Gagal Beruntun di Carabao Cup dan FA Cup, Blueprint Mengalahkan Arsenal Mulai Terlihat

Gagal Beruntun di Carabao Cup dan FA Cup, Blueprint Mengalahkan Arsenal Mulai Terlihat
Gelandang Arsenal, Declan Rice usai laga final Carabao Cup melawan Manchester City. The Gunners kalah 0-2 pada laga di Wembley tersebut. (c) AP Photo/Richard Pelham

Bola.net - Arsenal mengalami perubahan situasi yang drastis hanya dalam waktu kurang dari dua pekan. Tim asuhan Mikel Arteta sebelumnya berada di jalur untuk meraih quadruple, tapi kini hanya menyisakan peluang meraih dua trofi.

Segalanya mulai berubah ketika Arsenal kalah 0-2 dari Manchester City pada final Carabao Cup, 22 Maret lalu. Kekalahan tersebut diikuti hasil mengecewakan lainnya ketika mereka tersingkir dari FA Cup setelah kalah dari Southampton di babak perempat final.

Situasi ini membuat Arsenal yang sebelumnya memburu empat gelar kini hanya bisa fokus pada dua kompetisi tersisa: Premier League dan Liga Champions.

Munculnya Blueprint Mengalahkan Arsenal

Munculnya Blueprint Mengalahkan Arsenal

Viktor Gyokeres mempertahankan bola dari gangguan Rodri dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Dua kekalahan beruntun tersebut juga memunculkan satu kesimpulan yang cukup mencolok. Sejumlah tim mulai menemukan cara untuk menaklukkan Arsenal.

Sejak awal musim, Arsenal kerap dipuji karena pertahanan solid serta efektivitas mereka dalam situasi bola mati. Namun, gaya bermain tersebut juga membuat pertandingan Arsenal sering berubah menjadi duel kesabaran ketika menghadapi tim yang bertahan sangat dalam.

Dalam banyak pertandingan, lawan cenderung menempatkan hampir semua pemain di belakang bola. Arsenal kemudian harus membongkar pertahanan rapat itu dengan sabar hingga akhirnya menemukan celah.

Pendekatan itu memang tidak selalu indah dipandang, tetapi terbukti efektif. Arsenal tetap memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan sembilan poin atas Manchester City, sekaligus mencapai perempat final Liga Champions.

Tekanan Tinggi Jadi Senjata Lawan

Tekanan Tinggi Jadi Senjata Lawan

Ekspresi Kepa Arrizabalaga dkk. dalam laga Southampton vs Arsenal di FA Cup 2025/2026, Minggu (5/4/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Melihat kesulitan Arsenal beberapa laga terakhir, tampaknya beberapa tim mulai mencoba pendekatan berbeda, yaitu menekan Arsenal secara agresif.

Bournemouth sempat menunjukkan gambaran tersebut saat kalah 2-3 dari Arsenal pada Januari lalu. Pelatih Bournemouth, Andoni Iraola, bahkan terlihat hadir di St Mary’s untuk memantau langsung Arsenal menjelang pertemuan kedua tim di liga.

Manchester City kemudian menerapkan strategi serupa di Wembley saat menundukkan Arsenal di final Carabao Cup. Hal yang sama kembali terlihat ketika Southampton menghadapi The Gunners di FA Cup.

Southampton tidak bermain pasif. Sejak menit pertama hingga akhir pertandingan, mereka menekan Arsenal secara intens dan membuat tim London Utara itu kesulitan mengembangkan permainan.

Satu-satunya titik terang bagi Arsenal malam itu datang dari Max Dowman, pemain berusia 16 tahun yang musim ini mencatat sejumlah rekor di klub.

Respons Arteta dan Tantangan ke Depan

Respons Arteta dan Tantangan ke Depan

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (c) AP Photo/Dave Shopland

Mikel Arteta tidak menghindar dari tanggung jawab atas dua hasil buruk Arsenal. Dalam konferensi pers usai pertandingan, ia menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab penuh atas performa tim.

“Kami semua harus mengambil tanggung jawab. Itu dimulai dari saya. Masih ada periode yang sangat penting dalam musim ini,” kata Arteta.

Ia menilai dua kekalahan terakhir tidak boleh menutupi performa bagus Arsenal sepanjang musim. The Gunners masih memimpin perburuan gelar Premier League dan tetap bersaing di Liga Champions.

Meski begitu, Arteta juga sadar timnya harus segera bangkit agar tren negatif ini tidak berlanjut. “Saya ingin memberikan kejelasan kepada para pemain, memberikan keyakinan, dan terus percaya pada apa yang kami lakukan,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa kecepatan permainan, sikap, serta energi tim harus kembali ke level tertinggi agar Arsenal mampu kembali memenangkan pertandingan.

Fokus ke Liga Champions dan Perebutan Gelar Liga

Arsenal juga harus menghadapi situasi sulit karena beberapa pemain penting absen saat melawan Southampton, terutama Declan Rice dan Bukayo Saka.

Meski begitu, Arteta menilai timnya tetap menciptakan beberapa momen yang seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi gol.

Kini Arsenal harus segera mengalihkan fokus ke laga besar berikutnya. Mereka akan menghadapi Sporting pada leg pertama perempat final Liga Champions di Lisbon.

“Sekarang saatnya bercermin, menerima situasi ini, dan kembali bangkit. Kami harus pergi ke Portugal dengan pikiran segar dan penuh keyakinan,” tegas Arteta.

Dengan dua trofi masih dalam jangkauan, Arsenal masih memiliki banyak yang dipertaruhkan di sisa musim ini. Namun dua kekalahan terakhir menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju gelar tidak akan mudah.