihak yang diuntungkan dan dirugikan.
Arsenal menang 1-0 di London Stadium pada laga yang bisa sangat menentukan dalam perburuan gelar Premier League. Namun, drama sesungguhnya hadir di menit-menit akhir ketika gol penyama kedudukan West Ham dianulir setelah tinjauan VAR.
Situasi itu membuat sikap Mikel Arteta menjadi sorotan. Manajer Arsenal tersebut sebelumnya sangat vokal mengkritik VAR, tetapi kali ini justru memuji keputusan wasit setelah timnya mendapat keuntungan.
VAR Kembali Menjadi Perdebatan Besar

VAR sejak lama memang menghadirkan dilema di sepak bola modern. Ketika keputusan menguntungkan sebuah tim, teknologi itu dianggap membantu keadilan. Sebaliknya, ketika keputusan merugikan, VAR langsung disebut merusak permainan.
Situasi tersebut dianggap tercermin jelas dari sikap Arteta dalam beberapa pekan terakhir. Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya mengkritik keras penggunaan VAR saat Arsenal menghadapi Atletico Madrid di semifinal Liga Champions.
Dalam pertandingan tersebut, wasit Danny Makkelie membatalkan keputusan penalti untuk Arsenal setelah meninjau ulang insiden antara David Hancko dan Eberechi Eze. Tayangan ulang menunjukkan tidak ada kontak jelas, tetapi proses pemeriksaan memakan waktu lebih dari tiga menit.
Arteta saat itu mengaku sangat marah karena wasit dianggap terlalu lama mengambil keputusan. Menurutnya, peninjauan sampai 13 kali menunjukkan adanya keraguan besar dari perangkat pertandingan.
Gol West Ham Dianulir Setelah Tinjauan Panjang

Kontroversi kembali muncul ketika Arsenal bertandang ke markas West Ham pada Minggu waktu setempat. Arsenal sudah unggul 1-0 ketika Callum Wilson mencetak gol pada menit akhir injury time lewat kemelut di depan gawang.
Wasit Chris Kavanagh awalnya mengesahkan gol tersebut. Namun, VAR Darren England meminta on-field review karena ada dugaan pelanggaran Pablo terhadap kiper Arsenal, David Raya.
Dalam tayangan ulang terlihat lengan kiri Pablo berada di dada Raya, sementara tangannya memegang pergelangan sang kiper. Setelah pemeriksaan selama empat menit lebih, Kavanagh akhirnya membatalkan gol tersebut.
Keputusan itu membuat Arsenal mempertahankan kemenangan penting dalam perburuan gelar Premier League. Sebaliknya, West Ham gagal mendapatkan poin krusial dalam usaha mereka menjauh dari zona degradasi.
Arteta Berubah Sikap, West Ham Merasa Dirugikan
Menariknya, Arteta kali ini justru memuji keputusan wasit dan VAR. Ia memberikan apresiasi kepada perangkat pertandingan karena dinilai berani mengambil keputusan besar di situasi sulit.
“Selamat kepada mereka karena membuat keputusan besar dalam situasi yang sangat sulit,” ujar Arteta setelah pertandingan.
Sikap itu langsung memunculkan tudingan standar ganda. Sebab, belum genap dua pekan sebelumnya, Arteta mengecam proses VAR ketika Arsenal merasa dirugikan di Liga Champions.
Kapten West Ham, Jarrod Bowen, memiliki pandangan berbeda terhadap keputusan tersebut. Menurutnya, jika sebuah insiden diperiksa terlalu lama, selalu akan ada detail yang bisa dijadikan alasan untuk membatalkan gol.
“Kalau Anda melihat layar selama lima menit, Anda pasti akan menemukan sesuatu. Banyak tarik-menarik dan duel fisik di kotak penalti,” kata Bowen.
“Apakah menurut saya itu keputusan yang tepat? Tidak.”
VAR Masih Menyisakan Masalah Konsistensi
Penggunaan VAR memang belum sepenuhnya bebas dari kritik. Salah satu masalah terbesar adalah perbedaan interpretasi antarpetugas VAR.
Musim ini misalnya, VAR Paul Tierney sempat tidak merekomendasikan review ketika kiper Manchester United Altay Bayindir diduga dilanggar William Saliba dalam laga melawan Arsenal di Old Trafford.
Keputusan itu dianggap kontroversial karena Riccardo Calafiori kemudian mencetak gol kemenangan Arsenal. Banyak pihak merasa situasinya mirip dengan insiden yang terjadi pada laga melawan West Ham.
Perbedaan standar intervensi itulah yang membuat perdebatan soal VAR terus hidup. Namun, dalam kasus Arsenal kontra West Ham, banyak pihak menilai keputusan akhir tetap sesuai aturan permainan.
Pada akhirnya, VAR memang tidak akan pernah memuaskan semua orang. Ketika keputusan salah terjadi, kritik pasti muncul. Tetapi saat teknologi membantu menghasilkan keputusan yang benar, itulah sebenarnya tujuan utama VAR sejak pertama kali diperkenalkan FIFA pada 2018.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 11 Mei 2026 20:45 -
Liga Inggris 11 Mei 2026 18:28
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 12 Mei 2026 00:25 -
Piala Dunia 12 Mei 2026 00:09 -
Liga Inggris 11 Mei 2026 23:32 -
Liga Inggris 11 Mei 2026 22:36 -
Bola Dunia Lainnya 11 Mei 2026 21:27 -
Bola Indonesia 11 Mei 2026 21:15
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 5 Pemain yang Perlu Dijual Real Madrid Musim Panas...
- Jose Mourinho ke Real Madrid Lagi? 7 Pelatih yang ...
- 10 Pelatih Terbaik yang Siap Jadi Rebutan Klub Eli...
- 7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
- Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
- 9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
- Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672888/original/013463900_1778517947-IMG_20260511_220136.v1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672737/original/056805600_1778491159-nad6.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672881/original/082139300_1778511008-InShot_20260511_211311522.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5574908/original/045407300_1777993198-InShot_20260505_200115982.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672869/original/084113200_1778507208-Masih_Ada_Waktu__Maksimalkan_Setiap_Sentuhan____BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5511131/original/019970700_1771892083-1000777547.jpg)

