Enzo Fernandez: Lupakan Arsenal, Saatnya Chelsea Bangkit Bersama Liam Rosenior

Enzo Fernandez: Lupakan Arsenal, Saatnya Chelsea Bangkit Bersama Liam Rosenior
Pemain Chelsea, Enzo Fernandez, menyapa para penggemar di akhir pertandingan leg kedua semifinal Carabao Cup kontra Arsenal, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Gelandang andalan Chelsea, Enzo Fernandez, menyerukan rekan-rekannya untuk segera bangkit dari keterpurukan. Pemain asal Argentina ini menilai kepercayaan diri skuad The Blues perlahan tumbuh di bawah arahan pelatih kepala, Liam Rosenior.

Kekecewaan memang sempat melanda ruang ganti Chelsea usai gagal melaju ke final Carabao Cup akibat ditekuk Arsenal. Namun, Fernandez menegaskan bahwa meratapi nasib bukanlah opsi bagi tim sebesar Chelsea.

Saat ini, Chelsea masih bertengger di peringkat kelima klasemen Premier League setelah menjalani 24 pertandingan. Fokus mereka kini terpecah ke berbagai kompetisi, termasuk laga putaran keempat FA Cup melawan Hull City pekan depan.

Tak hanya di level domestik, The Blues juga telah mengunci satu tempat di babak 16 besar Liga Champions. Mereka menanti undian untuk menghadapi salah satu dari Monaco, PSG, Qarabag, atau Newcastle United.

Fokus Penuh Gempur Markas Wolves

Fokus Penuh Gempur Markas Wolves

Pemain Chelsea, Enzo Fernandez, menyapa para penggemar di akhir pertandingan leg kedua semifinal Carabao Cup kontra Arsenal, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Sebelum memikirkan trofi lain, perhatian terdekat Chelsea tertuju pada lawatan ke Molineux hari ini. Mereka akan menantang Wolverhampton Wanderers, tim yang sebenarnya sudah dua kali mereka kalahkan musim ini.

Meski punya rekor pertemuan apik, Fernandez enggan memandang remeh tim asuhan Rob Edwards yang kini berada di dasar klasemen. Ia berharap bisa menyapu bersih kemenangan ketiga atas Wolves musim ini.

"Kami sudah melupakan laga melawan Arsenal, itu sudah jadi masa lalu sekarang," tegas Enzo Fernandez.

"Jelas, kami kecewa karena tidak bisa bermain di final lainnya bersama Chelsea, tapi sekarang kami harus menatap ke depan," sambungnya.

Fernandez mengingatkan bahwa musim masih panjang dan peluang juara masih terbuka lebar. Konsistensi di setiap pertandingan menjadi kunci utama jika ingin mengakhiri musim dengan manis.

"Kami masih berada di tiga kompetisi yang sangat penting dan ingin mengangkat trofi di akhir musim. Tapi kami akan menjalaninya satu per satu," ujar eks pemain Benfica tersebut.

"Kami ingin memenangkan setiap pertandingan yang kami mainkan; kami akan keluar dan mencoba memenangkan pertandingan," imbuhnya penuh ambisi.

"Kami akan memiliki rencana permainan kami sendiri, jadi kami akan mencoba melakukan yang terbaik sebagai tim dan mendapatkan tiga poin," pungkasnya.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 7 Februari 2026
Arsenal Arsenal
22:00 WIB
Sunderland Sunderland
Premier League Premier League | 7 Februari 2026
Wolves Wolves
22:00 WIB
Chelsea Chelsea

Ketajaman dan Mentalitas Pantang Menyerah

Inspirasi untuk bangkit sebenarnya masih segar dalam ingatan Fernandez dan skuad Chelsea. Belum lama ini, mereka sukses melakukan comeback dramatis saat melawan Napoli dan West Ham.

Fernandez bahkan menjadi protagonis dengan mencetak gol di kedua laga tersebut, termasuk gol kemenangan di masa injury time kontra West Ham. Dengan koleksi 11 gol di semua kompetisi, ini adalah kampanye tersubur sepanjang kariernya.

"Sungguh gila apa yang terjadi di Stamford Bridge saat melawan West Ham," kenang Fernandez dengan antusias.

"Kami sempat tertinggal 2-0, lalu kami membalikkannya menjadi 3-2. Jujur saja, perasaan mencetak gol di menit terakhir adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan," tuturnya.

Ketajaman ini tidak datang begitu saja, melainkan buah dari kerja keras dan keinginan untuk terus berkembang. Fernandez mengaku sangat menikmati perannya saat ini dalam membantu tim.

"Saya merasa sangat baik. Saya sudah mengatakannya sebelumnya, saya bekerja keras untuk sampai ke titik ini," ungkap gelandang Timnas Argentina itu.

"Saya bekerja setiap hari untuk memberikan yang terbaik setiap kali saya mengenakan seragam Chelsea. Saya selalu menginginkan lebih, tapi saya juga senang dengan posisi saya sekarang," tambahnya.

Era Baru Bersama Liam Rosenior

Secara kolektif, Fernandez melihat adanya progres positif sejak kedatangan Liam Rosenior. Gaya sepak bola menyerang yang diusung sang pelatih dinilai sangat cocok dengan karakter para pemain Chelsea.

Adaptasi tim terhadap taktik Rosenior berjalan mulus dalam satu bulan terakhir. Hal ini menjadi modal berharga untuk membangun fondasi tim yang lebih solid di masa depan.

"Kami merasa nyaman selama sebulan yang telah dihabiskan bersama kami sejauh ini," puji Fernandez.

"Dia telah memberikan kepercayaan diri yang besar kepada kami masing-masing, baik secara individu maupun sebagai grup, dan dia adalah pelatih yang menyukai sepak bola menyerang, yang sangat cocok untuk kami," jelasnya.

"Kami senang dengan pendekatannya. Kami sedang berupaya untuk mengenalnya lebih baik, mengenal stafnya, dan membangun sesuatu yang lebih baik untuk masa depan Chelsea," lanjut Fernandez.

Kebanggaan Menjadi Kapten

Selain performa di lapangan, Fernandez juga menikmati tanggung jawab lebih sebagai bagian dari kelompok pemimpin di skuad. Ia beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten saat Reece James absen.

Bagi Fernandez, memimpin rekan-rekannya di lapangan adalah impian masa kecil yang menjadi nyata. Momen-momen tersebut memberikan kepuasan batin tersendiri baginya.

"Ketika Reece (James) tidak ada di lapangan, saya bisa mengenakan ban kapten," ujarnya.

"Saya sangat menikmati momen-momen itu karena saya selalu bermimpi menjadi kapten dan, sejujurnya, saya sangat menikmatinya," aku Fernandez.

"Rasanya bahkan lebih baik saat bersanding dengan seragam Chelsea karena terlihat jauh lebih bagus. Ini adalah momen-momen yang menghidupkan profesi sebagai pesepakbola, dan momen yang tak akan pernah saya lupakan," tutupnya.