Bisa-bisanya Liverpool Kalah dari Juru Kunci Klasemen: Bobol di Injury Time Lagi!

Bisa-bisanya Liverpool Kalah dari Juru Kunci Klasemen: Bobol di Injury Time Lagi!
Hugo Ekitike berhadapan dengan Ladislav Krejci dalam laga Liga Inggris antara Wolverhampton vs Liverpool di Molineux Stadium, 4 Maret 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Liverpool kembali menelan kekalahan menyakitkan di Premier League setelah takluk 1-2 dari Wolverhampton di Molineux, Rabu 4 Maret 2026. Gol Andre pada menit ke-94 memastikan kemenangan dramatis tuan rumah sekaligus memperpanjang daftar kegagalan The Reds di menit akhir pertandingan.

Hasil ini terasa semakin pahit karena Wolves datang sebagai tim juru kunci klasemen. Skuad asuhan Rob Edwards menunjukkan semangat juang tinggi dan menghukum Liverpool yang kembali kehilangan fokus di penghujung laga.

Bagi Liverpool, kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. Statistik menunjukkan masalah kronis yang terus menghantui tim asuhan Arne Slot sepanjang musim ini.

Gol Injury Time yang Kembali Menghantui Liverpool

Gol Injury Time yang Kembali Menghantui Liverpool

Jackson Tchatchoua dan Milos Kerkez berebut bola dalam laga Liga Inggris antara Wolverhampton vs Liverpool di Molineux Stadium, 4 Maret 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Gol kemenangan Andre pada menit ke-94 menjadi pukulan telak bagi Liverpool. Sepakan gelandang asal Brasil itu sempat membentur pemain lawan sebelum melewati Alisson Becker dan bersarang di gawang.

Gol tersebut menambah daftar panjang kegagalan Liverpool menjaga hasil hingga peluit akhir musim ini. The Reds kini telah lima kali kalah akibat gol yang tercipta setelah menit ke-90, jumlah terbanyak yang pernah dialami sebuah tim dalam satu musim Premier League.

Selain kekalahan dari Wolves, Liverpool juga pernah mengalami nasib serupa saat menghadapi Manchester City, Bournemouth, Chelsea, dan Crystal Palace. Mereka juga kehilangan poin akibat gol penyama kedudukan di injury time saat melawan Fulham dan Leeds United.

Total sembilan poin melayang akibat gol-gol telat tersebut, sebuah catatan yang sangat merugikan bagi tim yang berambisi bersaing di papan atas.

Pertandingan Ketat, Minim Peluang Lawan Juru Kunci

Pertandingan Ketat, Minim Peluang Lawan Juru Kunci

Adam Armstrong menyundul bola dalam laga Liga Inggris antara Wolverhampton vs Liverpool di Molineux Stadium, 4 Maret 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Pertandingan di Molineux sendiri berjalan relatif datar pada babak pertama. Liverpool lebih banyak menguasai bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih.

Satu-satunya kesempatan yang cukup berarti datang dari Cody Gakpo, namun upayanya tidak terlalu mengancam gawang Jose Sa. Permainan Liverpool terlihat kurang tajam dan gagal memaksimalkan dominasi penguasaan bola.

Wolves memilih pendekatan yang lebih sabar. Mereka membiarkan Liverpool memegang bola sambil menunggu momen yang tepat untuk menyerang balik.

Strategi itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-78. Tolu Arokodare berhasil memenangkan duel fisik melawan Virgil van Dijk sebelum mengirim umpan kepada Rodrigo Gomes, yang dengan tenang mencungkil bola melewati Alisson untuk membuka skor.

Menurut data Opta, gol tersebut menjadi salah satu yang paling terlambat dalam sejarah Premier League untuk sebuah tembakan pertama dalam pertandingan, yakni pada menit ke-78.

Mo Salah Akhiri Paceklik Gol, tapi Liverpool Tetap Tumpul

Mo Salah Akhiri Paceklik Gol, tapi Liverpool Tetap Tumpul

Reaksi kecewa Mohamed Salah dalam laga Liga Inggris antara Wolverhampton vs Liverpool di Molineux Stadium, 4 Maret 2026 (c) AP Photo/Dave Shopland

Liverpool sempat bangkit lima menit kemudian. Mohamed Salah memanfaatkan kesalahan umpan Jean Ricner-Bellegarde sebelum dengan tenang menaklukkan Jose Sa.

Gol tersebut mengakhiri paceklik panjang Salah di Premier League sejak 1 November. Namun secara keseluruhan, kontribusi sang penyerang Mesir masih belum mampu mengangkat performa lini serang Liverpool.

Masalah kreativitas di sektor sayap kembali terlihat jelas. Di sisi kiri, Gakpo justru sempat menghalangi peluang emas Curtis Jones secara tidak sengaja sebelum akhirnya ditarik keluar setelah satu jam pertandingan.

Situasi ini semakin menegaskan kebutuhan Liverpool untuk memperbaiki struktur serangan mereka, terutama saat menghadapi pertahanan lawan yang semakin disiplin di Premier League.

Arne Slot Soroti Masalah Lama Liverpool

Seusai pertandingan, Arne Slot mengakui bahwa kekalahan ini mencerminkan pola yang terlalu sering terjadi pada timnya musim ini.

Ia menilai Liverpool memang mampu menciptakan peluang, tetapi kesulitan mencetak gol dari permainan terbuka.

"Bagaimana saya merangkum pertandingan ini? Kisah yang sama seperti biasanya," ujar Slot dalam konferensi pers setelah laga.

"Belakangan kami mendapat poin karena sering mencetak gol dari situasi bola mati. Tetapi dalam lima, enam, bahkan tujuh pertandingan terakhir, kami masih kesulitan mencetak gol dari peluang open play yang kami ciptakan."

Slot juga menilai penguasaan bola Liverpool seharusnya cukup untuk menghasilkan lebih banyak gol.

"Kami memang tidak menciptakan peluang sebanyak yang saya inginkan dari penguasaan bola yang kami miliki, tetapi jumlahnya masih lebih banyak dibanding lawan," imbuhnya.

"Namun hasil akhirnya tetap sama: kami mencetak satu gol, mereka mencetak dua, dan satu lagi terjadi di injury time."

Musim yang Semakin Sulit Bagi Liverpool

Kekalahan ini kembali menyoroti inkonsistensi Liverpool sepanjang musim. Meski memiliki kekuatan besar dalam skuad dan melakukan belanja besar pada bursa transfer musim panas lalu, tim masih kesulitan menemukan keseimbangan.

Liverpool juga masih menunggu kembalinya gelandang kreatif Florian Wirtz yang sedang menepi akibat masalah punggung. Kehadirannya diharapkan bisa membantu meningkatkan kreativitas serangan tim.

Meski begitu, terlepas dari berbagai masalah tersebut, Slot mengakui timnya sebenarnya memiliki kualitas yang cukup untuk mengalahkan Wolves, yang sebelum laga ini baru mencatat dua kemenangan liga sepanjang musim.

Sayangnya, keinginan Liverpool untuk terus mencari gol kemenangan justru membuka ruang di lini belakang. Celah itulah yang dimanfaatkan Andre untuk melepaskan tembakan dari luar kotak penalti pada menit akhir.

Gol tersebut bukan hanya memastikan kemenangan Wolves, tetapi juga kembali menegaskan kisah lama Liverpool musim ini, yaitu dominasi tanpa hasil, dan hukuman di menit akhir.