Curhat, Begini Pengakuan Jujur Garnacho Soal Kejatuhannya di Man United

Curhat, Begini Pengakuan Jujur Garnacho Soal Kejatuhannya di Man United
Winger Chelsea, Alejandro Garnacho (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Alejandro Garnacho akhirnya angkat bicara soal akhir kariernya di Manchester United yang penuh gejolak. Winger asal Argentina itu mengakui bahwa kepergiannya tidak lepas dari peran dirinya sendiri.

Setelah pindah ke Chelsea pada musim panas lalu, situasi yang diharapkan menjadi awal baru justru belum berjalan sesuai rencana. Garnacho kini menghadapi tantangan baru di klub barunya.

Pengakuan tersebut membuka gambaran tentang dinamika internal yang terjadi di penghujung waktunya di Old Trafford. Di saat yang sama, performanya di London juga menjadi sorotan.

Konflik Internal dan Pengakuan Garnacho

Konflik Internal dan Pengakuan Garnacho

Selebrasi Alejandro Garnacho dalam laga Chelsea vs Arsenal di semifinal Carabao Cup 2025/2026, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Masa akhir Garnacho di Manchester United diwarnai ketegangan, terutama setelah hubungannya dengan pelatih Ruben Amorim memburuk. Ia bahkan menjadi pusat perhatian di ruang ganti karena beberapa tindakannya.

Pemain berusia 21 tahun itu kerap meluapkan frustrasi melalui media sosial. Situasi tersebut pada akhirnya mendorong klub untuk menyetujui kepindahannya ke Chelsea.

Merefleksikan periode tersebut, Garnacho mengakui bahwa dirinya turut berkontribusi terhadap situasi yang memburuk. Ia juga mengungkapkan perubahan perannya di tim menjadi salah satu faktor pemicu.

"Saya ingat dalam enam bulan terakhir saya tidak bermain seperti sebelumnya di Manchester United," ungkap Garnacho.

"Saya mulai lebih sering duduk di bangku cadangan, itu sebenarnya bukan hal buruk karena saya masih 20 tahun, tetapi dalam pikiran saya, saya harus bermain di setiap pertandingan."

Kesulitan di Chelsea dan Masa Depan yang Dipertanyakan

Kepindahan ke Chelsea tidak serta-merta membawa perubahan positif bagi Garnacho. Ia justru kesulitan menemukan konsistensi sejak bergabung.

Situasi semakin kompleks setelah pergantian pelatih, ketika Liam Rosenior menggantikan Enzo Maresca pada Januari. Performa tim yang menurun turut memengaruhi kontribusi Garnacho di lapangan.

Hingga saat ini, ia baru mencetak satu gol di Premier League musim ini. Menit bermainnya pun terbatas, membuatnya lebih sering menjadi opsi rotasi.

"Dalam pikiran saya, mungkin ini juga kesalahan saya, saya mulai melakukan beberapa hal yang tidak baik. Namun, ini hanya bagian dari perjalanan hidup dan terkadang Anda harus membuat keputusan, dan saya sangat bangga berada di sini dan tetap di Premier League di klub seperti ini," tutupnya.