
Bola.net - Arsenal mengalami perubahan situasi yang drastis hanya dalam waktu kurang dari dua pekan. Tim asuhan Mikel Arteta sebelumnya berada di jalur untuk meraih quadruple, tapi kini hanya menyisakan peluang meraih dua trofi.
Segalanya mulai berubah ketika Arsenal kalah 0-2 dari Manchester City pada final Carabao Cup, 22 Maret lalu. Kekalahan tersebut diikuti hasil mengecewakan lainnya ketika mereka tersingkir dari FA Cup setelah kalah dari Southampton di babak perempat final.
Situasi ini membuat Arsenal yang sebelumnya memburu empat gelar kini hanya bisa fokus pada dua kompetisi tersisa: Premier League dan Liga Champions.
Munculnya Blueprint Mengalahkan Arsenal

Dua kekalahan beruntun tersebut juga memunculkan satu kesimpulan yang cukup mencolok. Sejumlah tim mulai menemukan cara untuk menaklukkan Arsenal.
Sejak awal musim, Arsenal kerap dipuji karena pertahanan solid serta efektivitas mereka dalam situasi bola mati. Namun, gaya bermain tersebut juga membuat pertandingan Arsenal sering berubah menjadi duel kesabaran ketika menghadapi tim yang bertahan sangat dalam.
Dalam banyak pertandingan, lawan cenderung menempatkan hampir semua pemain di belakang bola. Arsenal kemudian harus membongkar pertahanan rapat itu dengan sabar hingga akhirnya menemukan celah.
Pendekatan itu memang tidak selalu indah dipandang, tetapi terbukti efektif. Arsenal tetap memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan sembilan poin atas Manchester City, sekaligus mencapai perempat final Liga Champions.
Tekanan Tinggi Jadi Senjata Lawan

Melihat kesulitan Arsenal beberapa laga terakhir, tampaknya beberapa tim mulai mencoba pendekatan berbeda, yaitu menekan Arsenal secara agresif.
Bournemouth sempat menunjukkan gambaran tersebut saat kalah 2-3 dari Arsenal pada Januari lalu. Pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, bahkan terlihat hadir di St Mary’s untuk memantau langsung Arsenal menjelang pertemuan kedua tim di liga.
Manchester City kemudian menerapkan strategi serupa di Wembley saat menundukkan Arsenal di final Carabao Cup. Hal yang sama kembali terlihat ketika Southampton menghadapi The Gunners di FA Cup.
Southampton tidak bermain pasif. Sejak menit pertama hingga akhir pertandingan, mereka menekan Arsenal secara intens dan membuat tim London Utara itu kesulitan mengembangkan permainan.
Satu-satunya titik terang bagi Arsenal malam itu datang dari Max Dowman, pemain berusia 16 tahun yang musim ini mencatat sejumlah rekor di klub.
Respons Arteta dan Tantangan ke Depan

Mikel Arteta tidak menghindar dari tanggung jawab atas dua hasil buruk Arsenal. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas performa tim.
“Kami semua harus mengambil tanggung jawab. Itu dimulai dari saya. Masih ada periode yang sangat penting dalam musim ini,” kata Arteta.
Ia menilai dua kekalahan terakhir tidak boleh menutupi performa bagus Arsenal sepanjang musim. The Gunners masih memimpin perburuan gelar Premier League dan tetap bersaing di Liga Champions.
Meski begitu, Arteta juga sadar timnya harus segera bangkit agar tren negatif ini tidak berlanjut. “Saya ingin memberikan kejelasan kepada para pemain, memberikan keyakinan, dan terus percaya pada apa yang kami lakukan,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa kecepatan permainan, sikap, serta energi tim harus kembali ke level tertinggi agar Arsenal mampu kembali memenangkan pertandingan.
Fokus ke Liga Champions dan Perebutan Gelar Liga
Arsenal juga harus menghadapi situasi sulit karena beberapa pemain penting absen saat melawan Southampton, terutama Declan Rice dan Bukayo Saka.
Meski begitu, Arteta menilai timnya tetap menciptakan beberapa momen yang seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi gol.
Kini Arsenal harus segera mengalihkan fokus ke laga besar berikutnya. Mereka akan menghadapi Sporting pada leg pertama perempat final Liga Champions di Lisbon.
“Sekarang saatnya bercermin, menerima situasi ini, dan kembali bangkit. Kami harus pergi ke Portugal dengan pikiran segar dan penuh keyakinan,” tegas Arteta.
Dengan dua trofi masih dalam jangkauan, Arsenal masih memiliki banyak yang dipertaruhkan di sisa musim ini. Namun dua kekalahan terakhir menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju gelar tidak akan mudah.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 6 April 2026 13:43Saran Dari Legenda, Ini Dua Nama Gelandang yang Harus Dikejar MU
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 6 April 2026 14:19 -
Liga Italia 6 April 2026 14:15 -
Liga Champions 6 April 2026 14:14 -
Bulu Tangkis 6 April 2026 13:57 -
Bulu Tangkis 6 April 2026 13:43 -
Liga Inggris 6 April 2026 13:43
MOST VIEWED
- Man United Diam-Diam Sudah Punya Pengganti Maguire? Bek Everton Ini Jadi Target Utama!
- Bayern Munchen Ikhlaskan Bintang Mereka Gabung Manchester United?
- Barcelona Mundur, MU Punya Calon Pembeli untuk Marcus Rashford: Siap Bayar Hampir 2 Kali Lipat!
- Rio Ferdinand Minta Manchester United Angkut 4 Pemain Baru Musim Panas Nanti, Siapa Saja?
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547494/original/090757600_1775460435-InShot_20260406_104203318.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542603/original/063095800_1774947762-Pramono_Pelindo.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547313/original/047345900_1775455430-ten-4-1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4253683/original/066694100_1670473907-edb2e216-5c29-419e-b564-85e68ad4c8b0.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4016804/original/046265400_1652067919-KPK_4.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5467796/original/068789200_1767930639-sampah_pasar.jpeg)
