Guardiola Tak Menyangka Man City Bisa Dominasi Arsenal di Final Carabao Cup

Guardiola Tak Menyangka Man City Bisa Dominasi Arsenal di Final Carabao Cup
Selebrasi pemain Manchester City usai Nico Oreilly mencetak gol ke gawang Arsenal di final Carabao Cup 2026. (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Bola.net - Manchester City berhasil menjuarai Carabao Cup setelah mengalahkan Arsenal dengan skor 2-0 di Wembley Stadium. Dua gol Nico O'Reilly pada babak kedua memastikan kemenangan bagi tim asuhan Pep Guardiola.

Hasil ini menambah koleksi trofi domestik bagi Guardiola bersama Manchester City. Kemenangan tersebut juga menandai keberhasilan penting setelah pertandingan berjalan cukup ketat pada babak pertama.

Meski akhirnya menang dengan meyakinkan, Guardiola mengaku tidak menyangka timnya mampu mendominasi Arsenal setelah jeda pertandingan.

City Bangkit di Babak Kedua Final

City Bangkit di Babak Kedua Final

Erling Haaland mencoba melewati William Saliba dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Manchester City sempat kesulitan menembus pertahanan Arsenal pada babak pertama. Meskipun menguasai bola lebih banyak, City gagal menciptakan ancaman berarti.

Statistik menunjukkan City menguasai 60,8 persen penguasaan bola sebelum turun minum. Namun, mereka tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dan hanya menghasilkan expected goals sebesar 0,33 dari dua percobaan.

Situasi berubah setelah babak kedua dimulai. City meningkatkan intensitas serangan dengan delapan tembakan, sementara Arsenal hanya mampu menciptakan lima percobaan.

Dominasi tersebut akhirnya berbuah dua gol lewat sundulan Nico O'Reilly yang memastikan kemenangan Manchester City.

Guardiola Ukir Rekor Baru di Carabao Cup

Guardiola Ukir Rekor Baru di Carabao Cup

Jeremy Doku berduel dengan Martin Zubimendi dalam laga final Piala Liga Inggris antara Arsenal vs Manchester City di Wembley Stadium, 23 Maret 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Kemenangan di Wembley membuat Guardiola mencatatkan rekor baru dalam sejarah kompetisi. Ia kini menjadi manajer pertama yang berhasil memenangkan EFL Cup sebanyak lima kali.

Sebelumnya Guardiola juga membawa Manchester City meraih empat gelar beruntun pada periode 2017-18 hingga 2020-21. Catatan tersebut membuatnya melampaui rekor milik Brian Clough, Alex Ferguson, dan Jose Mourinho.

Guardiola mengaku masih menikmati setiap momen meraih trofi bersama timnya. "Saya masih menikmatinya. Pertandingan ini adalah tantangan yang besar dan tidak ada yang memberikan sesuatu secara cuma-cuma kepada kami," kata Pep.

"Hari ini kami menjadi diri kami sendiri dan menunjukkan level kami melawan tim terbaik. Itulah pembuktian sekaligus tantangannya. Itulah identitas kami."

Guardiola: Hasil Final Tak Pengaruhi Perburuan Gelar

Meski berhasil meraih trofi, Guardiola menilai kemenangan ini tidak akan berdampak pada persaingan gelar Premier League. Menurutnya, kompetisi liga memiliki dinamika yang berbeda.

Manchester City saat ini masih tertinggal sembilan poin dari Arsenal di klasemen, meskipun memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Guardiola menegaskan fokus timnya kini beralih ke pertandingan berikutnya di FA Cup melawan Liverpool pada 4 April.

"Hasil ini tidak akan berdampak, ini kompetisi yang berbeda. Mereka mungkin akan lebih memikirkannya ketika datang ke Etihad," lanjut Pep.

Arsenal Masih di Depan

Lebih lanjut, Guardiola juga menegaskan bahwa peluang juara liga masih berada di tangan Arsenal.

"Premier League ada di tangan mereka. Mereka telah banyak menghukum kami," sambung Guardiola.

"Ada dua periode penting, yaitu tiga hasil imbang melawan Sunderland, Brighton, dan Chelsea, lalu periode ini dengan Nottingham Forest dan West Ham."

"Jika mereka kehilangan poin, kami akan mencoba memenangkan pertandingan kami dan melihat apa yang terjadi," tutupnya.